Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemasangan Papan Wicara Terkait Rokok di Kelurahan Bonto-Bonto, Kabupaten Pangkep Marzuki, Dian Saputra; As Sahid, Muh. Rizaldy; Arny, Syahria Shava Tepu; Sudirman, Nurul Mutiara Syahputri; Tahrim, Nurmutmainna; Putri, Nisya Nadira; Athaya, Firdi; Lathifatunnisa’, Lathifatunnisa’
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Maret 2024 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v4i2.530

Abstract

Pemberdayaan masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan publik, seperti bahaya rokok, menjadi fokus penting di berbagai komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi implementasi papan wicara sebagai alat komunikasi alternatif dalam menyampaikan informasi mengenai bahaya rokok di Kelurahan Bonto-Bonto. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara dengan pemangku kepentingan terkait, dan analisis konten dari papan wicara yang dipasang di area kelurahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasangan papan wicara telah berhasil memfasilitasi komunikasi mengenai bahaya rokok di Kelurahan Bonto-Bonto. Papan wicara menjadi media yang efektif untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat secara visual, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan dalam kemampuan membaca dan menulis. Selain itu, papan wicara juga memperkuat kesadaran masyarakat akan dampak negatif rokok terhadap kesehatan dan lingkungan. Keterlibatan aktif masyarakat dalam perancangan dan pemasangan papan wicara juga terbukti meningkatkan rasa memiliki terhadap program pencegahan bahaya rokok. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan, seperti pemeliharaan dan keberlanjutan papan wicara dalam jangka panjang. Oleh karena itu, disarankan adanya kolaborasi antara pemerintah lokal, lembaga swadaya masyarakat, dan komunitas dalam mendukung implementasi papan wicara sebagai strategi pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi masalah kesehatan publik.
Emo Demo Pentingnya Zat Besi dan Tablet Tambah Darah di SMPN 1 Ma’rang, Pangkep Marzuki, Dian Saputra; Tahrim, Nurmutmainna; As Sahid, Muh. Rizaldy; Sudirman, Nurul Mutiara Syahputri; Putri, Nisya Nadira; Arny, Syahria Shava Tepu; Athaya, Firdi; Lathifatunnisa’ , Lathifatunnisa’
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Maret 2024 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v4i2.531

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan yang dialami oleh remaja putri yang ditandai suatu kondisi dimana kadar hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari normal. Anemia memiliki dampak yang serius bagi remaja putri di masa yang akan datang. Sehingga untuk mencegah anemia perlu diberikan perhatian khusus mengenai pengetahuan gizi tentang pentingnya zat besi dan tablet tambah dara. Tujuan edukasi ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya konsumsi zat besi dan tablet tambah darah. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah Emotional Demonstrasi (Emo Demo) menggunakan kartu ATIKA pada 26 siswi remaja putri SMPN 1 Ma’rang. Sebelum pelaksanaan kegiatan Emo Demo, dilakukan pretest untuk menilai sejauh mana pemahaman remaja putri dan diakhir diberikan post test. Hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa kegiatan Emo Demo dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswi remaja putri SMPN 1 Ma’rang.
Health promoting university programs as a strategy for reducing tuberculosis stigma and enhancing environmental Ahmadi, Arbi; Idris, Irma; Tahrim, Nurmutmainna; Nisa, Nur Aulia; Alifah, Nahda Fatin
Asian Journal of Toxicology, Environmental, and Occupational Health Vol. 2 No. 2 (2025): (January) 2025
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/ajteoh.v2i2.2025.1438

Abstract

Introduction: Tuberculosis (TB or TBC) is a deadly infectious disease that surpasses HIV and malaria as the leading cause of infectious death. Indonesia ranks second in global TB cases. The main challenges in eliminating TB are stigma, social problems and low adherence to treatment due to access to services. The Health Promoting University aims to increase health awareness in universities. This study encourages the participation of the younger generation to voice TB issues in their surroundings and on social media. Method: This research uses a descriptive qualitative method, analyzing secondary data from regulations and literature and a mini survey to measure Indonesian students' understanding of Tuberculosis. Findings: The results of the research show that Indonesia has the second highest TB cases in the world, with vulnerable groups such as students exposed through droplets when sufferers cough or sneeze. Risk factors for students include fatigue from studying, smoking habits, and intense social interactions. WHO data shows that the TB death rate in Indonesia will reach 134,000 in 2022. TB also triggers stigma and discrimination, hindering patients in education and employment. Increasing awareness supported by concrete policies is the main solution in overcoming the spread of TB. Conclusion: Universities in Indonesia have a strategic role in creating a healthy campus environment, in accordance with Law No. 12 of 2012 concerning Higher Education and Regulation of the Minister of Education and Culture No. 3 of 2020. Through the Health Promoting University, universities are expected to integrate health education, such as TB prevention, into campus culture. Novelty/Originality of this article: This program involves various efforts, such as the formation of TB prevention communities, socialization of clean living behavior, routine health checks, and a "Zero Tolerance" policy for health risks. With this approach, campuses contribute to national efforts to eradicate TB, create a healthy learning environment, and increase students' health awareness.