Sokah, Umar Asasuddin
Unknown Affiliation

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Kalimat Kondisional Bahasa Inggris, Arab dan Indonesia (Suatu Studi Perbandingan) Sokah, Umar Asasuddin
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 22 (1980)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1980.022.70-90

Abstract

Sebagaimana yang telah diterangkan dalam paper saya, pada diskusi ilmiah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tanggal 14 Juli 1978 dengan judul “ Perbedaan Struktur Kata Benda Antara Bahasa Aran, Inggris Dan Indonesia” dengan moderator Prof. dr. Mukti Ali, bahwa Bahasa-bahasa yang ada di dunia ini berbeda-beda. Akibat logis dari perbedaan itu ialah bahwa pemakai sesuatu Bahasa menganggap Bahasa lain yang bukan bahasanya sebagai suatu yang lucu. Dan demikiaan keadaan Bahasa-bahasa di dunia. Bahasa itu berbeda. Dalam perbedaan itu terletak kebesaran Allah SWT. Tuhan berfirman yang artinya: “dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lain bahasamu dan warna kulitmu, sesungguhnya pada yang demikiaan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.
Beberapa Prinsip Pengajaran Bahasa Asing Serta Contoh-Contoh dan Ciri-Cirinya. Sokah, Umar Asasuddin
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 23 (1980)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1980.023.32-54

Abstract

Pengajaran Bahasa yang akan diterangkan dibawah ini berdasarkan atas pembahasan Bahasa secara ilmiah, atau Bahasa menurut linguistic. Ilmu ini melihat Bahasa itu bukan sebagai Bahasa tulisan, tetapi lebih menitik beratkan pada Bahasa ujaran (speech). Dengan alas an bahwa orang didunia ini lebih dulu memiliki Bahasa lisan, sedangkan Bahasa tulisan dating kemudian. Orang pedesaan di Indonesia, umpamanya, banyak yang buta huruf, tetapi mereka masih bisa berkomunikasi dengan Bahasa lisan. Hal ini bukan berarti bahwa Bahasa tulisan itu tidak penting dan harus diremehkan, masalahnya ialah bahwa Bahasa lisan itu merupakan gambaran Bahasa yang paling sempurna. Pada Bahasa itu terdapat: mimic, tekanan, jungtur, prosodi dan lain sebagainya. Obyek penyelidikan ilmu Bahasa ialah Bahasa lisan tersebut, bukan Bahasa tulisan.
Tinjauan Tentang Pengajaran Bahasa Arab Pada Lembaga Bahasa IAIN Sunan Kalijaga Sokah, Umar Asasuddin
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 25 (1981)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1981.025.42-68

Abstract

Lembaga Bahasa IAIN Sunan  Kalijaga yang ada sekarang sebetulnya telah berdiri sejak tahun 1973, dengan Surat Keputusan Rektor No. 251/Ba-O/A/1973. Susunan personalianya adalah sebagai berikut : seorang ketua, seorang sekertaris dan tiga orang anggota. Lembaga Bahasa (seterusnya akan disingkat LB) itu pada tahun 1976 diperbaharuhi personalianya dengan adanya surat keputusan Rektor No. 13 tahun 1976 tertanggal 1 April 1976, dengan pertimbangan bahwa di IAIN terjadi perkembangan baru, terutama dengan telah ditetapkannya kurikulum baru. Personalia tersebut terdiri atas direktur, sekertaris, ketua seksi Bahasa Inggris, ketua seksi Bahasa arab dan ketua seksi Bahasa Indonesia, masing-masing dipegang oleh satu orang
Perbedaan Struktur Kata Benda Antara Bahasa Arab, Inggris dan Indonesia Sokah, Umar Asasuddin
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 27 (1982)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1982.027.1-28

Abstract

Memang sudah menjadi kenyataan bahwa Bahasa itu berbeda-beda. Dalam perbedaan itu, seorang penutur sesuatu Bahasa menganggap Bahasa lainselain dari bahasanya sebagai Bahasa yang lucu. Seorang wartawan Mesir yang Bernama Anis Mansur, umpamanya, waktu berkunjung ke Indonesia pada tahun Enam puluhan, berkata bahwa Bahasa Indonesia itu lucu. Dia merasa heran dengan bentuk jamak dalam Bahasa Indonesia, yaitu dengan mengadakanpengulangan kata yang dijadikan jamak itu, seperti ‘ buku-buku’, ‘pelan-pelan’, dan lain sebagainya. Begitu pula seorang Amerika menganggap Bahasa Indonesia itu lucu. Dia merasa heran kenapa kalimat ‘’  How do you do” diterjemahkan dengan ‘’ apa kabar’’ padahal ‘’apa kabar’’ itu jika diterjemahkan kedalam Bahasa inggris secara harfiah akan menjadi ‘’what is the news” begitu pulah orang Indonesia merasa heran, seperti yang telah dikemukakan oleh Sdr Khazin Siraj pada waktu siding diskusi ilmiah IAIN Sunan Kalijaga tanggal 30 Juni 1978, kenapa susunan Bahasa arab begitu, seakan-akan tak enak didengar oleh telinga. Sdr. Tadi, sebagai contoh, mengutip al-Qur’an surat An Nisa’ ayat ke-134 yang menimbulkan keheranannya itu. Ayat itu berbunyi, ‘’yaa ayyuhal ladziina aamanuu billaahi war a suuli.’’ Artinya, ‘’Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.’’ Dia heran kenapa orang yang telah beriman kok masih disuruh beriman lagi.
Kondisi dan Faktor-Faktor Penyokong Meluasnya Islam ke Luar semenanjung Arabia Sokah, Umar Asasuddin
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 30 (1983)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1983.030.11-27

Abstract

Setiap bangsa tentu mengenal pasang-naik dan pasang-surut dalam sejarahnya. Hal ini tergantung dari dua factor. Pertama, Situasi dan kondisi luar negeri yang mengelilingi negeri ini. Kedua, Situasi dan kondisi luar negeri yang mengelilingi negeri ini. Apabila kedua factor ini saling menguntungkan, maka sesuatu bangs aitu akan mengalami pasang-naik. Tapi sebaliknya apabila kedua hal tersebut tidak menguntungkan atau merugikan maka bangs aitu akan mengalami kemunduran.
George Wilhem Friedrich Hegel, (1770-1831) Pemikirannya tentang Ide dan Sejarah Sokah, Umar Asasuddin
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 31 (1984)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1984.031.1-13

Abstract

Dia adalah seorang filsuf Jerman yang ideal (mitsaaliy). Lahir di Stuggart, dan memasuki sekolah teologi Seminary pada Universitas Tubingen tahun 1788. Schelling dan penyair Friedrich Hoiderlin adalah diantara teman sekelasnya. Setelah menamatkan pelajarannya disana tahun 1793, dia menjadi tutor di rumah keluarga aristocrat di Bern. Pada tahun 1796 diamengerjakan pekerjaan yang sama di Frankfurt. Pada tahun1800 dia pergi ke jena, tempat Schelling menggantikan Fichte sebagai professor filsafat dan mengembangkan filsafat ideal alarm dan metafisika, karena ia telah diterima sebagai guru di Jena berdasarkan atas kekutan desertasinya yangberjudul De Orbitis Planetarium (1801). Ia bekerja sama dengan Schelling dalam menerbitkan jurnal filsafat Kritisches Journal der Philosophie. Hegel meninggalkan Jena pergi ke Bamberg untuk menjadi editor surat kabar harian di Bamberg Bavaria.
Khalifah Umar (634-644) Sokah, Umar Asasuddin
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 32 (1984)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1984.032.59-72

Abstract

Setelah peperangan riddah dapat dipadamkan oleh khalid pada pertempuran Aqraba633, maka seluruh suku Arab dapat dipersatukan Kembali. Dalam pada itu situasi di Iraq, daerah kerajaan Sasan, sangat menguntungkan untuk diserang. Karena itu al-Muthanna, kepada suku Syaiban, menyerbu Iraq. Dia dibantu oleh Khalid b. Walid atas persetujuaan Khalifah Abu Bakar. Sebelumnya Abu Bakar. telah mengirim ekspedisi pula ke front Suriah. Karena peperangan di Suriah ini hamper mengalami kekalahan, maka khalifah menyuruh Khalid yang sedang berperang di Iraq untuk menggabungkan diri dengan kawan-kawannya di Suriah guna menghadapi tentara Bizantium yang Tangguh itu.  Tak lama kemudian Abu Bakar meninggal dunia (634), yaitu setelah memimpin negara selama lebih kurang dua tahun. Dalam keadaan yang seperti itulah Umar memangku jabatan khalifah, menggantikan Abu Bakar.
Apakah Benar Utsman Bin Affan Seorang Nepotis? (Sebuah Tanggapan) Sokah, Umar Asasuddin
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 36 (1988)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1988.036.8-19

Abstract

Pada bulan Januari 1984 terbitlah sebuah buku dengan judul Menguak Sejarah Muslim: Suatu Kritik Metodologis oleh Drs. Nurouzzaman Shiddiqi MA. Dengan terbitnya buku ini maka bertambahlah Hasanah perpustakaan sejarah Islam. Buku ini, seperti dikatakan oleh penulisnya pada “sekapur sirih”, terdiri atas tiga bab: “Penulisan Sejarah Muslim,” ”Utsman bin Affan,” dan “Islam Pada Masa Pendudukan Jepang (1942-1945).” Khusus mengenai bab kedua telah disiarkan oleh majalah Al-Jami'ah tahun XV nomor 20 (1980) dengan judul “Apakah Benar Utsman Bin Affan Seorang Nepotis?.” Dan yang akan saya tanggapi hanya yang telah disiarkan oleh majalah Al-Jami'ah atau bab kedua buku tersebut di atas.
Kenapa Islam Lenyap Sama Sekali Dari Spanyol? Sokah, Umar Asasuddin
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 38 (1989)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1989.038.39-59

Abstract

Sebelum penaklukan Islam, semenanjung Iberia telah beberapa kali menjadi jajahan berbagai bangsa. Dikatakan bahwa bangsa Iberia merupakan penduduk asli tertua di sana. Karenanya negara ini disebut juga dengan semenanjung Iberia. Ketika negeri ini dikuasai oleh bangsa Romawi tahun 133 masehi mereka menamainya Asbaniyah untuk seluruh semenanjung itu. Di masa pemerintah mereka masuk pulalah sejumlah bangsa Yahudi. Bersamaan dengan penduduk ini berhadapan Romawi dan agama Nasrani pun masuk. Pada abad ke-5 bagian selatan semenanjung itu pernah takluk kepada suku-suku bangsa Vandal sehingga bagian tersebut disebut “Vandalisia menurut nama suku-suku itu. Ketika orang-orang Islam sampai ke sana Mereka menamakan daerah itu bahkan seluruh semenanjung Iberia, dengan al-Andalus, yang secara etimologis ada kaitannya dengan kata Vandal. Dan pada abad ke-5 itu pula bangsa Gotia Barat sebagai suku Teutoria menyerang Spanyol. Mereka mengusir bangsa Vandal yang mendahuluinya itu.