Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGARUH PERBEDAAN PENDAPAT ULAMA TERHADAP TASYRI’ Umar Al-Faruq; Mutiara Az-Zahra; Mentari Fathiyah R. F,; Imaad Aqil
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 4 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v4i3.3687

Abstract

Ikhtilaf ulama’ atau perbedaan pendapat para ulama tak luput dari tasyri’ atau perkembangan hukum Islam. Karena hal itu yang menggambarkan hidupnya keanekaragaman interfensi teks-teks keagamaan dan juga menjadi pencapaian terhadap faktor-faktor sosial, politik, dan budaya. Penelitian ini menekankan pendapat para ulama, karena para ulama mempunyai pendapat yang tidak lain hanya mencari suatu kebenaran. Mencapai gelar ulama yang dapat berijtihad sangat tidak mudah karena, betapa beratnya beban dan tanggung jawab yang dipikul oleh para uama’. Setiap sesuatu pasti memiliki sebab akibat, begitu pula perbedaan pendapat para ulama atau ikhtilaf ulama’. yang dapat menjadi faktor pembeda antara lain adalah perbedaan qiraat, perbedaan akidah ulama, perbedaan istinbatul ahkam, dan sebagainya. Akibatnya pun beragam, ada positif dan negatif. Positifnya adalah pengambilan hukum menjadi lebih mudah diterima masyarakat setempat, karena setiap tempat memiliki sesuatu yang membedakan mereka dengan masyarakat lainnya. Serta akibat negatif yang muncul adalah taqlid buta bagi orang awam, yang dapat menyebabkan seseorang dapat mengkafirkan orang lain yang berbeda pendapat dengan mereka.
ANALISIS AL-MUHKAM WA Al-MUTASYABIH DALAM AL QUR’AN Umar Al-faruq; Rahma Zulfiani; Sri Indarwati Hardini; Muhammad Haiqal Syarif
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v3i2.1890

Abstract

Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam ternyata memiliki kompleksitas tersendiri dalam setiap tafsiran dan interpretasinya, terutama yang berhubungan dengan ayat-ayat muhkamat dan mutasyabihat. Ayat muhkamat merupakan ayat yang maknanya jelas, sedangkan ayat mutasyabihat merupakan ayat yang di dalamnya mengandung makna multi-tafsir atau samar. Pentingnya memahami kedua jenis ayat tersebut yang ada di dalam Al Qur’an guna memberikan pemahaman kepada umat muslim untuk menginterpretasikannya serta berusaha mencari makna tersebut dengan berusaha untuk belajar dengan sungguh-sungguh serta menambah wawasan pengetahuan. Tujuan dari penulisan jurnal ini yakni untuk menganalisis secara detail perbedaan antara ayat muhkamat dan mutasyabihat, serta mencoba memahami dan menginterpretasi kedua jenis ayat tersebut agar dapat menambah wawasan pengetahuan. Metode yang digunakan adalah kajian kepustakaan melalui literatur review dengan mencari data dari berbagai sumber jurnal baik nasional ataupun internasional, skripsi, buku, dan sumber kepustakaan lainnya yang relevan dengan topik permasalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman yang tepat mengenai ayat muhkamat dan mutasyabihat sangatlah penting agar nantinya dapat menghindari penafsiran makna Al-Qur’an yang tidak sesuai, sehingga dengan adanya Ayat muhkamat berfungsi sebagai dasar hukum dan pedoman hidup yang jelas, sehingga nantinya dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan relevan dengan kondisi perkembangan yang ada pada saat ini.
TINJAUAN TERHADAP DINAMIKA GERAKAN KEBANGKITAN HUKUM ISLAM: PERSPEKTIF PASCA PERIODE JUMUD DAN TAKLID Umar Al-faruq; Arif Rohman Mushofa; Naailah Fatkhiyah; Rofi’ul Hanan Asrowiyah; Nur Azizatun Nikmah
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v3i2.1891

Abstract

Sejarah perkembangan hukum Islam tidak terlepas dari dinamika peradaban umat Islam itu sendiri. Kajian ini fokus terhadap gerakan kebangkitan hukum Islam pasca masa taklid dan jumud. Sejarah Islam diklasifikasikan dalam tiga periode utama, yakni: klasik, pertengahan, dan modern. Periode klasik (650–1250 M) adalah masa kejayaan, sedangkan periode pertengahan (1250–1800 M) adalah masa mundurnya peradaban Islam yang meliputi kebangkitan tiga kerajaan besar: Usmani, Safawi, dan Mughal. Periode modern (1800 M-sekarang) ditandai dengan kebangkitan kaum muslim setelah takluknya Mesir ke tangan Barat, yang memicu kesadaran untuk pembaharuan dalam Islam. Kesadaran ini muncul dari kondisi stagnan dan usaha untuk bangkit kembali sebagai kekuatan yang setara dengan Barat. Artikel ini menguraikan upaya dan dinamika dalam gerakan pembaharuan hukum Islam serta dampaknya pada perkembangan hukum Islam kontemporer.
MASA TAQLID KE MASA JUMUD: DINAMIKA PERUBAHAN HUKUM DALAM SEJARAH ISLAM Umar Al-faruq; Achmad Choiril Anwar; Dieningrat Argo Seto; Wafi Auha Amalia
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v3i2.1894

Abstract

Periode taqlid dan jumud dalam hukum Islam menggambarkan perubahan penting dalam sejarah hukum Islam, yang ditandai dengan sedikitnya inovasi dan perubahan dalam pandangan hukum. Artikel ini menganalisis asal-usul, konsekuensi, dan implikasi dari periode ini. Melalui metodologi deskriptif, penelitian ini menelusuri faktor-faktor seperti stabilitas politik, pengaruh tradisi, dan kurangnya inovasi baru yang menyebabkan keterbatasan dalam pemikiran hukum. Meskipun beberapa ulama’ berusaha meneruskan diskusi tentang hukum Islam, seperti Al-Ghazali, Ibnu Hazm, dan Ibnu Taimiyah, namun secara umum, aktivitas ini menurun karena berbagai faktor, termasuk perpecahan politik dan fanatisme terhadap madzhab fiqih. Penutupan pintu pemikiran hukum disebabkan oleh keyakinan bahwa hukum Islam sudah lengkap dalam karya-karya sebelumnya. Masa taqlid dan jumud menandai periode stagnasi intelektual, di mana para cendekiawan lebih memilih untuk mengikuti pemikiran yang ada daripada menghasilkan pandangan baru, menandai titik mundur dalam sejarah hukum Islam.
Tiga Pilar Utama Peradaban Islam Dalam Lintas Sejarah (Turki Usmani, Safawiyah, Fatimiyah) Sintia Fa’iz Rahmadina; Nova Sevila Elsanti; Ainaya Harisah; Rahma Arisanti; Umar Al-Faruq
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 2 No. 2 (2024): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study will discuss three major medieval Islamic empires that played an important role in the development of Islamic civilization, namely: the Ottoman Turks, the Safavid Dynasty, and the Fatimid Dynasty. These three empires reached the peak of their glory under the leadership of great figures such as Sultan Sulaiman al-Qanuni, Shah Abbas I, and Caliph al-Mu'iz Riddin Allah. All three contributed to the advancement of politics, economy, art, science, and religious tolerance. However, their decline was caused by internal factors such as weak governance, dynastic conflicts, and external pressure from foreign powers. This study reveals the dynamics of Islamic history during the period of these empires and provides important insights into their successes and failures and their relevance to the study of Islamic civilization today.
Peradaban Islam Di Asia Selatan Yahya , Mohammad Alfan Choirudin; Dinda Aisyah Huwaina Humaira Pratolo; Delia Anggun Sasmita; Umar Al-Faruq
Journal of Religion and Social Community | E-ISSN : 3064-0326 Vol. 1 No. 2 (2024): Oktober - Desember
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jrsc.v1i2.70

Abstract

This study aims to analyze the process of entry and development of Islam in South Asia, especially its influence on culture, society, and politics in the region. This study also aims to understand the interaction between Islamic culture and local traditions, such as Hinduism, as well as the contribution of Islam in shaping regional identity, including through cultural acculturation, such as the birth of Urdu and the development of Sufism. In addition, this study aims to provide a comprehensive picture of the historical dynamics that occurred in South Asia as an effort to enrich the study of Islamic history and culture in the region. This study uses a qualitative method based on library research to examine relevant written sources, such as books, journals, articles, and other sources. The stages of analysis include topic selection, data collection and filtering (heuristics), in-depth analysis (interpretation), and writing (historiography). The results of the study show that the entry of Islam brought major changes to the social and political systems of South Asia, especially through the contributions of Islamic kingdoms such as the Mughal Empire. However, the influence of Hinduism is still felt in aspects of social stratification and mysticism. The phenomenon of Sufism reflects the interaction between Islamic and Hindu traditions, showing the diversity and dynamics of culture in the region. The conclusion of this study emphasizes the importance of understanding cultural acculturation in South Asian history as a reflection of the interaction between various civilizations. This study is expected to provide new insights for the study of the influence of Islam in South Asia and open up opportunities for further research on its influence in modern times.
Sejarah Peradaban Dinasti Umayyah Yang Membangun Jembatan Peradaban Islam Abduh Al-Hafiedz; Dinda Safira tunisa; Umar Al-Faruq
Journal of Religion and Social Community | E-ISSN : 3064-0326 Vol. 1 No. 2 (2024): Oktober - Desember
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jrsc.v1i2.72

Abstract

This journal intends to provide an overview of the reign of Bani Umayyah (661-750 AD), an important period in the history of Islamic civilization marked by a significant change in the system of government, from consensus democracy to absolute monarchy. Supported by Muawiyah bin Abi Sufyan as the founder, the dynasty succeeded in expanding Islamic territory to North Africa, Spain and Central Asia, and achieved advances in education, art and architecture, as seen in the Umayyad Mosque in Damascus. Although the dynasty experienced its peak during the time of Umar bin Abdul Aziz, who was known as a just and reformist caliph, the Umayyads also faced various challenges, including social tensions, class differences, and rebellions, which ended its originality. This research uses the literature study method to analyze the contribution and impact of the Umayyad Dynasty in the formation and development of Islamic civilization, as well as its continuing influence in subsequent Islamic history
Peradaban Islam Di Masa Khulafaurrasyiddin Muhammad Ikrom; Muhammad Hirsu Maulana; Jihan Zahirah Rasyidah; Umar Al-Faruq
Journal of Religion and Social Community | E-ISSN : 3064-0326 Vol. 1 No. 2 (2024): Oktober - Desember
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jrsc.v1i2.73

Abstract

Kepemimpinan Khulafaur Rasyidin memiliki peran penting dalam membangun peradaban Islam pasca wafatnya Nabi Muhammad SAW. Para khalifah pertama—Abu Bakar As-Siddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib—memimpin umat Islam berdasarkan prinsip musyawarah yang sesuai dengan ajaran Al-Qur'an. Masing-masing khalifah berkontribusi dalam menjaga stabilitas umat, memperluas wilayah kekuasaan Islam, serta mengembangkan sistem pemerintahan yang lebih terorganisir. Abu Bakar menyatukan umat melalui Perang Ridda dan memulai kodifikasi Al-Qur'an. Umar bin Khattab memperluas wilayah hingga Persia dan Mesir serta menetapkan sistem administrasi pemerintahan yang efisien. Utsman bin Affan menyelesaikan kodifikasi Al-Qur'an dalam mushaf standar dan memperkuat infrastruktur negara. Ali bin Abi Thalib mereformasi pemerintahan dan mengembangkan ilmu tata bahasa Arab. Kontribusi keempat khalifah ini membangun fondasi bagi kemajuan Islam dalam bidang keagamaan, sosial, dan politik.
Stagnasi dan Taqlid dalam Sejarah Tasyri’: Analisis Epistemologis atas Kemunduran Ijtihad pada Abad 4–19 H Muhammad Ashif Arifin; Nike Putri Ramadhani; Nurhidayah Lailaturrizky; Umar Al-Faruq
El-Faqih : Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam Vol. 11 No. 2 (2025): EL FAQIH
Publisher : Institut Agama Islam (IAI) Faqih Asy'ari Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tarikh Tasyri’ is a vital concept in Islamic studies, referring to the period of the implementation of Sharia law. This article explores the significance, historical context, philosophical underpinnings, and relevance of Tarikh Tasyri’. The study examines its evolution from the early days of Islam to contemporary times, highlighting its role in shaping Islamic legal frameworks and social structures. The article emphasizes the importance of understanding Tarikh Tasyri’ in addressing modern challenges and upholding Islamic values in a globalized world. Through library research, data from books, journals, and articles are analyzed. The findings demonstrate that Tarikh Tasyri’ is crucial for understanding Islamic law's development and its social impact. The study also reveals that stagnation during the periods of jumud and taqlid not only hindered legal practice but also restricted the development of adaptive ijtihad methodologies. This stagnation obstructed Islamic legal reform well into the modern era. Therefore, a deep understanding of the epistemological effects of jumud is essential for revitalizing contemporary Islamic law and ensuring its relevance in the face of globalization
ANALISIS AL-MUHKAM WA Al-MUTASYABIH DALAM AL QUR’AN Umar Al-faruq; Rahma Zulfiani; Sri Indarwati Hardini; Muhammad Haiqal Syarif
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v3i2.1890

Abstract

Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam ternyata memiliki kompleksitas tersendiri dalam setiap tafsiran dan interpretasinya, terutama yang berhubungan dengan ayat-ayat muhkamat dan mutasyabihat. Ayat muhkamat merupakan ayat yang maknanya jelas, sedangkan ayat mutasyabihat merupakan ayat yang di dalamnya mengandung makna multi-tafsir atau samar. Pentingnya memahami kedua jenis ayat tersebut yang ada di dalam Al Qur’an guna memberikan pemahaman kepada umat muslim untuk menginterpretasikannya serta berusaha mencari makna tersebut dengan berusaha untuk belajar dengan sungguh-sungguh serta menambah wawasan pengetahuan. Tujuan dari penulisan jurnal ini yakni untuk menganalisis secara detail perbedaan antara ayat muhkamat dan mutasyabihat, serta mencoba memahami dan menginterpretasi kedua jenis ayat tersebut agar dapat menambah wawasan pengetahuan. Metode yang digunakan adalah kajian kepustakaan melalui literatur review dengan mencari data dari berbagai sumber jurnal baik nasional ataupun internasional, skripsi, buku, dan sumber kepustakaan lainnya yang relevan dengan topik permasalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman yang tepat mengenai ayat muhkamat dan mutasyabihat sangatlah penting agar nantinya dapat menghindari penafsiran makna Al-Qur’an yang tidak sesuai, sehingga dengan adanya Ayat muhkamat berfungsi sebagai dasar hukum dan pedoman hidup yang jelas, sehingga nantinya dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan relevan dengan kondisi perkembangan yang ada pada saat ini.