Muhammad Refi Rajuspa
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DINAMIKA SISTEM POLITIK DI INDONESIA: TANTANGAN Muhammad Refi Rajuspa; Siti Tiara Maulia
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 10 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3783/causa.v4i10.3865

Abstract

Sistem politik Indonesia sudah hadapi dinamika yang signifikan semenjak masa reformasi pada tahun 1998. Transisi dari rezim otoritarian mengarah demokrasi bawa pergantian besar dalam lanskap politik nasional. Tetapi Indonesia masih mengalami beberapa tantangan dalam menguatkan demokrasi serta tata kelola pemerintahan. Riset ini berarti buat menganalisis dinamika sistem politik Indonesia, mengenali tantangan yang dialami dan merumuskan prospek ke depan dalam upaya menguatkan demokrasi serta tata kelola pemerintahan yang baik. Riset ini memakai pendekatan kualitatif dengan tata cara riset literatur, analisis kebijakan, serta wawancara mendalam dengan para pakar serta pemangku kepentingan terpaut Informasi dianalisis secara deskriptif serta interpretatif buat mendapatkan uraian yang mendalam tentang dinamika sistem politik Indonesia. Hasil-hasil Berarti Riset 1) Indonesia sudah menggapai kemajuan dalam proses demokratisasi, semacam penyelenggaraan pemilu yang relatif leluasa serta adil, kebebasan pers, dan partisipasi warga yang bertambah 2) Tantangan utama yang dialami antara lain ketimpangan ekonomi, konflik sosial, korupsi, lemahnya penegakan hukum, serta kapasitas sumber energi manusia yang terbatas. 3) Reformasi kelembagaan, kenaikan kapasitas SDM, serta penguatan checks and balances antara lembaga-lembaga negeri dibutuhkan buat menguatkan demokrasi Indonesia. 4) Partisipasi serta pembelajaran politik warga butuh ditingkatkan buat menguatkan basis demokrasi di Indonesia. Riset ini membagikan analisis mendalam tentang dinamika sistem politik Indonesia, tantangan yang dialami dan prospek ke depan dalam menguatkan demokrasi serta tata kelola pemerintahan yang baik. Penemuan riset bisa jadi acuan untuk para pembentuk kebijakan serta pemangku kepentingan dalam merumuskan strategi serta kebijakan yang pas buat menguatkan demokrasi di Indonesia.
ANALISIS KARAKTER INTEGRITAS PETUGAS PARKIR TERHADAP PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN PARKIR DI KAWASAN TUGU KERIS SIGINJAI KOTABARU KOTA JAMBI Muhammad Refi Rajuspa; Priazki Hajri; Dona Sariani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Verified
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.59138

Abstract

This study analyzes the actualization of parking attendants' integrity characters in implementing Regional Regulation Number 3 of 2010 concerning Public Roadside Parking Service Retribution in the Tugu Keris Siginjai Area, Kotabaru, Jambi City, alongside the field obstacles encountered. The primary issue centers on the critical role of integrity in preventing Local Revenue (PAD) leakage and optimizing public service. This qualitative study utilizes a descriptive research design. Ten informants were selected via purposive sampling, consisting of four parking attendants as primary informants, five parking service users as key informants, and one representative from the Jambi City Transportation Agency as an additional informant. Data were gathered through passive participant observation, structured interviews, and documentation, then analyzed using an interactive model comprising data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the actualization of parking attendants' integrity characters has been inconsistent, revealing a gap between normative regulations and moral action. While attendants understand official tariffs and strictly wear official vests, accountability in automatically distributing parking tickets remains very low. Violations persist as tariff inflation (Rp3,000 for motorcycles and Rp5,000–Rp10,000 for cars) occurs during peak hours, accompanied by poor vehicle management causing traffic and emotional control issues. The primary obstacles include external sociological challenges from local thugs (premanism), low financial welfare due to the absence of government salaries, and visitors paying below standard rates. Conversely, management is supported by cross-sectoral oversight from the Transportation Agency, the Saber Pungli Team, and periodic ticket audits.