Tyagita, Farah Claudias Nike
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Risiko Proyek Konstruksi pada Tahap Pelaksanaan Pembangunan Jalan Tol (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Jalan Tol Solo – Jogja) Susilowati, Fajar; Tyagita, Farah Claudias Nike; Miftahul Jannah, Ria; Chrisnawati, Yusfita
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 29, Nomor 1 (2023)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v29i1.48840

Abstract

Proyek Pembangunan Jalan Tol Solo – Jogja merupakan proyek berskala besar dengan potensi risiko yang besar terutama pada tahap pelaksanaan proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan risiko, memperoleh tingkat risiko dengan melakukan penilaian risiko, dan merekomendasikan tindakan pengendalian terhadap risiko yang mungkin terjadi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dimulai dari identifikasi risiko, penilaian risiko,dan pengendalian risiko. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 30 responden yang mengisi kuesioner berdasarkan kriteria risiko yang terjadi pada tahap pelaksanaan proyek berdasarkan studi literatur. Analisis data dilakukan dengan melakukan penilaian risiko berdasarkan identifikasi tingkat kemungkinan dan dampak untuk menentukan tindakan pengendalian sesuai hirarki pengendalian risiko ada. Dalam penelitian ini teridentifikasi enam kelompok risiko selama tahap pelaksanaan Proyek Pembangunan Jalan Tol Solo - Jogja, antara lain risiko proyek, risiko teknis, risiko alam, risiko manusia, risiko kesehatan dan keselamatan kerja, dan risiko keuangan. Hasil analisis menjelaskan bahwa proyek tersebut memiliki range resiko dari tingkat rendah sampai tinggi. Risiko yang termasuk dalam kategori tinggi adalah risiko kerusakan jalan di sekitar proyek akibat dilalui alat berat, seperti dump truck, pengangkut material proyek, dan truk mixer. Risiko tersebut dapat diminimalkan dengan pembuatan akses jalan proyek yang aman, sehingga kegiatan proyek tidak mengakibatkan kerusakan lebih lanjut pada jalan.
Risiko Dominan Dalam Pembangunan Jalan Tol Solo–Jogja Pada Tahap Pelaksanaan Konstruksi Tyagita, Farah Claudias Nike; Susilowati, Fajar; Jannah, Ria Miftakhul; Chrishnawati, Yusfita
Jurnal Transportasi Multimoda Vol. 21 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Puslitbang Transportasi Antarmoda-Kementerian Perhubungan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/mtm.v21i2.2163

Abstract

Setiap proyek konstruksi mempunyai jenis risiko yang berbeda-beda sehingga perlu diidentifikasi, dianalisis, dan diminimalkan untuk membantu menilai risiko secara efektif dan tidak memengaruhi profitabilitas proyek. Pembangunan Jalan Tol Solo–Jogja merupakan proyek berskala besar dengan potensi risiko yang besar, khususnya pada tahap pelaksanaan proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menilai risiko, dan menentukan pengendalian risiko yang tepat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC). Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner berdasarkan kriteria tertentu. Dalam penelitian ini, teridentifikasi enam risiko selama tahap pelaksanaan Proyek Pembangunan Jalan Tol Solo-Jogja, antara lain risiko lingkungan, risiko teknis, risiko alami, risiko manusia, risiko K3, dan risiko keuangan. Hasil analisis menjelaskan bahwa proyek tersebut memiliki range resiko dari tingkat sangat rendah sampai sedang. Risiko dominan yang mungkin terjadi adalah risiko lingkungan dengan indikator ketidaksesuaian antara gambar dan pengukuran di lapangan dalam penentuan elevasi dan kehilangan material serta alat-alat di lapangan. Strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasi risiko dominan yang ada pada proyek ini dapat dilakukan dengan rekayasa melalui koordinasi secara berkala dengan pihak-pihak terkait (stakeholders) untuk memastikan kesesuaian antara rancangan dengan kondisi lapangan. Selain itu, perlu adanya pengawasan yang baik untuk meminimalkan risiko, baik ketidaksesuaian maupun kehilangan material dan alat di lapangan.
Risiko Dominan Dalam Pembangunan Jalan Tol Solo–Jogja Pada Tahap Pelaksanaan Konstruksi Tyagita, Farah Claudias Nike; Susilowati, Fajar; Jannah, Ria Miftakhul; Chrishnawati, Yusfita
Jurnal Transportasi Multimoda Vol 21 No 2 (2023): Desember
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/mtm.v21i2.2163

Abstract

Setiap proyek konstruksi mempunyai jenis risiko yang berbeda-beda sehingga perlu diidentifikasi, dianalisis, dan diminimalkan untuk membantu menilai risiko secara efektif dan tidak memengaruhi profitabilitas proyek. Pembangunan Jalan Tol Solo–Jogja merupakan proyek berskala besar dengan potensi risiko yang besar, khususnya pada tahap pelaksanaan proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menilai risiko, dan menentukan pengendalian risiko yang tepat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC). Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner berdasarkan kriteria tertentu. Dalam penelitian ini, teridentifikasi enam risiko selama tahap pelaksanaan Proyek Pembangunan Jalan Tol Solo-Jogja, antara lain risiko lingkungan, risiko teknis, risiko alami, risiko manusia, risiko K3, dan risiko keuangan. Hasil analisis menjelaskan bahwa proyek tersebut memiliki range resiko dari tingkat sangat rendah sampai sedang. Risiko dominan yang mungkin terjadi adalah risiko lingkungan dengan indikator ketidaksesuaian antara gambar dan pengukuran di lapangan dalam penentuan elevasi dan kehilangan material serta alat-alat di lapangan. Strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasi risiko dominan yang ada pada proyek ini dapat dilakukan dengan rekayasa melalui koordinasi secara berkala dengan pihak-pihak terkait (stakeholders) untuk memastikan kesesuaian antara rancangan dengan kondisi lapangan. Selain itu, perlu adanya pengawasan yang baik untuk meminimalkan risiko, baik ketidaksesuaian maupun kehilangan material dan alat di lapangan.