I Made Girinata
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Orientasi Kepemangkuan dalam Meningkatkan Kesehatan dan Kesadaran Spiritual di Kelurahan Tonja Kecamatan Denpasar Utara Gung Istri, I Gusti Agung Istri Agung; Ni Putu Winanti; Pande Wayan Renawati; Wayan Miartha; I Made Girinata
Sevanam: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/sevanam.v1i2.870

Abstract

Community Service aimed at the Pinandita in Tonja Village, North Denpasar District, Denpasar City which aims to improve the quality of Hindu human resources, especially the Pinandita so that later they are able to transmit and teach Hindu theology, to the wider community and provide stimulation to actively learn about ethical ethics and ceremonies and spiritual methods so that the Pinandita have more expertise in addition to being the leader of the ceremony as well as the Pinandita when carrying out their obligations to lead the ceremony. The Pinandita often feel physical fatigue, tingling, and lack of concentration after several times leading the ceremony. Likewise, the Pinandita's understanding of their existence as Pinandita and their understanding of theology is still very lacking so they are interested in learning. With this understanding, the Brahma Widya Postgraduate Masters Study Program at UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar took a study program-based Community Service in Tonja Village by inviting thirty applicants and presenting five presenters from the study program who were competent in that field. The material presented is Understanding Theology (in general and adopted in Bali), Hindu Religion Events, Ethics and governance practices, Understanding Sanskrit, Meditation. From the presentation of the material, the Pinandita felt many benefits, especially the health of the Pinandita improved by practicing Pranayama and Meditation regularly and had an impact on maximizing the implementation of the Pinandita's duties properly. Likewise, other subject matter is very useful to broaden the knowledge of the Pinandita so that they feel confident in carrying out their duties.
UPACARA USABA MUMU DI DESA ADAT BUNGAYA KECAMATAN BEBANDEM KABUPATEN KARANGASEM (Kajian Teologi Hindu) Setiawan, I Wayan Medang; I Made Girinata; Ni Gusti Ayu Agung Nerawati
Pangkaja: Jurnal Agama Hindu Vol 29 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pjah.v29i1.4963

Abstract

Mekanisme Desa Adat Bungaya merupakan salah satu desa Bali Aga di Karangasem yang tetap menjaga tradisi leluhur dalam bentuk ritus-ritus sakral. Hal ini sejalan dengan prinsip-prinsip dalam ajaran Hindu yang menekankan pentingnya harmoni antara manusia dan alam. Ritual seperti Usaba Mumu mendorong masyarakat untuk menyadari dan menghargai ekosistem sekitarnya, serta berperan aktif dalam menjaga keseimbangan alam sebagai tanggung jawab spiritual mereka. Usaba Mumu termasuk dalam kategori Bhuta Yadnya, yaitu upacara yang ditujukan untuk menghormati roh-roh leluhur dan menjaga keseimbangan alam. Upacara ini tidak hanya sekadar ritual, tetapi juga mengandung nilai-nilai teologis yang mendalam.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi partisipasif dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menerangkan bahwa pelestarian tradisi Usaba Mumu dianggap oleh masyarakat Desa Adat Bungaya tidak hanya mengenang dan menghormati leluhur mereka, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan dan identitas sosial yang kuat. Dalam kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan bahwa Upacara Usaba Mumu di Desa Adat Bungaya memiliki peran multifungsi yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat setempat, yang tidak hanya berpengaruh pada aspek spiritual tetapi juga pada aspek sosial, ekonomi, pendidikan, dan lingkungan. Oleh karena itu, penting untuk terus melestarikan dan mengembangkan praktik-praktik budaya seperti Upacara Usaba Mumu, sebagai bagian integral dari identitas dan warisan budaya masyarakat Bali.