Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOSIALISASI TENTANG PENGGUNAAN KARTU IDENTITAS BEROBAT (KIB) DI PUSKESMAS EMPARU TAHUN 2021 Herman, Joni; Rudiansyah; Aditya Sardi; Adventia Natalia Christy; Theodora Nurcahayana Nainggolan
 Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2023): Agustus: Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jammu.v2i2.918

Abstract

Kartu Identitas Berobat merupakan kartu identitas milik pasien di suatu instansi pelayanan kesehatan. tahun 2020 didapatkan bahwa pasien yang tidak membawa kartu berobat sebanyak 1223. Penyebab pasien tidak membawa kartu yaitu karena lupa dan belum memiliki kartu berobat. Tujuan, untuk mengetahui manfaat penggunaan Kartu Identitas Berobat, untuk mengetahui dampak jika tidak membawa atau memiliki Kartu Identitas Berobat. Metode, Penyampaian materi dengan metode ceramah dan diskusi. Hasil, Peserta sosialisasi mengetahui manfaat penggunaan Kartu Identitas Berobat di buktikan bahwa menurut peserta manfaat Kartu Identitas Berobat memudahkan petugas rekam medis dalam mencari nomor rekam medis pasien, Peserta sosialisasi mengetahui dampak jika tidak membawa atau memiliki Kartu Identitas Berobat, dibuktikan bahwa petugas pendaftaran kesulitan dalam mencari data pasien. Kesimpulan, pentingnya Kartu identitas Berobat memudahkan petugas pendaftaran dalam mencari nomor rekam medis.
Gerakkan Meja Sehat Melalui Inovasi Pangan Lokal dalam Upaya pencegahan stunting dengan Pemberdayaan Perempuan di Desa Kajang Baru Kabupaten Sintang Lea Masan; Rizki Amartani; Aditya Sardi
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The “Gerakkan Meja Sehat” Program is an initiative to increase family nutrition awareness through the utilization of local food as a strategy for stunting prevention. This activity is carried out by involving the active role of women, particularly the PKK partners of Kajang Baru Village and the UMKM Paguyuban of Kajang Baru, who serve as key drivers in promoting healthier eating behaviors within the community. Kajang Baru Village in Sintang Regency has abundant local food resources such as cassava, salak fruit, sweet potatoes, corn, papaya, moringa leaves, and river fish (tilapia and toman). However, the use of these ingredients in daily family menus remains limited. Through women’s empowerment, this program aims to enhance mothers’ skills in processing local food into healthy, nutritious, diverse, and attractive dishes for toddlers and all family members, while also increasing UMKM creativity to help improve household income. The implementation methods include nutrition education, demonstrations of local food processing, appropriate-technology training, entrepreneurship training for UMKM Paguyuban Kajang Baru, and assistance to the PKK of Kajang Baru Village in developing “Meja Sehat” menus. Appropriate Technology (TTG) equipment such as a grain dryer is used to dry corn, which is then processed using a grinder to produce corn flour as an alternative MP-ASI menu besides rice porridge. The grinder machine is also used to grind mung beans into flour, which supports stunting prevention efforts. For UMKM groups in Kajang Baru, the availability of TTG tools such as cassava slicers has made their work easier and faster, while improving product hygiene through proper packaging using a sealing machine. The results of the program show an increase in mothers’ knowledge of balanced nutrition, the formation of women’s groups who serve as pioneers of healthy local food, growing creativity in local food processing, and the availability of nutritious UMKM products that are easily accessible to the community. UMKM mothers in Kajang Baru Village are now able to produce larger quantities and have started marketing their products through online marketplaces. Furthermore, families have begun adopting local-food-based diets as an independent effort to prevent stunting. Overall, the “Gerakkan Meja Sehat” program—through local food innovation and women’s empowerment—has proven effective in strengthening household food security, improving women’s economic resilience, and making a significant contribution to stunting prevention efforts in Kajang Baru Village.   Abstrak Program Gerakkan Meja Sehat merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran gizi keluarga melalui pemanfaatan pangan lokal sebagai strategi pencegahan stunting. Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan peran aktif perempuan, khususnya Mitra PKK Desa Kajang Baru dan Mitra UMKM Paguyuban Kajang Baru , sebagai motor penggerak perubahan perilaku makan di masyarakat. Desa Kajang Baru Kabupaten Sintang memiliki potensi pangan lokal yang melimpah seperti singkong, salak, ubi jalar, Jagung, pepaya, daun kelor, dan ikan sungai (ikan Nila dan Ikan Toman). Namun, pemanfaatannya dalam menu keluarga masih terbatas. Melalui pemberdayaan perempuan, program ini bertujuan meningkatkan kemampuan ibu-ibu dalam mengolah pangan lokal menjadi makanan sehat, bergizi, variatif, dan menarik untuk dikonsumsi oleh balita maupun seluruh anggota keluarga dan meningkatkan kreatifitas UMKM untuk guna meningkatkan pendapatan keluarga. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi gizi, demonstrasi olahan pangan lokal, pelatihan Tegnologi tepat guna dan pelatihan kewirausahaan bagi UMKM Paguyuban Kajang Baru, serta pendampingan PKK Desa kajang Baru dalam penyusunan menu Meja Sehat, untuk TTG Alat Pengering Biji-Bijian untuk pengering Jagung kemudian setelah jagung  kering digunakan alat TTG Gerinder sehingga menghasil kan tepung jagung sehingga bisa menjadi menu MP- ASI selain bubur Nasi,selain itu pemanfaatan mesin grinder juga dapat digunakan untuk mengiling kacang hijau menjadi tepung yang dapat digunakan sebagai upaya pencegahan stunting, untuk UMKM Desa Kajang baru dengan adanya alat TTG seperti denga nada nya perajang singkong membuat pekerjaan Ibu-ibu UMKM menjadi lebih mudah dan cepat,dan Hygines dari produk juga ditingkatkan dengan pakejing produk dengan alat siler. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu tentang gizi seimbang, tumbuhnya kelompok perempuan pelopor pangan sehat, meningkatnya kreativitas pengolahan pangan lokal, serta tersedianya produk UMKM bergizi yang mudah diakses masyarakat dan Ibu-Ibu UMKM Desa Kajang baru juga dapat memproduksi hasil UMKM lebih banyak dan telah dipaskan melalui marketplace. Selain itu, keluarga mulai menerapkan pola makan berbasis pangan lokal sebagai langkah pencegahan stunting secara mandiri. Secara keseluruhan, program Gerakkan Meja Sehat melalui inovasi pangan lokal dan pemberdayaan perempuan terbukti mampu meningkatkan ketahanan pangan keluarga, memperkuat ekonomi perempuan, serta memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pencegahan stunting di Desa Kajang Baru.