Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsumsi Garam dan efeknya terhadap Hipertensi di Daerah Pasir Gombong Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi Sari, Kiki Puspa; Asmi, Nur Fauzia
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 11, No 1 (2024): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v11i1.12935

Abstract

Konsumsi garam mempunyai pengaruh positf terhadap terjadinya peningkatan derajat tekanan darah. Garam mengandung natrium yang mempunyai sifat menahan air sehingga menyebabkan volume darah meningkat dan penyempitan pembuluh darah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat hubungan penggunaan garam terhadap terjadinya resiko hipertensi di Daerah pasir Gombong Kabupaten Bekasi. Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan cross sectional study dengan 96 responden pada Ibu Rumah Tangga. Variabel yang diambil yaitu karakteristik responden, status hipertensi dan penggunaan garam. Uji hubungan menggunakan chi-square untuk melihat hubungan jumlah garam dan cara penggunaan garam terhadap terjadinya hipertensi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Responden yang menderita hipertensi sebanyak 28 (29.2%). Penggunaan garam pada saat memasak lebih dari satu sendok setiap kali memasak yaitu 60.4%. Responden yang memasukkan garam pada saat Ketika memasak yaitu 83 orang (86.5%). Hasil uji hubungan menunjukkan ρ – Value > 0.005 artinya tidak terdapat hubungan jumlah garam yang dikonsumsi dan cara menggunakan ketika memasak terhadap terjadinya hipertensi.Hipertensi merupakan penyakit yang multifactor, selain dari konsumsi garam yang berlebih hubungan dengan faktor resiko yang lain perlu diteliti.
Analis faktor individu dan lingkungan kerja dengan stres kerja karyawan Marini, Ice; Dewi, Rini Puspita; Sari, Kiki Puspa
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/pyyj7f05

Abstract

Latar Belakang: ILO mengungkapkan stres kerja merupakah hal yang paling beresiko bagi keselamatan dan kesehatan pekerja. Laporan HSE tahun 2023 terdapat 875 ribu kasus stres, depresi dan kecemasan. Stres yang dialami pekerja berasal dari berbagai faktor dan stres jiwa kronis akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor individu dan lingkungan kerja dengan stres kerja.Metode: menggunakan desain cross sectionaldengan jumlah sampel 35 responden di CV X. pengumpulan data menggunakan kuesioner dan data dianalisis univariat dan bivariat.Hasil: sebagian besar responden (57,1%) berstatus menikah, hampir seluruh responden (91,4%) jarang olahraga, sebagian besar responden (54,3%) berusia dewasa akhir, sebagian besar responden (51,4%) memiliki masa kerja ≥ 12 tahun, sebagian besar responden (54,3%) pola makan baik. Nilai koefisien korelasi yang lemah antara usia (ρ= -0,059), status pernikahan (ρ=0,139), olahraga (ρ=0,221), masa kerja (ρ= -0,220), pola makan (ρ= 0,183), lingkungan kerja (ρ= 0,226) dengan stres kerja.Kesimpulan: faktor individu pada penelitian ini faktor individu (Usia, status, kebiasaan olahraga, masa kerja, pola makan) dan faktor lingkungan kerja berkolerasi lemah dengan stres kerja.