Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Determinan Keramas Dengan Penyakit Kutuan Terhadap Berat Badan Pada Anak di Desa Pematang Biara Fadila, Nurly; Khadijah, Siti; Prasetyo, Angga Dwi; Ashifa, Mutiara; Salsabila, Fatma; Oesrani, Daffa Dhiba; Dhanty, Keysha Febri; Aulia Putri, Ghizka
Alahyan Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2024): (Mei)
Publisher : PT. Alahyan Publisher Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61492/ecos-preneurs.v2i1.97

Abstract

Pediculosis capitis is a common disease in Indonesia. The study aims to identify the shaming determinan with the incidence of pedicuinfirmcapitis in the village of gourd bay district monastery district, the serdang deli district. The study was carried out from December 16 to 17, 2023. Studies using primary data analysed by handing out questionnaires of 229 children. Data collection USES an interview sampling technique and USES a questionnaire consisting of questions about identity, body weight, how to get the disease in any way or treatment for the disease. The analysis of the data on this study is done using a descriptive method. The study was a quantitative study with a conceptual analysis that used a c-square test. As many as 125 respondents had suffered from backups and 70 of those who had hair lice affected their friends. In this study, shampooing becomes the reason children are subjected to kuples by the number of one week at 41 reponden 1x a week, 103 respondents at 2x-3x a week, 81 responders >3x a week, and 4 respondents daily shampooing. Next to those who did not treat me as many as 107 respondents while 56 reponden treated me with a comb of ticks, 42 reponden with peditox, 4 of those with hair cuts, 1 of olive oil, 2 of those with just shampooing, and 17 of those with magic chalk. It can then be deduced from study that the factors that caused the respondents to become Pediculosis capitis were those that resulted from irregular shampooing, the transmission of the family, and the transmission of a friend.
GAMBARAN TINGKAT STRESS AKADEMIK MAHASISWA YANG BEKERJA PARUH WAKTU DI UNIVERSITAS X Khadijah, Siti; Dhanty, Keysha Febri; Sambas, Rizka Aulia; Salianto, Salianto
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27834

Abstract

Mahasiswa sering kali bekerja paruh waktu untuk memenuhi kebutuhan finansial atau mendapatkan pengalaman kerja. Namun, bekerja paruh waktu di samping studi membuat mahasiswa sulit untuk membagikan waktu antara pekerjaan dengan tugas kuliah sehinnda dapat menimbulkan stres akademik bagi mahasiswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Universitas X berjumlah 30 orang. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling, di mana seluruh data dari populasi yang memenuhi kriteria eksklusi, yaitu mahasiswa Universitas X yang bekerja paruh waktu, akan diambil sebagai sampel penelitian. Instrumen yang digunakan adalah angket yang berisi pertanyaan-pertanyaan mengenai stres akademik pada siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat stress akademik mahasiswa terbagi menjadi 3 yaitu ringan sebanyak 5 orang (16%), sedang sebanyak 16 orang (52%), dan berat sebanyak 10 orang (32%). Kesimpulan dari penelitian adalah mahasiswa yang kuliah sambil bekerja cenderung mengalami stres akademik sedang hingga tinggi akibat beban ganda antara kuliah dan pekerjaan. Beban ganda antara kuliah dan pekerjaan dapat menyebabkan mahasiswa kelelahan, prestasi akademik menurun, kelulusan tertunda, bahkan dikeluarkan dari kampus karena lebih memprioritaskan pekerjaan daripada kuliah. Salah satu alasan mahasiswa kuliah sambil kerja adalah faktor finansial, yaitu untuk mendapatkan penghasilan guna membiayai kuliah dan kebutuhan sehari-hari, serta tidak membebankan keluarga. Alasan lainnya yaitu guna mengisi waktu kosong, mencari pengalaman, menyalurkan hobi, dan hidup mandiri.