Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Layanan Referensi Sebagai Literasi Informasi Bagi Anak Usia Dini Misshuari, Dinda Hafsah; Masruri, Anis
Tik Ilmeu : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/tik.v8i1.8737

Abstract

Anak usia dini membutuhkan bimbingan dan pendampingan dalam memahami dunia informasi yang semakin kompleks. Dalam dunia perpustakaan layanan yang memiliki peranan penting dalam perpustakaan sebagai penyedia layanan informasi ialah layanan referensi. Pentingnya literasi informasi menjadi sorotan utama dalam konteks pelayanan referensi, yang mencakup informasi terkait koleksi perpustakaan, layanan, dan kegiatan lainnya. Sebagai penyedia layanan informasi, layanan referensi berkaitan dengan literasi informasi bagi setiap kalangan termasuk bagi anak usia dini.  Oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti terkait bagaimana layanan referensi sebagai literasi informasi bagi anak usai dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta membahas layanan referensi sebagai literasi informasi bagi anak usia dini. Metode dalam penelitian ini ialah kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Hasil dari penelitian ini ialah layanan referensi sebagai literasi informasi bagi anak usia dini bertujuan untuk membimbing anak-anak dalam memahami, menggunakan, dan mencari, dan mengevaluasi informasi secara efektif. Bimbingan langsung yang diberikan oleh pustakawan kepada anak bertujuan untuk membimbing mereka secara langsung dalam mencari informasi, memanfaatkan koleksi buku secara efektif, dan merespons pertanyaan yang diajukan oleh anak.
Filantropi dalam Konteks Akuisisi Bahan Pustaka Misshuari, Dinda Hafsah; Zulaikha, Sri Rohyanti
Educaniora: Journal of Education and Humanities Vol. 1 No. 3 (2023): December
Publisher : Institute of Humanities and Education Studies (IHES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59687/educaniora.v1i3.75

Abstract

Isu utama dalam setiap organisasi, termasuk perpustakaan, adalah anggaran. Keterbatasan anggaran dapat menghambat proses akuisisi bahan pustaka. Salah satu solusi adalah melalui sumbangan, yang bisa dikaitkan dengan konsep filantropi. Beberapa tahun terakhir, filantropi telah menjadi partner penting dalam mendukung misi perpustakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan antara filantropi dan akuisisi bahan pustaka. Metode pendekatan kualitatif deskriptif dan studi kepustakaan digunakan dalam penelitian ini untuk menginterpretasikan filantropi dalam konteks akuisisi bahan pustaka sebagai konsep di mana individu atau kelompok institusi memberikan sumbangan kepada perpustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filantropi dalam kegiatan akuisisi bahan pustaka memiliki keterkaitan bahkan menjadi salah satu cara dalam menghadapi hambatan yang terjadi dalam proses akuisisi bahan pustaka yang terkendala akibat anggaran atau biaya. Dengan dukungan filantropi, perpustakaan dapat mengakuisisi bahan pustaka yang mungkin tidak dapat diperoleh melalui anggaran rutin, sehingga bisa memperkaya pengetahuan dan sumber daya bagi pengguna perpustakaan.
The Role of IMTAQ Activities as a Means of Developing Religious Skills of Students Aswan, Aswan; Putri, Oktavia Zulni; Hasibuan, Mayasari; Dhiva, Ersah; Hariyati, Nindya; Misshuari, Dinda Hafsah
Thawalib: Jurnal Kependidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Thawalib: Jurnal Kependidikan Islam
Publisher : STAI Publisistik Thawalib Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54150/thawalib.v7i1.1017

Abstract

The low level of students’ religious skills and the limited research on the effectiveness of IMTAQ programs in shaping Islamic character in schools have become important concerns. This study aims to analyze the implementation of the IMTAQ program and its contribution to improving religious skills and character formation among secondary school students. The research employed a qualitative descriptive approach through in-depth interviews, participatory observation, and documentation involving the principal, supervising teachers, and eleventh-grade students at Sekolah Menengah Atas Al-Ma’shum Sidodadi Kisaran. The findings indicate that the IMTAQ program, conducted weekly, effectively improves students’ Qur’anic reading abilities, Islamic public speaking skills, and religious character development. Activities such as Qur’anic recitation (tilawah), religious lectures, and Islamic arts foster students’ self-confidence and discipline in worship. The program’s success is supported by the principal’s commitment, active teacher involvement, adequate facilities, and students’ enthusiasm. The main obstacles include weather conditions, limited teacher time, and differences in students’ confidence levels. The IMTAQ program also strengthens the school’s religious culture by fostering the consistent, sustainable habituation of Islamic values in students’ daily activities. In conclusion, the IMTAQ program effectively enhances students’ religious skills, Islamic character, and spiritual culture through structured religious activities within the school environment. This study offers an applicable Islamic character education model as a best practice for spiritual development in religion-based secondary schools.