Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Potensi Air Lindi dari TPA Puuwatu sebagai Sumber Energi Alternatif Berbasis Teknologi Microbial Fuel Cell Al Gazali, Muhammad Hijir; Zaeni, Ahmad; Susilowati, Prima Endang; Alwahab, Alwahab; Efendi, Rustam
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 9, No 2 (2023): Oktober
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v9i2.8370

Abstract

Telah dilakukan  penelitian  mengenai potensi air lindi TPA Puuwatu sebagai sumber energi alternatif berbasis teknologi microbial fuel cell. Sampel air lindi diperoleh dari situs TPA Puuwatu digunakan sebagai substrat dan sumber mikroba dalam perangkat MFC untuk menghasilkan energi. Secara garis besar pengamatan yang dilakukan mencakup pengukuran energi listrik MFC dan analisis karakteristik sampel air lindi. MFC dibuat dalam model dual chamber (dua kamar) dengan variasi oksidator yaitu KMnO4 dan K2Cr2O7. Sel MFC dibuat sebanyak enam unit lalu diukur tegangan dan kuat arusnya. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa MFC dengan oksidator KMnO4 menghasilkan energi listrik yang lebih tinggi. Tegangan maksimum satu unit sel MFC-KMnO4 mencapai 1102,33mV tepatnya di hari ke-9 masa pengoperasian. MFC-KMnO4 yang disusun dalam rangkaian seri menghasilkan tegangan maksimum 6460 mV dengan kuat arus sebesar 0,528 mA pada hari ke-6 pengoperasian, sedangkan dalam MFC yang tersusun paralel menghasilkan tegangan listrik sebesar 1053 mV dengan kuat arus sebesar 2 mA. Hasil uji pewarnaan gram bakteri sampel air lindi menunjukkan bahwa sampel air lindi mengandung berbagai macam bakteri. Dengan demikian berdasarkan keseluruhan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan air lindi memiliki potensi sebagai substrat MFC.Kata kunci: air lindi, microbial fuel cell, oksidator, tegangan  listrik
Pembuatan Pakan Ikan Nila Merah (Oreochromis sp.) dengan Metode Substitusi Pakan Komersial Menggunakan Tepung Daun Kelor Al Gazali, Muhammad Hijir; Rasidun, La Ode; Zaeni, Ahmad
Arus Jurnal Sains dan Teknologi Vol 2 No 2: Oktober (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajst.v2i2.1011

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pembuatan pakan ikan nila merah (Oreochromis sp.) dengan metode substitusi pakan komersial menggunakan tepung daun kelor. Penelitian ini dilakukan dengan mensubstitusi pakan komersial secara parsial menggunakan tepung daun kelor. Terdapat dua varian pakan ikan nila merah buatan yang disiapkan dalam penelitian ini, yakni pakan dengan persentase tepung daun kelor 25%, diberi kode P1, dan dengan persentase tepung daun kelor 50%, diberi kode P2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan protein total dalam pakan P1 lebih tinggi daripada pakan P2. Akan tetapi asam amino spesifik lisin pakan P2 lebih tinggi dibandingkan pakan P1. Hal ini menandakan adanya perbedaan profil susunan asam amino pada daun kelor dan pakan komersial. Kemudian hasil uji coba pakan buatan ke ikan nila merah menunjukkan pakan P2 memberikan hasil pertumbuhan berat badan ikan dengan laju lebih tinggi dibandingkan pakan P1. Hal ini sejalan dengan fakta bahwa lisin merupakan asam amino esensial yang paling utama dibutuhkan bagi pertumbuhan ikan karena sangat mempengaruhi efisiensi konversi protein menjadi jaringan tubuh. Seperti diketahui asam amino lisin pakan P2 lebih tinggi dari pakan P1.
Konstruksi Dasar Prototipe Elektroda Luas Permukaan Efektif untuk Meningkatkan Produksi Energi Listrik dari Air Lindi Menggunakan Teknologi Microbial Fuel Cell Al Gazali, Muhammad Hijir; Rasidun, La Ode; Zaeni, Ahmad
Arus Jurnal Sains dan Teknologi Vol 3 No 1: April (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajst.v3i1.1347

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai Konstruksi Dasar Prototipe Elektroda Luas Permukaan Efektif untuk Meningkatkan Produksi Energi Listrik dari Air Lindi Menggunakan Teknologi Microbial Fuel Cell. Modifikasi elektroda dilakukan terhadap elektroda anoda yang terpapar langsung ke substrat (air lindi). Sebagai pembanding juga disiapkan anoda berbentuk pelat. Masing-masing diterapkan pada sel microbial fuel cell (MFC) membentuk dua varian MFC, MFC elektroda GL-GL (anoda pelat) dan MFC elektroda LPE-GL (anoda termodifikasi). Dari hasil pengukuran memperlihatkan kenaikan nilai tegangan listrik pada MFC elektroda LPE-GL lebih fluktuatif dibandingkan dengan MFC elektroda GL-GL. Selain itu MFC elektroda LPE-GL beberapa kali mencapai nilai tegangan maksimum yang lebih tinggi dari MFC elektroda GL-GL. Hal ini menunjukkan bahwa elektroda anoda termodifikasi berpotensi untuk diteliti bagi pengembangan lebih lanjut.
APLIKASI SIMULTAN DARI TEKNOLOGI MICROBIAL FUEL CELL SISTEM SEL GANDA OKSIDATOR K2Cr2O7 DAN KMnO4 UNTUK MENGHASILKAN ENERGI LISTRIK DAN MENURUNKAN KADAR KONTAMINAN DARI AIR LINDI Al Gazali, Muhammad Hijir; Zaeni, Ahmad; Susilowati, Prima Endang
Indonesian Journal of Pure and Applied Chemistry Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/indonesian.v9i2.104632

Abstract

Research on the simultaneous application of microbial fuel cells (MFCs) for electricity generation and contaminant reduction in leachate has been conducted. A leachate sample collected from the Puuwatu Final Disposal Site was used as the substrate in an MFC system. The investigation included measuring the electrical power generated by the MFC and analyzing contaminant levels in the leachate. The MFC was designed in a dual-chamber configuration with two oxidizing agents, KMnO4 and K2Cr2O7. Six MFC cells were prepared for each treatment and evaluated based on the electrical power generated. During the first 3–5 days of incubation, both MFCs using KMnO4 and K2Cr2O7 showed a significant increase in electrical power. The MFC using KMnO4 reached a maximum electrical power of 556.52 μW on day 4, whereas the MFC using K2Cr2O7 reached a maximum of 385.40 μW on day 5. After 50 days of MFC operation, the leachate showed reductions in COD, BOD, C-organic, N-organic, C/N ratio, and TSS, accompanied by an increase in pH. The removal percentages for COD, BOD, C-organic, and N-organic were 51.7%, 93.1%, 69.5%, and 2.0%, respectively. Comparison with the applicable quality standards indicated that, despite a reduction in contaminant levels after MFC treatment, the leachate still required further treatment to meet the standards.