Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pentingnya Pendidikan Gizi dalam Masyarakat: Strategi untuk Meningkatkan Kesadaran dan Perilaku Gizi Sehat Kelas G UPN “Veteran” Jawa Timur Ramlan, Rezaldi; Fadillah, Sulthan Rasya
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v5i2.3902

Abstract

Pendidikan gizi memainkan peran penting dalam masyarakat modern untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku gizi sehat. Tulisan ini membahas strategi penting untuk meningkatkan pemahaman dan praktik gizi yang sehat di antara individu-individu. Pertama, pendidikan gizi harus dimulai sejak dini, dengan mengintegrasikan materi gizi ke dalam kurikulum pendidikan formal dan informal. Hal ini akan membantu membentuk kebiasaan yang sehat sejak usia dini dan mengurangi risiko masalah gizi di masa depan. Selain itu, penting untuk melibatkan komunitas dalam upaya pendidikan gizi. Program-program pendidikan komunitas dapat mencakup penyuluhan, lokakarya, dan kampanye kesadaran gizi. Melibatkan tokoh-tokoh masyarakat lokal juga dapat meningkatkan efektivitas program-program ini, karena mereka dapat menjadi contoh dan memotivasi individu lain untuk mengadopsi gaya hidup yang lebih sehat. Selanjutnya, teknologi dapat menjadi alat yang sangat berguna dalam menyebarkan informasi gizi. Aplikasi ponsel pintar dan situs web dapat digunakan untuk memberikan tips gizi, resep sehat, dan sumber daya lainnya kepada masyarakat luas. Dengan memanfaatkan teknologi, informasi gizi dapat diakses dengan mudah dan cepat, memungkinkan individu untuk membuat pilihan makanan yang lebih cerdas. Terakhir, penting untuk membangun kemitraan dengan institusi-institusi terkait, seperti rumah sakit, sekolah, dan organisasi masyarakat. Kolaborasi ini dapat meningkatkan akses ke sumber daya dan menciptakan lingkungan yang mendukung gaya hidup sehat. Dengan menerapkan strategi-strategi ini, pendidikan gizi dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku gizi sehat dalam masyarakat. Ini bukan hanya tentang memberikan informasi, tetapi juga tentang mengubah budaya dan lingkungan agar mendukung gaya hidup yang lebih sehat bagi semua orang.
Implementasi Program Pendampingan Nasabah BTPN Syariah untukPeningkatan Kapasitas Usaha Mikro MMS Rungkut Saputra, Vian Ahmad; Fadillah, Sulthan Rasya
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpimi.v5i2.9238

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program pendampingan nasabah BTPN Syariah oleh fasilitator sebagai upaya peningkatan kapasitas usaha mikro di MMS Rungkut. Kegiatan ini dilaksanakan dalam kerangka program magang di mana penulis berperan sebagai fasilitator pendamping yang bertugas mendampingi, memberikan materi, memotivasi, dan mengarahkan nasabah usaha mikro. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif melalui teknik observasi, diskusi, dan evaluasi terhadap sepuluh nasabah dengan frekuensi empat kali pertemuan dalam satu bulan. Tahapan pendampingan mencakup asesmen usaha, pemberian materi, pemberian tugas praktis, serta evaluasi akhir. Data yang dikumpulkan meliputi hasil asesmen awal, observasi selama pendampingan, dan evaluasi akhir untuk melihat perkembangan nasabah setelah mengikuti seluruh tahapan kegiatan. Evaluasi dilakukan dengan mengamati perubahan pemahaman dalam mengelola usaha, manajemen keuangan sederhana, serta kesiapan nasabah dalam pengembangan bisnis. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan kondisi awal dan perkembangan nasabah setelah pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan dampak positif yang signifikan, di mana nasabah menjadi lebih terarah dalam mengelola usaha, memahami manajemen keuangan sederhana, serta memiliki motivasi lebih tinggi untuk pengembangan bisnis. Meskipun terdapat kendala lapangan seperti faktor cuaca dan pembatalan pertemuan mendadak, program ini dinilai efektif dalam meningkatkan kapasitas usaha mikro. Simpulan dari kegiatan ini adalah pendampingan intensif mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat prasejahtera produktif secara berkelanjutan.