Rumadaul, Ardawia
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALSISI WACANA KRITIS DALAM BUKU TEKS PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS XII SMA : ANALSISI WACANA KRITIS DALAM BUKU TEKS PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS XII SMA Rumadaul, Ardawia; Marzuki, Ismail; Witdianti, Yeni
FRASA: Jurnal Keilmuan, Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 1 (2026): FRASA: JURNAL KEILMUAN BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/frasaunimuda.v7i1.4790

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk representasi ideologi yang terdapat dalam buku Bahasa Indonesia Lanjut untuk SMA/MA Kelas XII terbitan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tahun 2022 dengan menggunakan model Analisis Wacana Kritis Teun A. van Dijk. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis. Data penelitian berupa kutipan teks yang dianalisis berdasarkan tiga dimensi wacana menurut Van Dijk, yaitu struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan analisis isi terhadap teks dalam buku ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku teks tersebut mengandung konstruksi ideologi yang direpresentasikan secara halus melalui wacana. Pada dimensi struktur teks, ideologi tampak melalui pilihan tema, pengorganisasian teks, dan pemilihan diksi yang cenderung membangun wacana pelestarian budaya, nasionalisme, keteladanan moral, dan pembentukan karakter peserta didik. Pada dimensi kognisi sosial, ditemukan bahwa penyusunan wacana dalam buku ini merupakan hasil konstruksi pengetahuan sosial yang selaras dengan orientasi pendidikan nasional. Sementara itu, pada dimensi konteks sosial, isi teks mencerminkan dukungan terhadap Program Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka. Dengan demikian, buku teks ini tidak hanya berfungsi sebagai media pembelajaran bahasa, tetapi juga sebagai instrumen reproduksi ideologi dalam dunia pendidikan. Penelitian ini menegaskan pentingnya literasi kritis dalam pembelajaran bahasa agar peserta didik tidak hanya memahami teks secara linguistik, tetapi juga secara ideologis.