Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UJI KEMAMPUAN MEMBRAN SELULOSA-NA2EDTA DARI LIMBAH KULIT JAGUNG DALAM MENGIKAT ION LOGAM Pb2+ PADA LARUTAN Pb(NO3)2 Sugijopranoto, Laurencia Maylina; Nugraheni, Bekti; Nafi’ah, Rohmatun
Media Farmasi Indonesia Vol. 11 No. 1 (2016): Media Farmasi Indonesia
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.353 KB)

Abstract

SARIPerkembangan teknologi dan kemajuan sektor industri meningkatan jumlahlimbah logam berat, misalnya logam Pb2+.Membran merupakan teknologipemisahan yang sedang berkembang saat ini dan dapat dimanfaatkan untukmemisahkansenyawa logam pada limbah.Salah satu bahan untuk pembuatanmembran yaitu selulosa. Modifikasi selulosa dengan Na2EDTAbertujuan untukmeningkatkan kemampuan selulosa untuk mengikat ion logam Pb2+.Tujuanpenelitian adalah untuk mengetahui adanya kemampuan membran selulosa-Na2EDTA dari limbah kulit jagung untuk mengikat ion logam Pb2+dan untukmengetahui adanya perbedaan kemampuanantara membran selulosa murni denganmembran selulosa-Na2EDTA dalam mengikat ion logam Pb2+ pada larutanPb(NO3)2.Selulosa diperoleh dengan mengisolasi senyawa selulosa dari serbukkulit jagung yang telah melalui proses dewaxing. Selulosa dimodifikasi denganmenggunakan Na2EDTA sejumlah 50, 52 dan 54 mg dengan diaktivasimenggunakan H2SO42 M. Membran diidentifikasi secara kualitatif menggunakanspektrofotometer Fourier Transform Infrared(FTIR) dan secara kuantitatifmenggunakan alat Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) pada pengujiankemampuan pengikatan ion logam Pb2+ dengan konsentrasi awal larutan Pb(NO3)25 ppm. Membran selulosa-Na2EDTA memiliki kemampuan dalam mengikat ionlogam Pb2+ dengan adanya penurunan konsentrasi logam Pb2+ dalam larutanPb(NO3)2. Persentase kemampuan pengikatan ion logam Pb2+ yang paling besarditunjukkan oleh membran selulosa yang dimodifikasi dengan Na2EDTA 54 mgyaitu sebesar 77,5%.
UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAN ISOLAT FLAVONOID KULIT KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR ASAM URAT SECARA IN VITRO Dinurrosifa, Rahmawati Salsa; Mutiara, Erlita Verdia; Nafi’ah, Rohmatun
Media Farmasi Indonesia Vol. 11 No. 1 (2016): Media Farmasi Indonesia
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.991 KB)

Abstract

SARIHiperurisemia adalah suatu keadaan tingginya kadar asam urat yangdisebabkan terjadinya penumpukan asam urat secara berlebihan. Penurunan asamurat dapat digunakan obat alam dan obat sintetik. Obat alam yang digunakan salahsatunya kulit kacang tanah (Arachis hypogaea L.) yang banyak mengandungflavonoid dan mineral yang mampu menurunkan kadar asam urat. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui perbedaanaktivitas pemberian ekstrak dan isolatflavonoid kulit kacang tanah (Arachis hypogaea L.) terhadap penurunan kadarasam urat secara in vitro, mengetahui persentase penurunan kadar asam uratsetelah penambahan ekstrak etanol dan isolat flavonoid kulit kacang tanah, sertamengetahuistruktur senyawa flavonoid dalam isolat kulit kacang tanah (Arachishypogaea L.). Metode ekstraksi yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode remaserasi. Isolasi senyawa flavonoid dilakukan dengan menggunakanmetode kromatografi kolom vakum, fase geraknya menggunakan n-heksan : etilasetat, dan fase diamnya menggunakan silika gel GF 60. Untuk uji penurunankadar asam urat, ekstrak dan isolat kulit kacang tanah dibuat deret konsentrasi100, 200, 300, 400, dan 500 ppm. Hasil uji anava satu jalan ekstrak menunjukkanbahwa ada perbedaan ekstrak etanol dan isolat flavonoid kulit kacang tanah dalammenurunkan kadar asam urat. Hasil persentase penurunan kadar asam urat setelahpenambahan ekstrak kulit kacang tanah berturut-turut sebesar 49,88; 54,13; 57,09;59,22 dan 61,06%, sedangkan setelah penambahan isolat flavonoid berturut-turutyaitu 40,26; 43,74; 47,94; 50,22; dan 52,92%. Struktur flavonoid dari kulit kacangtanah yang dapat menurunkan kadar asam urat secara in vitro yaitu senyawaturunan flavon dengan rumus 7,3’,4’-trihidroksi flavon.