Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Kurios

Dari meja perjamuan hingga altar komunitas: Konstruksi teologis Lukas 14:12-14 tentang keramahan menggereja di era posmodern Rampengan, Priscila Feibe
KURIOS Vol. 10 No. 3: Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v10i3.1005

Abstract

This study examines the construction of the theology of hospitality based on the passage of Luke 14:12-14 in the context of church life in the postmodern era. Using a contextual hermeneutic approach and narrative analysis, this study examines how the concept of Jesus' hospitality can be transformed into an ecclesiological praxis relevant to the contemporary church. The findings of the study show that Christian hospitality not only functions as a social ethic but also as a fundamental dimension in the mission of the church that goes beyond the traditional boundaries of religious communities. The church faces a challenge to reconstruct its identity through inclusive and transformative hospitality practices in the context of postmodernity, which is marked by social fragmentation and an institutional crisis of trust.   Abstrak Penelitian ini mengkaji konstruksi teologi keramahan berdasarkan perikop Lukas 14:12-14 dalam konteks kehidupan menggereja di era posmodern. Menggunakan pendekatan hermeneutik kontekstual dan analisis naratif, studi ini mengeksplorasi bagaimana konsep keramahan Yesus dapat ditransformasi menjadi praksis eklesiologis yang relevan bagi gereja kontemporer. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keramahan Kristiani tidak hanya berfungsi sebagai etika sosial, tetapi juga sebagai dimensi fundamental dalam misi gereja yang melampaui batas-batas tradisional komunitas religius. Dalam konteks posmodernitas yang ditandai dengan fragmentasi sosial dan krisis kepercayaan institusional, gereja ditantang untuk merekonstruksi identitasnya melalui praktik keramahan yang inklusif dan transformatif.
Teologi urban: Gereja dan pelayanan urban sebagai ruang hospitalitas Allah Rampengan, Priscila Feibe
KURIOS Vol. 9 No. 3: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i3.724

Abstract

Various problems arise in the context of urban society. The existence of cities can bring paradoxes. On the one hand, the city is the cradle of modern world civilization, but on the other hand, it is a place of social and spiritual decline. This phenomenon fosters a harmful and destructive perception and understanding of urban life. This study explores biblical perspectives on cities and how Christian theology can the context of urban society. This research uses a qualitative method with literature analysis. The results of the study state that urban theology builds a commitment to fulfill the Christian vocation and actively engage and contribute to urban life. Realizing the city is a legitimate place and space to show and present God's hospitality. Urban theology is vital in building mental and spiritual people and urban civilization. The essential elements of urban life must be bound together to restore a sense of common good in the challenges of today's highly diverse, pluralistic, and globalized urban life. The church is called to be involved in the transformation of the city.AbstrakBeragam persoalan muncul pada konteks masyarakat perkotaan. Keberadaan kota dapat membawa paradoks. Di satu sisi kota sebagai tempat lahirnya peradaban dunia modern, namun disisi lain kota menjadi tempat terjadinya kemerosotan sosial dan spiritual. Fenomena ini menumbuhkan persepsi dan pemahaman yang buruk dan destruktif terhadap kehidupan perkotaan. Tujuan penelitian ini untuk menelusuri perspektif alkitabiah tentang kota dan upaya teologi Kristen dapat diterapkan dalam konteks masyarakat perkotaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis literatur. Hasil penelitian menyatakan bahwa teologi urban membangun komitmen untuk memenuhi panggilan kristiani dan terlibat secara aktif, serta berkontribusi dalam kehidupan perkotaan. Menyadari kota merupakan tempat dan ruang yang sah untuk menunjukkan dan menghadirkan hospitalitas Allah. Teologi urban penting dalam membangun mental, spiritual manusia, serta peradaban kota. Elemen penting dari kehidupan kota harus diikat dengan pemulihan rasa kebaikan bersama dalam tantangan kehidupan kota yang sangat beragam, majemuk, dan global dewasa ini. Gereja terpanggil untuk terlibat dalam transformasi kota