Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA ANEMIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS SRIKATON Suci, Dewi Tiara; Mastina; Merisa Riski; Erma Puspita Sari
Jurnal Kesehatan dan Pembangunan Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan dan Pembangunan
Publisher : LPPM STIKes Mitra Adiguna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52047/jkp.v14i2.287

Abstract

The World Health Organization (WHO) 2020, stated that maternal mortality is very high. In 2020 the maternal mortality rate during and after pregnancy and childbirth was around 295,000. One of the causes of maternal death due to complications during and after birth and childbirth is anemia. Risk factors that increase the incidence of anemia include pregnancy spacing, adherence to taking fe tablets, anc visits. Research Objective To determine the factors that influence the occurrence of anemia in third trimester pregnant women at the Srikaton Health Center, Banyuasin Regency in 2023. The study used an analytical survey method with a cross sectiona approach. The population in this study is all third trimester pregnant women listed in the medical record of the Srikaton Health Center, Banyuasin Regency in 2023 with a total of 70 people. Sempel collection using random sampling method. The results of the study found a significant relationship between pregnancy distance (p-value = 0.001 and OR 20.250), adherence to consumption of fe tablets (p-value = 0.000 and OR = 34.850), ANC visits (p-value = 0.009 and OR = 5,133) with the incidence of anemia in pregnant women at the Srikaton Health Center, Banyuasin Regency in 2023. Suggestions are expected to increase the knowledge of pregnant women about anemia problems so as to prevent the occurrence of anemia in pregnant women, especially pregnant women who have risky pregnancy spacing, have poor consumption of fe tablets, and have poor ANC visits. Keywords : Pregnancy Spacing, Fe Tablet Consumption Adherence, Anc Visit.
BREAST MILK PRODUCTION AND DETERMINING FACTORS Mastina; Lestari, Siti
Jurnal Smart Kebidanan Vol. 12 No. 1 (2025): JUNE 2025
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/jskb.v12i1.156

Abstract

Good maternal nutrition and exclusive breastfeeding, optimal nutrition for infants and toddlers is important for good growth and development, this can reduce the risk of non-communicable diseases (NCDs) for both mothers and children. The purpose of this study is This study aims to determine the relationship between the nutritional status of breastfeeding mothers and breast care with the adequacy of breast milk. Cross-sectional research design. The population is 74 people. The sampling technique uses Purposive Sampling. The number of samples is 34 breastfeeding mothers. The results of the study showed that there was a relationship between food variation and breast care with the adequacy of breast milk with a p-value of 0.000. and there is a relationship between breast care with the adequacy of breast milk with a p-value of 0.003. Conclusion Breastfeeding mothers need a variety of foods and good breast care, the growth and development of babies are supported by good nutritional intake. Suggestions provide a variety of nutritious foods and carry out routine breast care for breastfeeding mothers.
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Keputihan pada Remaja Putri di Sekolah Menengah Pertama Dara Anggun Prasasti; Mastina; Eka Afrika; Siti Aisyah
Lentera Perawat Vol. 5 No. 1 (2024): Lentera Perawat
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v5i1.271

Abstract

Kesehatan reproduksi pada wanita merupakan permasalahan yang penting sepanjang kehidupan manusia. Salah satu masalah umum yang dialami oleh remaja putri adalah keputihan, yang dapat memengaruhi kesejahteraan fisik dan psikologis mereka. Keputihan pada remaja putri seringkali terkait dengan rendahnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, kurangnya akses terhadap informasi yang tepat, dan kurangnya praktik personal hygiene yang benar. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian keputihan pada diantaranya pengetahuan, keterpaparan informasi, dan personal hygiene secara dengan kejadian keputihan pada remaja putri. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswi kelas VII dan VIII yang berjumlah 100 siswi dan sampel pada penelitian ini diambil dengan teknik propotional random sampling yang berjumlah 80 responden. Analisis data menggunakan uji statistik chi-square. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan (p 0,001), keterpaparan informasi (p 0,001), dan personal hygiene (pvalue 0,001) dengan kejadian keputihan pada remaja purtri di sekolah menengah pertama. Saran bagi remaja putri agar selalu menjaga kebersihan sistem reproduksi,  agar mengurangi terjadinya keputihan.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kunjungan Balita Di Posyandu Yuli Andriani; Mastina; Eka Rahmawati
Lentera Perawat Vol. 5 No. 1 (2024): Lentera Perawat
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v5i1.301

Abstract

Posyandu adalah wadah pemeliharaan kesehatan yang dilakukan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibimbing petugas terkait. Namun, masalah yang ditemui yaitu banyak masyarakat yang tidak aktif melakukan kegiatan posyandu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, jarak dan pekerjaan dengan kunjungan balita ke posyandu Setangkai Desa Mendala di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Peninjauan Kabupaten OKU Tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional dengan populasi 135 ibu yang mempunyai balita dan sampel sebanyak 57 dengan menggunakan metode simpe random sampling. Analisis data menggunakan uji statistic Chi Square dengan p-value < nilai α = 0,05. Hasil penelitian ini dari 31 responden yang pengetahuannya baik 19 (61,3 %) membawa balitanya ke posyandu p.value = 0,000, dari 29 responden jarak dekat 16(55,2 %) membawa balitanya ke posyandu p.value = 0,004, sedangkan dari 30 responden tidak bekerja 17 (56,7%) membawa balita ke posyandu p.value = 0,001. Bidan diharapkan memberikan edukasi kepada ibu mengenai pentingnya membawa balita ke posyandu guna mengetahui perkembangan balita setiap bulannya.
Pengaruh Aspek Psikologis Terhadap Kesiapan Wanita Usia Subur Dalam Deteksi Dini Kanker Payudara Di Puskesmas Tanjung Raja Ogan Ilir 2024 Ernawati, Wahyu; dhamayanti, Reffi; Mastina
Profesi (Profesional Islam) : Media Publikasi Penelitian Vol. 22 No. No 2 (2024): Profesi (Profesional Islam): Media Publikasi Penelitian
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITS PKU Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26576/profesi.v22iNo 2.301

Abstract

Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan salah satu bentukdeteksi dini kanker payudara yang efektif dan sederhana, terutama bagiperempuan dalam usia reproduktif. Namun, kesiapan individu dalammelaksanakan tindakan ini kerap dipengaruhi oleh faktor psikologis,seperti persepsi terhadap risiko, tingkat kecemasan, serta motivasipribadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aspekpsikologis terhadap kesiapan wanita usia subur dalam melakukandeteksi dini kanker payudara setelah diberikan intervensi edukasipsikologis. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimentaldengan pendekatan one group pre-test dan post-test. Sebanyak 50wanita usia subur di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Raja,Kabupaten Ogan Ilir, dipilih menggunakan metode purposive sampling.Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner yang dimodifikasi dariChampion’s Health Belief Model Scale (CHBMS). Intervensi edukasiberfokus pada peningkatan pemahaman tentang risiko kanker, manfaatdeteksi dini, serta penguatan motivasi dan kepercayaan diri. Hasilanalisis menunjukkan bahwa proporsi aspek psikologis kategori baikmeningkat dari 36% menjadi 78%, sementara kesiapan deteksi dinimeningkat dari 34% menjadi 80%. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai p= 0,008, yang mengindikasikan adanya pengaruh yang signifikanantara aspek psikologis dengan kesiapan deteksi dini. Kesimpulannya,edukasi psikologis mampu meningkatkan kesiapan wanita usia suburdalam melakukan tindakan pencegahan kanker payudara secara mandiri. Disarankan agar intervensi serupa diterapkan di layanan kesehatan tingkat dasar.
EVALUASI SENSORIK DAN EFEKTIVITAS PRODUK SNACK BAR BERBASIS KACANG-KACANGAN UNTUK MENDUKUNG SIKLUS MENSTRUASI REGULER : Dewi, Putri; mastina
Science Technology and Management Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/stmj.v5i2.405

Abstract

Irregular menstrual cycles and premenstrual symptoms (PMS) are common issues among women of reproductive age, often linked to inadequate nutritional intake. Functional food products based on legumes are considered promising in supporting reproductive health. This study aimed to develop a legume-based snack bar and evaluate its effectiveness in improving menstrual cycle regularity. The research was conducted in two stages. The first stage involved the development of three snack bar formulas followed by sensory evaluation using a 5-point hedonic scale by 30 semi-trained panelists. The best-performing formula was analyzed for its nutritional content using proximate analysis and NutriSurvey software. The second stage was a quasi-experimental intervention involving 60 subjects randomly assigned to intervention and control groups. The intervention group consumed one snack bar (35 g/day) for four consecutive weeks. Menstrual cycle regularity and symptoms were assessed using a menstrual diary and the Modified Menstrual Symptom Questionnaire (M-MSQT). Formula 3 showed the highest sensory scores and contained 3.8 mg of iron per serving. Significant improvements were observed in menstrual cycle length, bleeding duration, dysmenorrhea intensity, and PMS scores in the intervention group (p < 0.05). The legume-based snack bar was effective in improving menstrual cycle regularity and reducing PMS symptoms, and may serve as a functional food innovation for young women.