Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Optimalisasi Pemasangan MGPS di KRI untuk Mempertahankan Kondisi Sistem Air Laut Risdianto, Irwan; Putra, Hendriman; Delano, Arya; Supriady, Ferry
Saintek: Jurnal Sains Teknologi dan Profesi Akademi Angkatan Laut Vol. 16 No. 2 (2023)
Publisher : AKADEMI ANGKATAN LAUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59447/saintek.v16i2.137

Abstract

The seawater system is a vital part of the system that supports the performance of the KRI machinery. The functions of the seawater system include engine cooling, fire extinguishing systems, air conditioning systems, and fresh rooms. By all means, these vital system requires intensive main­tenance to create a balanced system in the KRI. In conventional seawater piping systems, several problems come from underwater life, damaging seawater systems’ equipment. Corrosion caused by underwater biota growth can reduce seawater system pipes' service life. Marine Growth Prevention System (MGPS) is the solution to this problem since MGPS can reduce and inhibit the growth of pipe corrosion and even kill underwater biota that breeds in seawater piping systems. The working principle of MGPS is based on the electrolysis process where copper, iron, or aluminum is used as the anode. The anode is placed on the sea chest or where seawater flows in a system in pairs. This anode is supplied with current and controlled by a control unit installed in an integrated manner in the Machinery Control Room. When in operation, these anodes produce ions which the water flow in the pipes and machinery systems will carry away. These ions will coat the surface of the pipe to make it more resistant to corrosion and kill harmful marine life in the pipe. A well-maintained piping system will optimize all machining performance at KRI so that ship maintenance costs will be much more efficient and the ship's service life will be longer. Sistem air laut adalah bagian sistem yang amat vital yang menunjang kinerja permesinan di KRI. Fungsi sistem air laut antara lain sebagai pendingin mesin, system pemadam kebakaran, system pendingin ruangan, dan fresh room. Tentunya sistem yang amat vital ini memerlukan pemeliharaan yang intensif supaya tercipta keseimbangan system di Kapal perang Republik Indonesia (KRI). Pada sistem pemipaan air laut konvensional, ada beberapa permasalahan yang datang dari hayati bawah laut dimana sangat merusak peralatan yang berhubungan dengan sistem air laut. Korosi yang ditimbulkan oleh pertumbuhan biota bawah laut ini dapat mengurangi usia pakai pipa system air laut. Marine Growth Prevention System (MGPS) adalah solusi dari permasalahan ini. Dimana MGPS ini dapat mengurangi korosi pipa dan dapat menghambat pertumbuhan bahkan membunuh biota bawah laut yang berkembang-biak di dalam system pemipaan air laut. Prinsip kerja MGPS adalah atas dasar proses elektrolisis dimana tembaga, besi atau aluminium digunakan sebagai anodanya. Anoda ini ditempatkan pada sea chest atau di tempat dimana air laut mengalir pada sebuah system secara berpasangan. Anoda ini disupplai arus serta dikendalikan oleh sebuah unit kontrol yang dipasang secara terintegrasi pada Machinery Control Room. Pada saat dioperasikan, anoda-anoda ini memproduksi ion yang akan terbawa oleh aliran air di dalam pipa dan sistem permesinan. Ion inilah yang nantinya melapisi permukaan pipa supaya lebih tahan terhadap korosi serta membunuh biota laut merugikan yang hidup di dalam pipa. Sistem pemipaan yang terpelihara dengan baik akan mengoptimalkan seluruh kinerja permesinan di KRI sehingga biaya pemeliharaan kapal pun akan jauh lebih hemat, dan usia pakai kapal akan semakin panjang.
IMPLEMENTASI METODE CHARACTER CULTIVATION DALAM DUNIA PENDIDIKAN MILITER Putra, Hendriman
JURNAL DARMA AGUNG Vol 31 No 3 (2023): JUNI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung (LPPM_UDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/ojsuda.v31i3.3434

Abstract

Fenomena pendidikan militer sampai saat ini masih menggunakan budaya akademik yaitu character building (pembangunan karakter). Budaya character building sudah diterapkan sejak awal mula dibangunnya lembaga pendidikan dalam dunia militer. Seiring dengan perkembangan zaman dan perubahan karakter dasar dari generasi yang dilahirkan, maka dipandang perlu untuk merubah paradigma pembentukan karakter dalam dunia pendidikan militer, utamanya pada pendidikan dasar. Hal ini semata-mata bertujuan untuk mengisi gap (celah) dari kekurangan yang terdapat pada implementasi character building yang selama ini digunakan. Variabel transformasi paradigma yang dimaksud disebut dengan character cultivation (menumbuhkembangkan karakter) yang nantinya dapat menjadi budaya pendidikan militer. Penelitian pengembangan ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Dunia pendidikan militer dewasa ini menerapkan konsep character building dalam melakukan pendidikan kepada para siswanya. Dibalik kelebihan dari penerapan character building, maka tidak ada salahnya apabila konsep character cultivation menjadi alternatif dalam menutupi gap yang selama ini masih terdapat pada konsep character building. Melalui character cultivation, para peserta didik akan mengalami perubahan karakter melalui proses yang tanpa mereka sadari, bahkan untuk penanaman doktrinasi pun dapat berlaku demikian. Oleh karenanya, pembentukan karakter dalam dunia pendidikan militer sudah saatnya bertransformasi dari character building ke character cultivation. Tidak hanya itu, berdasarkan filosofi dasar dari character cultivation, konsep pendidikan karakter ini juga dapat diimplementasikan di lembaga pendidikan non-militer mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sampai Perguruan Tinggi formal di Indonesia bahkan Luar Negeri.
The Urgency of Artificial Intelligence Utilization in Contemporary Warfare Putra, Hendriman; Mulyono, Budi Eko
Indonesian Journal of Interdisciplinary Research in Science and Technology Vol. 2 No. 12 (2024): December 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/marcopolo.v2i12.12644

Abstract

This article aims to analyze the urgency of implementing artificial intelligence (AI) in supporting contemporary military operations. This study employs a qualitative descriptive method by analyzing related literature, government policies, and case studies of AI applications in the military domain. The research findings indicate that AI has the potential to significantly enhance the efficiency, accuracy, and effectiveness of military operations. The application of AI can encompass various fields such as intelligence analysis, mission planning, weapons system control, logistics, and training simulation. However, the development and implementation of AI must also consider ethical, security, and regulatory aspects.
Smart Defense 5.0 Concept to Protect the Indonesian Capital City (IKN) Putra, Hendriman; Mulyono, Budi Eko
Indonesian Journal of Interdisciplinary Research in Science and Technology Vol. 2 No. 11 (2024): November 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/marcopolo.v2i11.12342

Abstract

This article aims to analyze and evaluate the implementation of the smart defense 5.0 concept in order to secure the Indonesian Capital City (IKN). This research was conducted through an in-depth literature study of various sources, including government documents, scientific publications, and media reports. Qualitative descriptive methods were used to analyze the data obtained. The results of the study indicate that the smart defense 5.0 concept has enormous potential in improving the security of the IKN by integrating information technology and artificial intelligence. However, the implementation of this concept still faces a number of challenges, such as limited technological infrastructure, coordination between institutions and human resource readiness. This study provides policy recommendations to accelerate and improve the effectiveness of the implementation of smart defense 5.0 in the IKN.