Ni Ketut Srie Kusuma Wardhani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Pembelajaran Kontekstual Pada Era New Normal Berbasis Pendidikan Tri Hita Karana di Desa Medewi Kecamatan Pekutatan Kabupaten Jembrana Wiguna, I Made Arsa; Ni Ketut Srie Kusuma Wardhani; Ni Wayan Sariani Binawati; I Ketut Tanu; I Made Redana
Sevanam: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/sevanam.v1i2.1012

Abstract

The program of community service activity carried out by the Master Dharma Acarya (Hindu Education) in Medewi Village, Jembrana is the application of three obligations in higher education or called tri dharma. This program is based on several reasons. First, the obligation of higher education institutions, including lecturers and students, as a knowledge practices. Second, education and society have a strong relationship and influence each other. Third, education should be culture-based and oriented, so that the values ​​that exist in society need to be strengthened. Fourth, this community service is also a mandate from Hindu literature, that jnana yadnya is the main yadnya. The theme of this service is the application of contextual learning in the new normal era based on Tri Hita Karana. Theoretically and practically, this service activity refers to the concept of community-oriented contextual learning which includes seven things, namely: (1) meaningfulness and usefulness; (2) Utilization of the environment in learning; (3) Integrated learning materials in daily life; (4) The problems raised in the learning are in accordance with the needs; (5) Emphasis on participatory learning; (6) Fostering cooperation; and (7) Fostering independence. The reinforcement is in understanding, interpreting and using Tri Hita Karana in life. Theoretically, service participants who are members of the community are able to interpret the Tri Hita Karana philosophy and relate it to their daily religious life. Practically, participants are equipped to take advantage of the potential that exists in the surrounding environment to support or improve the quality of their health and life through the practice of processing medicinal plants sourced from Hindu literature such as Lontar Usadha Taru Pramana and herbal medicine practitioners who are also members of this community service team.
Penerapan Model Problem Based Learning pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dalam Penguatan Karakter Disiplin dan Aktivitas Belajar Siswa Kelas V UPT SD Negeri 1 Amparita Kabupaten Sidenreng Rappang Sulawesi Selatan Asman L; Ni Ketut Srie Kusuma Wardhani; Ni Wayan Sariani Binawati
JAPAM (Jurnal Pendidikan Agama) Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/japam.v5i1.4532

Abstract

Proses pembelajaran Agama Hindu di kelas V UPT SD Negeri 1 Amparita masih menerapkanmetode pembelajaran konvensional dan belum bervariasi, sehingga melemahkan karakter disiplin dankeaktifan siswa dalam belajar. Pembelajaran masih terpaku kepada buku teks yaitu hanya hafalankonsep-konsep saja. Proses pembelajaran belum mengorientasikan siswa pada masalah yang riil,kegiatan belajar belum dilaksanakan secara berkelompok sehingga tidak mengarahkan aktivitas untukbekerjasama sehingga belum mencerminkan aktivitas belajar yang berpusat pada peserta didik. Salahsatu hal untuk mengantisipasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaranyang inovatif seperti model pembelajaran problem based learning. Berdasarkan analisis dataditemukan bahwa terjadi penguatan karakter disiplin dan aktivitas belajar siswa kelas V denganmelihat (1) faktor yang menjadi alasan pentingnya penerapan problem based learning padapembelajaran agama Hindu dalam penguatan karakter disiplin dan aktivitas belajar; (2) prosespenerapan model problem based learning pada pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dalampenguatan karakter disiplin dan aktivitas belajar; (3) kendala yang dihadapi guru dalam menerapkanmodel problem based learning pada pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dalam penguatankarakter disiplin dan aktivitas belajar siswa