Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Pertolongan Pertama Tersedak Dengan Teknik Heimlich Maneuver Pada Siswa MTS Al-Ihsan Hafizhah Nur Istiqomah; Kharisma Wahyu Widodo; Nabilla Dyva Chiendytya; Nora Herawati; Bagas Biyanzah Drajad Pamukhti
Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan
Publisher : PPNI UNIMMAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jpbidkes.v2i2.67

Abstract

Choking is still a concern today, as it is the fourth leading cause of unintentional death. Choking often occurs in infants and children, most of whom are 14 years old. From the results of interviews, it is known that students' knowledge related to handling choking with the heimlich maneuver technique is still lacking. At the service partner, MTS Al-Ihsan Cepogo, Boyolali, education has also never been carried out regarding choking management, especially with the heimlich maneuver technique. The purpose of this community service is to increase students' knowledge and skills related to choking handling using the heimlich maneuver technique. The community service method through educational activities and demonstrations showed an increase in student knowledge by 88%.
Terapi Bermain Puzzle Untuk Menurunkan Kecemasan Akibat Hospitalisasi Di Bangsal Flamboyan RSUD Ir. Soekarno Kab. Sukoharjo Hafizhah Nur Istiqomah; Hanif Nur Fauzan; Ayu Rahmawati; Aisyah Yaumul Furqan; Hyasintha Aryanti; Afrah Hasna Fadhilah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i2.2147

Abstract

Hospitalisasi pada anak merupakan kondisi yang dapat menimbulkan kecemasan akibat perubahan lingkungan, prosedur medis, serta keterpisahan dari orang tua dan aktivitas sehari-hari. Kecemasan yang tidak ditangani berpotensi menyebabkan penolakan tindakan perawatan, memperpanjang masa rawat inap, serta menghambat proses penyembuhan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menurunkan tingkat kecemasan anak akibat hospitalisasi melalui terapi bermain puzzle. Kegiatan dilaksanakan selama satu hari dengan desain pretest–posttest tanpa kelompok kontrol pada tiga pasien anak usia 4–8 tahun di Bangsal Flamboyan RSUD Ir. Soekarno Kabupaten Sukoharjo. Pengukuran tingkat kecemasan menggunakan Children’s Emotional Manifestation Scale (CEMS) yang menilai ekspresi wajah, vokalisasi, aktivitas, interaksi, dan tingkat kerja sama anak. Intervensi berupa terapi bermain puzzle edukatif dengan aktivitas menyusun potongan huruf menjadi nama buah, hewan, dan benda sesuai gambar yang familiar bagi anak. Kegiatan dilakukan selama 60 menit dengan pendampingan fasilitator dan tingkat kesulitan ringan hingga sedang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan setelah intervensi, dari kategori kecemasan berat dan sedang (100%) menjadi kecemasan ringan (33%) dan tidak ada kecemasan (67%). Terapi bermain puzzle dapat direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis yang aman, menyenangkan, dan mudah diterapkan untuk membantu anak beradaptasi selama hospitalisasi