Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Motivasi Pekerja Terhadap Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Pada Proyek Gedung Apartemen The Umalas Signature Aulya, Zanzabila
Alahyan Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2024): (Nopember)
Publisher : PT. Alahyan Publisher Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61492/ecos-preneurs.v2i2.120

Abstract

Based on BPJS Employment data, there were 153,044 work accidents in 2020. Of this number, 68.5 percent occurred in the environment where work was carried out. Providing and using personal protective equipment (PPE) is an effort to improve occupational safety and health. Work experience and behavior in choosing the type of PPE influence the fulfillment of PPE use. Based on the findings of a preliminary survey conducted on 19 August 2022, through interviews with contractor staff at The Umalas Signature Project which oversees K3, no worker training on K3 was ever provided during the approximately five months the project was operational even though workers are the party most to blame for most work accidents. negligent building practices and negligent use of personal protective equipment. Employees' use of personal protective equipment can be influenced by three elements, namely psychological, individual, and organizational aspects. A total of 39 respondents were surveyed and interviewed to collect data, which was then evaluated using scoring analysis and quantitative descriptive data analysis techniques. To measure the level of motivation of workers in using personal protective equipment (PPE) based on individual, psychological and organizational factors, data analysis was carried out to identify influential factors that influence this behavior. Based on research findings, the organizational factors in the FO 3 statement item which has an average score of 4.5 (very strong) and a percentage value of 95% is a determining factor that influences employee health to use personal safety equipment (PPE). The Individual Factor then displays an influence value of 44.4% based on the multiple linear regression analysis test. The value of the influence of psychological elements is 41.4%. The influence value of organizational factors is 67.1%.
ANALISIS PEMELIHARAAN ALAT KESEHATAN DAN PELAYANAN DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN BATUBARA Manurung, Dia Sari Narulita Br; Manik, Hubban Fathia; Nasution, Nur Syahidah Hasiah; Sagala, Rahmadani; Aulya, Zanzabila
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.40564

Abstract

Kesehatan masyarakat merupakan hak asasi manusia yang harus diperhatikan, dan salah satu aspek fundamental dalam penyediaan layanan kesehatan yang berkualitas adalah ketersediaan serta pemeliharaan peralatan medis yang memadai. Peralatan medis yang terawat dengan baik akan mendukung efektivitas layanan kesehatan, meningkatkan akurasi diagnosis, serta mempercepat proses pengobatan pasien. Oleh karena itu, pemeliharaan alat kesehatan menjadi salah satu elemen kunci dalam sistem pelayanan kesehatan, terutama di fasilitas layanan kesehatan tingkat daerah seperti Dinas Kesehatan Kabupaten Batu Bara. Namun, dalam implementasinya, terdapat berbagai tantangan yang harus diatasi, seperti ketersediaan sumber daya manusia, pemenuhan standar pelayanan, serta keberlanjutan pemeliharaan alat kesehatan itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pemeliharaan alat kesehatan dilakukan di Dinas Kesehatan Kabupaten Batu Bara serta bagaimana hal tersebut memengaruhi kualitas layanan kesehatan yang diberikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan wawancara langsung kepada staf bidang pengelola layanan kesehatan. Pengumpulan data dilakukan untuk menggali pemahaman mengenai mekanisme pemeliharaan alat kesehatan, kendala yang dihadapi, serta langkah-langkah yang diambil untuk memastikan keberlanjutan pelayanan kesehatan yang optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeliharaan alat kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Batu Bara telah diterapkan dengan baik. Pemeliharaan ini dilakukan melalui serangkaian prosedur yang mencakup inspeksi rutin, perbaikan jika ditemukan ketidaksesuaian, serta evaluasi berkala terhadap efektivitas alat dalam menunjang pelayanan kesehatan.  Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pengelolaan alat kesehatan yang efektif berperan penting dalam menjamin kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Batu Bara. Pengadaan alat kesehatan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan fasilitas kesehatan menjadi faktor krusial dalam mengurangi potensi gangguan dalam pelayanan.