Siswanto, Khaulah Aisyah Putri
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : JURNAL PSYCHOMUTIARA

PENGARUH PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA SMA KARTIKA I-2 MEDAN Siswanto, Khaulah Aisyah Putri; Diafatma, Jihan; Meliala, Sinarsi; Girsang, Erika
JURNAL PSYCHOMUTIARA Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Psychomutiara
Publisher : Psikologi Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/psikologi.v8i2.6866

Abstract

Latar belakang: Pendidikan merupakan proses yang berfungsi untuk membentuk kemampuan individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan serta meningkatkan kualitas hidupnya. Sebagai lembaga pendidikan resmi, sekolah sangat penting untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, dan pengembangan karakter kepada para siswa. Dalam situasi ini, motivasi siswa memiliki dampak besar pada prestasi belajar. Baik faktor internal maupun lingkungan yang memotivasi siswa untuk aktif terlibat dalam proses pembelajaran dan mencapai hasil terbaik disebut sebagai motivasi belajar. Tujuan: Untuk mengetahui apakah fungsi guru bimbingan dan konseling memengaruhi motivasi belajar siswa di SMA Kartika I-2 Medan. Metode: Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif, dengan populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI, dengan sampel sebanyak 61 siswa sebagai. Prosedur pengambilan sampel dalam penelitian ini mengguanakan non-probability sampling. Kuesioner skala Likert digunakan sebagai instrumen penelitian, dan uji regresi linier sederhana digunakan untuk menganalisis data. Hasil: Hasil uji regresi menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara peran guru bimbingan konseling terhadap motivasi belajar siswa. Nilai signifikansi yang diperoleh adalah 0,000 (<0,05), yang berarti hipotesis diterima. Koefisien determinasi (R²) senilai 0,299 yang menunjukkan bahwa variabel peran guru bimbingan konseling memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan motivasi belajar siswa. Dengan demikian, semakin baik peran guru, semakin tinggi pula motivasi belajar siswa di SMA Kartika I-2 Medan. Kesimpulan: bahwa sekolah harus terus mempromosikan penggunaan peran guru bimbingan dan konseling sebaik mungkin melalui dukungan fasilitas, pengembangan kompetensi, dan pelatihan. Guru bimbingan dan konseling juga didorong untuk menemukan cara-cara yang lebih inovatif dalam memberikan bimbingan, misalnya melalui konseling berbasis teknologi, pendekatan kolaboratif dengan orang tua, dan integrasi kegiatan motivasional dalam proses pembelajaran