Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Angka Kejadian Hepatitis pada Pasien yang Menjalani Hemodialisis di RSUI Banyubening Boyolali Periode 2018-2022 Wahyudin, Anto; Ferryal Basbeth
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): November 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i3.3942

Abstract

Pendahuluan Tindakan hemodialisis merupakan tindakan invasif yang mempunyai risiko untuk terjadinya infeksi Blood Borne Virus seperti Hepatitis B dan Hepatitis C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian Hepatitis dan karakteristik pasien yang menjalani hemodialisis di RSUI Banyubening Boyolali.Metodologi Penelitian ini menggunakan studi deskriptif retrospektif berdasarkan data sekunder rekam medis di RSUI Banyubening Boyolali periode 2018-2022 dengan jumlah sampel 16.Hasil Prevalensi Hepatitis pada pasien yang menjalani hemodialisis adalah 16 dari 292 pasien (5.47%), terdiri dari HCV 11 kasus (3.7%) dan HBV  5 kasus (1.7%). Serokonversi HBV terbanyak pada usia 50-59 tahun (3/60%) dan  serokonversi HCV pada usia 60-69 tahun (5/45.5%) yang keduanya didominasi oleh laki-laki (68.8%) dengan PGK menjadi etiologi menjalani hemodialisis (100%). Faktor komorbid terbanyak pada pasien serokonversi HBV adalah anemia (3/42.9%) dan pada serokonversi HCV adalah anemia dan hipertensi (6/35.3%) yang serokonversi keduanya lebih banyak terjadi pada pasien dengan frekuensi hemodialisis 2 kali perminggu (10/62.5%). Serokonversi HBV lebih banyak terjadi pada pasien dengan frekuensi hemodialisis antara 101-200 dan 201-300 kali (2/40%) dengan lama menjalani hemodialisis >24 bulan (2/40%), dan pada serokonversi HCV lebih banyak terjadi antara 201-300 kali (6/54.5%) dengan lama menjalani hemodialisis >30 bulan (5/45.5%).Simpulan Prevalensi Hepatitis pada pasien yang menjalani hemodialisis di RSUI Banyubening Boyolali mencapai 5.47%yang terdiri dari Hepatitis B dan Hepatitis C dengan karakteristik pasien yang meliputi usia, jenis kelamin, etiologi, faktor komorbid, frekuensi hemodialisis, dan lama menjalani hemodialisis.
Prevalence of Hepatitis C in Hemodialysis Patients in Indonesia Wahyudin, Anto; Humardhani, Ariadi; Lelosutan, Syafruddin A. R.
Medical and Health Journal Vol 5 No 2 (2026): February
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mhj.2026.5.2.17849

Abstract

Hepatitis C (HCV) is a blood-borne viral infection and a major cause of global morbidity and mortality. Indonesia is one of six countries contributing to 50% of the global HCV burden, with a prevalence of 0.5% in the general population. HCV infection is more frequently observed in patients with chronic kidney disease undergoing hemodialysis due to nosocomial transmission. This study employed a literature review method by searching articles published between 2015 and 2025 in Google Scholar, PubMed, and ProQuest, yielding 11 eligible studies. The analysis shows that the prevalence of HCV among hemodialysis patients in Indonesia ranges from 3.7% to 56.3%, with the highest rate reported at H. Adam Malik General Hospital Medan (56.3%) and the lowest at Banyu Bening Hospital Boyolali (3.7%). Most infected patients are male and over 45 years of age. These variations indicate that male sex and older age serve as risk factors for HCV infection in hemodialysis patients.