Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Nilai Spiritualisme dalam Pancasila Natya Amelya Yahya; Citra Syahrani; Usiono Usiono
Garuda: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Dan Filsafat Vol. 2 No. 1 (2024): Maret : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Filsafat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/garuda.v2i1.2216

Abstract

Over the years, value has been an important part of philosophical discussions, both implicitly and directly. Spiritualism is a teaching that says that the soul is the absolute reality of nature in the universe, and that the soul is the basis of the universe and provides a rational explanation. The first principle of Pancasila, Belief in One God, shows the value of spiritualism in its foundation. The value of spiritualism in its general form can be seen in the articles of the 1945 Constitution, especially Article 29 of the Amended 1945 Constitution. Spirituality focuses on a way of life, rather than abstract and speculative philosophical formulations. "Spirituality" is also considered a way that can be used to bring a person to the desired life. Exploring the values of Pancasila as a Liberating Spirituality is an effort and commitment as citizens of the nation, state, and religious communities to make Pancasila a guiding spirit in carrying out the governance of personal and social life of the nation and state. The national spirit of Pancasila truly becomes an inclusive social virtue, inspiring, uniting, and liberating all social groups, ethnicities, religions, languages, and aspirations. The spiritual values contained in Pancasila are divinity, humanity, unity, deliberation, and justice. These values are aligned with the universal values of all religions. Taking Pancasila as a liberating spirituality can help integrate the diversity-also known as kebhinekaan-that characterizes Indonesia around the world. In the face of the COVID-19 pandemic, the national spirit and liberating spirituality of Pancasila values are essential to anticipate and deal with such a crisis. The incarnation of the spirit of Pancasila can be seen in the benefits of national life, such as harmony, tolerance, solidarity, compassion, gotong royong, equality of the dignity of every Indonesian before the law, freedom of expression responsibly, and social solidarity. The sense of nationality reminds us how important it is for every Indonesian son and daughter to stick to the basic principles of national life, namely the love of the homeland, language, and one nation, Indonesia. Loyalty is not limited to religion, culture or geographical region. Basic human values can serve as benchmarks for a country's political, legal and economic systems, so that the spiritual values of Pancasila can liberate and liberate every citizen.
Systematic Literature Review (SLR): Nilai Spiritualitas dalam Pancasila dalam Kajian Teoritis Citra Syahrani; Dr. Usono, MA.
Bersatu: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika Vol. 2 No. 4 (2024): Juli : Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/bersatu.v2i4.526

Abstract

Indonesia memiliki masyarakat yang sangat beragam, ditandai dengan variasi suku, agama, ras, dan kelas, yang mengharuskan pembentukan ikatan yang dapat diterima secara universal. Pancasila, ideologi yang mencakup semua, secara efektif memenuhi persyaratan ini sambil mewujudkan nilai-nilai spiritual. Istilah “spiritual” menunjukkan sesuatu yang bersifat spiritual atau terkait dengan alam spiritual, yang berada di dalam hati manusia dan dianugerahkan oleh entitas ilahi. Wacana ini akan menjelaskan tentang pemeriksaan teoritis nilai-nilai spiritual yang dimanifestasikan di Pancasila, yaitu nilai-nilai ilahi, kemanusiaan, persatuan, konsultasi, dan keadilan. Nilai-nilai ini berfungsi sebagai fondasi keberadaan Bangsa Indonesia dan selaras secara harmonis dengan nilai-nilai universal yang dianut oleh semua agama. Mereka menembus semua aspek kehidupan, termasuk politik, kesejahteraan, budaya, kebangsaan, dan seterusnya. Pancasila memenuhi peran sebagai kekuatan inspiratif, memotivasi semua orang Indonesia untuk mewujudkan aspirasi kemerdekaan bangsanya. Esensi fundamental nilai-nilai spiritual yang diabadikan di Pancasila secara akurat mewakili karakteristik intrinsik masyarakat Indonesia. Pada akhirnya, spiritualitas dapat berfungsi sebagai saluran untuk mewujudkan keseluruhan dan kohesi bangsa Indonesia yang pluralistik.
Pemberdayaan Sekolah dalam Membangun Pola Makan Sehat: Studi Kasus di SMA Gajah Mada Binjai Lifira Naila Salsabila; Alysa Rahmadani Hasibuan; Citra Syahrani; Monnavia Rorisa; Muhammad Abdurrazaq; Rapotan Hasibuan
Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Khidmatuna: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/khidmatuna.v6i1.4186

Abstract

Pola makan sehat sangat penting diterapkan oleh remaja, terutama siswa SMA, karena masa remaja merupakan fase pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Namun, pola konsumsi makanan cepat saji, kebiasaan begadang, serta stres akademik turut mempengaruhi kualitas pola makan siswa. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di SMA Gajah Mada Binjai dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan permasalahan kesehatan siswa serta meningkatkan pengetahuan mereka tentang pentingnya pola makan sehat. Pengabdian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimen one group pre-test dan post-test. Kegiatan dimulai dengan survei awal, identifikasi masalah menggunakan metode Bryant, analisis akar masalah melalui fishbone diagram, dan intervensi edukatif kepada 39 siswa. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa penyakit maag menjadi prioritas utama dengan skor tertinggi (16,9), diikuti oleh masalah kesehatan mental dan diare. Evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman siswa yang signifikan, misalnya pada pernyataan hubungan stres dan maag meningkat dari 59% menjadi 77%. Secara keseluruhan, program edukasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa sebesar 18–24% pada beberapa indikator utama. Program ini mendorong perubahan positif dalam pola pikir siswa mengenai pentingnya gaya hidup sehat, dan diharapkan dapat dilanjutkan melalui dukungan sekolah dalam bentuk edukasi berkelanjutan dan penyediaan fasilitas penunjang.