Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi dan Pendampingan Sertifikasi Halal bagi UMKM di Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo Djibran, Moh Muchlis; Indrianti, Merita Ayu; Djaini, Aditya; Mahmud, Yuyan; Harun, Halima; Laiko, Rizal Susanto; Ahmad, Laswin; Mayang, Suriyani; Angio, Wirna; Yunus, Iwan; Tamrin, Ahmad; Mohamad, Asna Kasim
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v2i1.251

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui sosialisasi dan pendampingan dengan sertifikasi halal. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi interaktif, dan pendampingan langsung kepada pelaku UMKM. Tahap pertama melibatkan sosialisasi mengenai pentingnya sertifikasi halal dan manfaatnya, yang disampaikan oleh penyuluh Agama Islam. Selanjutnya, dilakukan diskusi interaktif untuk menjawab pertanyaan dan mengatasi keraguan pelaku UMKM mengenai proses sertifikasi. Tahap terakhir adalah pendampingan intensif, di mana para pelaku UMKM diberikan bantuan teknis dalam menyiapkan dokumen, memahami prosedur, dan memenuhi persyaratan sertifikasi halal. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman pelaku UMKM mengenai pentingnya sertifikasi halal dan proses yang harus ditempuh. Kesimpulannya, sosialisasi dan pendampingan yang terstruktur dan intensif efektif dalam membantu UMKM memperoleh sertifikasi halal, meningkatkan daya saing mereka, dan memperluas jangkauan pasar. Kegiatan ini membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah, lembaga terkait, dan akademisi dapat memberikan dampak positif yang signifikan dalam mendukung pertumbuhan UMKM.
Studi komparasi Kelayakan Ekonomi Usahatani Padi Sawah dan Padi Ladang di Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango Mahmud, Yuyan; Gobel, Yusriyah Atikah; DJibran, Moh Muchlis; Djaini, Aditya
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Agribisnis Volume 15 Nomor 1
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/zmeyex15

Abstract

Penelitian ini mengkaji komparasi efisiensi ekonomi dan kelayakan finansial petani pada usahatani padi sawah dan padi ladang di Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi trade-off antara efisiensi biaya (R/C Ratio) dan pendapatan nominal yang diterima petani dari kedua sistem tersebut. Data dikumpulkan melalui survei terhadap 64 petani, terdiri dari 43 petani padi sawah (simple random sampling) dan 21 petani padi ladang (sampling jenuh). Hasil analisis menunjukkan fenomena menarik yakni secara efisiensi modal, usahatani padi ladang justru lebih unggul dengan R/C Ratio 1,59 dibandingkan padi sawah sebesar 1,48, namun dari sisi nominal pendapatan bersih, padi sawah memberikan hasil yang signifikan lebih tinggi sebesar Rp 3.907.744 per musim tanam, dibandingkan padi ladang yang memperoleh Rp 3.003.523. Temuan ini mengindikasikan bahwa keunggulan pendapatan nominal padi sawah tidak diimbangi oleh efisiensi rasio biaya. Penelitian ini merekomendasikan perlunya intervensi teknologi hemat biaya pada padi sawah untuk meningkatkan efisiensi, serta perbaikan manajemen risiko iklim bagi petani padi ladang. This study examines the comparative economic efficiency and financial feasibility of irrigated and rainfed rice farming systems in Tilongkabila District, Bone Bolango Regency. The objective is to evaluate the cost structure, revenue, net income, and economic feasibility of switching between farming systems. Data were collected through a survey of 64 farmers, comprising 43 irrigated rice farmers selected via simple random sampling and 21 rainfed rice farmers selected via saturated sampling. The analysis reveals an interesting phenomenon: in terms of capital efficiency, rainfed rice farming is actually superior with an R/C Ratio of 1.59 compared to 1.48 for irrigated rice farming. However, in terms of nominal net income, irrigated rice farming yields significantly higher returns of IDR 3,907,744 per planting season, compared to rainfed rice farming which generates IDR 3,003,523. The Incremental B/C Ratio of 3.21 confirms that transitioning from rainfed to irrigated rice is economically feasible. These findings indicate that the higher nominal income of irrigated rice farming is not matched by its cost efficiency ratio. This study recommends the implementation of cost-saving technology interventions in irrigated rice farming to enhance efficiency, as well as irrigation infrastructure support for farmers currently dependent on rainfed rice farming.