Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

From Spatial Domination to Virtual Space Solidarity Tactics: Perjuangan Bersama Untuk Mengatasi Ketidakadilan Terhadap Penghayat Agama Lokal Minahasa Pinatik, Hun Johanis Alfrits; Izak Y. M. Lattu; Tony Tampake
Jurnal Studi Agama Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Studi Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama Agama Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsa.v8i1.22108

Abstract

Many studies have explored indigenous religious believers struggle against world religions domination. However, studies on the employment of virtual space to heighten indigenous believers' tactical solidarity from the Global South remain understudy. This paper explores indigenous religious followers' struggles through access to virtual space as a tactic of everyday solidarity against world religions spatial domination and the state politics of religion in North Sulawesi, Indonesia. It focuses on the efforts of Minahasa indigenous religious believers to advocate for their existence through virtual media collectively. Indigenous religious believers have experienced various forms of spatial domination, such as destroying ancestral sites and ritual places that they consider sacred to realize their beliefs. The single truth perspective has produced the domination of the world religions monotheistic paradigm and the state politics of religion. The single truth has resulted in hate speech, stigmatization, and physical destruction of indigenous religious sacred sites. Through click activism, indigenous religious believers employ virtual media to advocate Minahasa indigenous religions/beliefs. The concept of tactical media is used in this study to analyze how the tactics of indigenous religious believers collectively produce a discourse of resistance critique and discourse on the importance of their places of belief to the public. This study uses qualitative research: observation, in-depth interviews, and literature review to argue that indigenous religious believers have tactically used virtual media as a critical discourse of resistance to the spatial domination constructed by world religious relations and state religious policies.
Peran Nilai Dalihan Na Tolu terhadap Berdirinya Gereja HKBP Purwokerto dari Perspektif Teori Solidaritas Sosial Emile Durkheim Juan Gabriel; Tony Tampake; Gunawan Y.A. Suprabowo
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : LP2M UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/panangkaran.v9i2.4565

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran nilai Dalihan Na Tolu dalam pendirian Gereja HKBP Purwokerto dengan menggunakan perspektif teori solidaritas sosial Emile Durkheim. Penelitian ini menyoroti bagaimana sistem kekerabatan Batak Toba, yaitu Dalihan Na Tolu memfasilitasi pembentukan rasa kebersamaan dan solidaritas di antara anggota jemaat Gereja HKBP Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif ini adalah penelitian yang memiliki sifat deskriptif karena peneliti harus mendeskripsikan keadaan sosial. Pengumpulan data dari penelitian ini dilakukan dengan melakukan observasi dan wawancara. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Temuan ini menegaskan bahwa peran nilai Dalihan Na Tolu seperti menjaga rasa hormat dan tata krama; meningkatkan tanggung jawab sosial; menjaga keharmonisan dalam masyarakat; dan mempererat persaudaraan atau kohesi sosial dalam menjalani kehidupan tentu sejalan dengan prinsip solidaritas sosial Emile Durkheim, secara khusus solidaritas mekanik di mana kesamaan latar belakang, kepercayaan, dan nilai-nilai budaya menciptakan ikatan sosial yang kuat dalam mendirikan Gereja HKBP Purwokerto.