Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH STRATEGI PEMASARAN BERBASIS SYARIAH TERHADAP KEPUTUSAN MEMBELI PRODUK HNI-HPAI PADA MASYARAKAT URBAN DAN RURAL DI PROVINSI JAMBI Mawar Indah
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurimea.v3i2.262

Abstract

Factors that can foster buying decisions are related to emotions, someone feels happy and satisfied in buying goods or services, then it will strengthen buying interest. Through this research, it is expected to find out the to reveal the influence of sharia-based marketing strategies on the decision to buy HNI-HPAI products in Urban and Rural communities in Jambi Province The type of research in this thesis is field research, using quantitative research methods. The object of research used in this research is Urban and Rural communities in Jambi Province From the results of the research conducted, it is shown that: there is an influence of marketing strategy and buying decisions on the decision to buy HNI-HPAI products in Urban and Rural communities in Jambi province because the marketing strategy calculation (X) t value is greater than t table, namely ( 4,094 > 2,159) and a significance value of 0.000 < 0.05 then Ho is rejected and Ha is accepted besides that because the products offered are HNI-HPAI products in accordance with consumer desires, all product choices are kaffah (according to religious norms), product quality is able to compete with product quality other.
HUBUNGAN ANTARA POLA KONSUMSI DAN PENDIDIKAN PADA MAHASISWA DI KOTA MEDAN Mawar Indah; Yusra Amelia Hsb; Dini Lestari; M. Ikhsan Harahap
Journal of Management and Creative Business Vol. 1 No. 1 (2023): January: Journal of Management and Creative Business
Publisher : Universitas 45 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1037.579 KB) | DOI: 10.30640/jmcbus.v1i1.499

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat pola konsumsi dengan pendidikan pada mahasiswa yang ada di kota Medan. Peneliti menggunakan metode survey dan menyebarkan angket serta kuesioner kepada mahasiswa dengan pertanyaan yang sistematis dan yang berkaitan dengan pola konsumsi mahasiswa. Tingkat konsumsi mahasiswa dipengaruhi oleh tempat tinggal atau kost mereka, serta perkuliahan yang padat menjadikan konsumsi mereka berbeda-beda. Rata-rata pola konsumsi mahasiswa bertaraf rendah, karena mereka bisa mengendalikan keuangan mereka yang baik.
PERAN AUDIT INTERNAL DALAM PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE PADA BPRS GEBU PRIMA MEDAN Mawar Indah
Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol. 2 No. 4 (2024): Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi
Publisher : Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/neraca.v2i4.1231

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja peran audit internal dalam penerapan Good Corporate Governance pada BPRS Gebu Prima Medan dan bagaimana audit internal menjalankan perannya pada Good Corporate Governance. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif deskriptif yaitu penelitian yang menjelaskan dan memaparkan objek penelitian secara terperinci. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara terarah. Wawancara dilakukan bersama dengan Ibu Yola Oktita selaku Audit Control di BPRS Gebu Prima Medan yang terletak di Jalan Arief Rahman Hakim No. 139, Pasar Merah Timur, Kec. Medan Area, Kota Medan. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan studi literatur yang diperoleh dari website, buku-buku dan penelitian-penelitian terdahulu yang relevan dan terpercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada BPRS Gebu Prima Medan, peran audit internal dalam penerapan GCG sudah menjalankan fungsi dan tugasnya dengan baik sehingga sampai saat ini bank masih dapat beroperasi dengan baik serta dengan reputasi yang baik pula. Hanya saja dalam menjalankan prinsip kehati-hatian bank perlu ditingkatkan lagi agar pembiayaan bermasalah masih dalam batas wajar. Karena dikhawatirkan jika pembiayaan bermasalah terus terjadi maka bisa berakibat pada tingginya angka Non Performing Financing (NPF) bank.
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP ZAKAT PROFESI SELEBGRAM DARI PENGHASILAN ENDORSMENT DI KOTA MAKASSAR Ashar Sinilele; Mawar Indah; Hasbi
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 7 No 3 (2026): April
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v7i3.67424

Abstract

Abstraks Pokok permasalahan pada penelitian ini tentang bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap zakat profesi selebgram dari penghasilan endorsement di Kota Makassar. Permasalahan tersebut dirumuskan pokok sub masalah: 1) Bagaimana praktik pelaksanaan zakat oleh selebgram serta faktor-faktor yang mempengaruhi kesadaran dan kepatuhan dalam menunaikan zakat penghasilan dari endorsement?. 2) Bagaimana ketentuan hukum Islam terhadap zakat profesi selebgram dari penghasilan endorsement?. Metode penelitian yang digunakan dalam konteks penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), penelitian dilaksanakan di Kota Makassar. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian ini adalah pedoman wawancara dan observasi dengan analisis data meliputi reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data dilakukan dengan uji triangulasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktik pelaksanaan zakat profesi oleh selebgram di Kota Makassar masih beragam. Sebagian selebgram telah menunaikan zakat dari penghasilan endorsement ketika telah mencapai nisab, namun sebagian lainnya belum melaksanakan secara optimal karena kurangnya pemahaman, rendahnya kesadaran, serta pengaruh gaya hidup dan minimnya sosialisasi terkait zakat profesi. Dalam tinjauan hukum Islam, penghasilan dari endorsement termasuk dalam kategori māl mustafād yang wajib dizakati apabila telah memenuhi syarat nisab dan haul dengan kadar sebesar 2,5%. Ketentuan ini sejalan dengan prinsip-prinsip hukum Islam dan fatwa ulama mengenai kewajiban zakat atas penghasilan profesi. Dengan demikian, zakat profesi selebgram dari penghasilan endorsement dapat dikategorikan sebagai kewajiban yang sah menurut hukum Islam apabila telah memenuhi ketentuan yang berlaku. Kata Kunci: Zakat Profesi, Selebgram, Endorsement, Hukum Islam, Makassar.   Abstract The main problem of this research concerns how Islamic law reviews professional zakat of Instagram influencers (selebgrams) from endorsement income in Makassar City. The problem is formulated into the following sub-problems: 1) How is the practice of zakat implementation by selebgrams and what factors influence their awareness and compliance in paying zakat on endorsement income? 2) What are the provisions of Islamic law regarding professional zakat of selebgrams from endorsement income?. The research method used in this study is field research, conducted in Makassar City. The data collection methods employed are observation, interviews, and documentation. The research instruments include interview and observation guidelines, with data analysis techniques consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. Data validity is ensured through data triangulation. The results of this study indicate that the practice of professional zakat among selebgrams in Makassar City varies. Some selebgrams have fulfilled their obligation to pay zakat on endorsement income when it reaches the nisab threshold, while others have not carried it out optimally due to a lack of understanding, low awareness, lifestyle influences, and limited socialization regarding professional zakat. From the perspective of Islamic law, income derived from endorsement is categorized as māl mustafād and is subject to zakat if it meets the requirements of nisab and haul, with a rate of 2.5%. This provision is in line with the principles of Islamic law and scholars’ fatwas regarding the obligation of zakat on professional income. Therefore, professional zakat on selebgrams’ endorsement income can be considered a valid obligation under Islamic law when the required conditions are fulfilled. Keywords: Professional Zakat, Selebgram, Endorsement, Islamic Law, Makassar.