Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Aktualisasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Arisan Jamaah Masjid Nurul Huda Berbasis Lembaga Syariah Di Desa Sungai Asam, Sungai Raya, Kalimantan Barat Abdullah Gufronul M
iltizamat Vol 2 No 2 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Miftahul Ulum Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/iltizamat.v2i2.1373

Abstract

Artikel ini termasuk ke dalam klaster kualitatif-diskriptif dengan pendekatan sosio-religion yang melihat hubungan masyarakat. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulakan penelitian-penelitian terdahulu serta observasi lapangan, analisis data menggunakan reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan Aktualisasi pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui arisan jama’ah masjid nurul huda menjadi solusi dalam pemberdayaan ekonomi masayarakat dengan cara arisan Khatmil Qur’an yang mendapatkan kas sebagai simpanan masyarakat untuk kemaslahatan bersama. Uang kas yang dikumpulkan kapada bendahara dikelola dan dikembangkan pada basis infrastruktur dan pendanaan pada masyarakat UMKM yang kekurangan dana. Pengelolaan ini menggunakan manajemen sebagai metode dalam pemberdayaan seperti sosialisasi pada masyarakat, Participatory Rural Appraisal (PRA) dan Partisipasi Assesment. Hal ini dapat menjadi aktulisasi pemberdayaan ekonomi masyarakat secara maksimal walaupun melalui lembaga masjid berbasis kas Khatmil Qur’an untuk mengurangi kemiskinan.
Perbankan Syariah Sebagai Instrumen Pembangunan Ekonomi Indonesia di Masa Pandemi Perspektif Maqashid Syariah Abdullah Gufronul M; M Syauqi Taufiqurrohman; Mohamad Rosyiful Aqli
iltizamat Vol 3 No 2 (2024): Juni
Publisher : Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Miftahul Ulum Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 telah menimbulkan dampak multi sektor termasuk ekonomi, di Indonesia pertumbuhan ekonomi mengalami konstraksi sebesar 0,7% akibat dari pengaruh pandemi covid-19. Paper ini meneliti tentang bagaimana perbankan syariah memiliki potensi untuk berkontribusi dalam pembangunan perekonomian Indonesia di masa pandemi. Sebagai salah satu instrumen keuangan perbankan syariah sangat berpengaruh dalam laju perekonomian suatu Negara dan berpotensi untuk lebih berkembang pesat lagi di Indonesia. Fakta lapangan membuktikan secara sistem ekonomi Islam dinilai kuat terhadap goncangan ekonomi dibandingkan sistem ekonomi konvensional. Alasannya adalah karena prinsip bagi hasil yang diusung dapat menghindarkan masyarakat dari praktik riba. Di lain sisi para investor semakin percaya menanamkan modalnya di perbankan syariah seiring dengan disahkan nya Undang-undang Perbankan Syariah sehingga arus kas investasi di Indonesia semakin meningkat. Upaya yang perbankan syariah dalam meningkatkan pembangunan ekonomi nasional yaitu dengan mendukung permodalan sektor UMKM dan memanfaatkan alokasi dana DPK pada sector ekonomi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif pendekatan maqasih syariah Jasser Auda dengan objek penelitian berupa sumber data jurnal karya ilmiah.
METODE POLA ASUH DALAM MENGEMBANGKAN KECERDASAN MAJEMUK (MULTIPLE INTELLIGENCE) SANTRIWATI DI PONDOK PESANTREN KIAI SYARIFUDDIN WONOREJO LUMAJANG Ikrima Maulydiah; Abdullah Gufronul M
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2024): Sirajuddin Desember 2024
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v4i1.2058

Abstract

Pesantren memiliki kekayaan visi kecerdasan sebagaimana yang digambarkan Gardner. Delapankecerdasan yang disebutkan telah mengiringi kelangsungan pembelajaran di pesantren, sejaksantriwati bangun dari tidur hingga tidur kembali. Bertolak belakang dari umumnya pendidikanformal yang ada, yang pada faktanya terlalu monoton dalam memanjakan kecerdasan intelektuallogis-matematis, pendidikan dalam ruang pesantren justru sebaliknya, berbagai macam variasipembelajaran hadir di ruang pembelajarannya, tidak hanya sekadar belajar kitab, melainkan jugamelalui membaca, menulis, menghitung dan menghafal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif–deskriptif, dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakanwawancara tidak terstruktur, observasi langsung non partisipan, dan dokumentasi. Adapun analisisdata menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan. Adapun kesimpulan daripenelitian ini adalah Pengasuh atau Pembina menerapkan metode pola asuh campuran antara polaasuh otoriter dan pola asuh demokratis dalam mengembangkan kecerdasan majemuk. Kemudian,Penerapan metode pola asuh dipengaruhi oleh faktor lingkungan, status sosial, serta kultur danbudaya.
METODE POLA ASUH DALAM MENGEMBANGKAN KECERDASAN MAJEMUK (MULTIPLE INTELLIGENCE) SANTRIWATI DI PONDOK PESANTREN KIAI SYARIFUDDIN WONOREJO LUMAJANG Ikrima Maulydiah; Abdullah Gufronul M
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2024): Sirajuddin Desember 2024
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v4i1.2058

Abstract

Pesantren memiliki kekayaan visi kecerdasan sebagaimana yang digambarkan Gardner. Delapankecerdasan yang disebutkan telah mengiringi kelangsungan pembelajaran di pesantren, sejaksantriwati bangun dari tidur hingga tidur kembali. Bertolak belakang dari umumnya pendidikanformal yang ada, yang pada faktanya terlalu monoton dalam memanjakan kecerdasan intelektuallogis-matematis, pendidikan dalam ruang pesantren justru sebaliknya, berbagai macam variasipembelajaran hadir di ruang pembelajarannya, tidak hanya sekadar belajar kitab, melainkan jugamelalui membaca, menulis, menghitung dan menghafal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif–deskriptif, dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakanwawancara tidak terstruktur, observasi langsung non partisipan, dan dokumentasi. Adapun analisisdata menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan. Adapun kesimpulan daripenelitian ini adalah Pengasuh atau Pembina menerapkan metode pola asuh campuran antara polaasuh otoriter dan pola asuh demokratis dalam mengembangkan kecerdasan majemuk. Kemudian,Penerapan metode pola asuh dipengaruhi oleh faktor lingkungan, status sosial, serta kultur danbudaya.