Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tantangan hukum dalam melindungi hak asasi manusia bagi kelompok rentan di Indonesia Yusar, Muhamad; Nurtresna, Robby; Rivaldi, Wahyu; Dharmawan, Asep
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Multidisiplin
Publisher : Jurnal Ilmu Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53935/jim.v4.i1.83

Abstract

Perlindungan hak asasi manusia bagi kelompok rentan di Indonesia sangat penting untuk mencapai keadilan sosial dan kesetaraan. Meskipun berbagai undang-undang seperti Undang-Undang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Penyandang Disabilitas telah ada, implementasi hukum tersebut masih menghadapi tantangan besar. Salah satu masalah utama adalah kurangnya kesadaran dan pemahaman tentang hak asasi manusia di kalangan aparat penegak hukum dan masyarakat. Banyak kelompok rentan, seperti perempuan korban kekerasan dan anak-anak, kesulitan mengakses keadilan akibat proses hukum yang panjang, biaya tinggi, dan kurangnya fasilitas pendukung. Penelitian ini menekankan pentingnya penguatan sistem hukum, pendidikan hukum yang lebih baik bagi aparat penegak hukum, serta pemberdayaan masyarakat agar kaum rentan lebih memahami dan menuntut hak-hak kaum rentan. Selain itu, penting juga untuk menciptakan sistem peradilan yang lebih inklusif dan mudah diakses guna memastikan perlindungan hak asasi manusia yang lebih efektif bagi kelompok rentan. Kerjasama antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat sipil sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan ini.
Legal Consequences of Underage Marriage Practices Reviewed Based on Law Number 23 of 2002 on Child Protection as Amended by Law Number 35 of 2014 (A Case Study in Lempuyang Village, Tanara District) Zahra, Aulia; marfu’atun, Dika Ratu; Yusar, Muhamad
Journal Evidence Of Law Vol. 4 No. 3 (2025): Journal Evidence Of Law (Desember)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jel.v4i3.1797

Abstract

This study aims to analyze the causes and legal consequences of underage marriage practices and to examine their application based on Law Number 23 of 2002 on Child Protection, as amended by Law Number 35 of 2014. The research uses a normative juridical method with a statutory and case approach, supported by empirical data collected in Lempuyang Village, Tanara District, Serang Regency. The findings indicate that underage marriage still occurs due to low legal awareness, economic pressure, and strong cultural influences. Legally, such practice contradicts the principles of child protection as it neglects the child’s right to proper growth and development. The lenient granting of marriage dispensation further weakens the enforcement of the law. Based on the Theory of Child Protection and Utilitarian Theory, early marriage provides no legal benefit but instead creates social harm, such as school dropout, poverty, and domestic violence. Therefore, stricter law enforcement and continuous legal education are required to prevent these practices and ensure the protection of children’s rights comprehensively