Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Makna Pencatatan Perkawinan pada Peraturan Perundang-undangan ditinjau dalam Hukum Islam Anto, Adrianto
Taruna Law: Journal of Law and Syariah Vol. 2 No. 01 (2024): January
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Taruna Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54298/tarunalaw.v2i01.163

Abstract

This research is motivated by invalidity unregistered marriage based on Positive law and Islamic law. In Islamic law marriage registration is condicio sine quanon is istinbath of Islamic law. Marriages that are not registered according to the regulations of Islamic law for condicio sine quanon for marriage registration be a contradictory matter what happens in practice wedding in the middle of public. This study aims to determine The mean a recording of marriage In istinbath of islamic law and want to know in mean of recording of marriage in islamic law And want to know the mean of recording of marriage in an effort to realize goals Maslahah which is on public. This research uses qualitative approach with library research. The research results show abouth the recording of marriage is condicio sine quanon in istinbath of Islamic law and meaning of recording of marriage in Islamic law is is as evidence next to the witnes. The mean of recording of marriage in an effort to realize goals Maslahah which is on public as Maslahah Daruriyyah like a guard that must be maintained Is ad-Din, an-Nafs, al-‘Aql, an-Nasab wa al-Mal.  
Esensi Zihar Menurut Hukum Islam Anto, Adrianto
QONUN: Jurnal Hukum Islam dan Perundang-undangan Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : FASYA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/qj.v8i1.8088

Abstract

Zihar menimbukan kontroversial antara Imam Abu Hanifah dan Imam Malik mengenai suami menyebutkan sesuatu anggota tubuh selain punggung atau menyebutkan orang orang perempuan selain ibu yang selamanya haram dinikahi olehnya. Dan dasar keharaman zihar, Dan akibat zihar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa zihar hanya terjadi dengan menyebutkan anggota tubuh yang haram dilihat. Imam Malik berpendapat bahwa penyebutan kata kata tersebut adalah zihar. Imam Abu Hanifah berpendapat zihar tidak termasuk hukum talaq/perceraian sedangkan Imam Malik berpendapat zihar mendekati hukum talaq. Imam Abu Hanifah berpendapat kembali kepada Islam sedangkan Imam Malik berpendapat kembali membayar kifarat zihar.
PENGGUNAAN TAYAMUM UNTUK MELAKSANAKAN SHALAT FARDHU DI TEMPAT PEMBERHENTIAN BUS DALAM PERJALANAN LAMPUNG KE MEDAN MENURUT HUKUM ISLAM anto, adrianto
Wasatiyah: Jurnal Hukum Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Wasatiyah: Jurnal Hukum
Publisher : STAI Ma'arif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70338/wasatiyah.v5i1.143

Abstract

Dalam perjalanan Lampung ke Medan, di tempat pemberhentian bus ditemui kamar kecil yang didapati airnya yang kurang bersih digunakan untuk thaharah, dan sementara waktu shalat sudah masuk. Di lain hal persoalan penumpang mengenai debu yang baik yang dapat digunakan untuk bertayamum.  Sehingga untuk menjawab boleh atau tidaknya penumpang melakukan tayamum untuk melaksanakan shalat fardhu Dan mengetahui debu yang baik yang dapat digunakan untuk tayamum. Untuk menjawab masalah tersebut penulis menggunakan pendekatan ushuli yaitu menganalisa pokok pokok persoalan dengan pendekatan dalil, yaitu menggunakan dalil al quran dan dalil hadist dan dikaitan dengan pendapat para ulama fiqih berkaitan dengan air yang tidak ditemukan dan debu dalam arti mencari tanah yang baik untuk melakukan tayamum. Hasil penelitian, Penggunaan tayamum dengan melihat sebab dibolehkannya tayamum yaitu sudah masuk waktu shalat dan air tidak ditemukan. Pemudik yang melakukan tayamum untuk shalat fardhu adalah boleh, jika tidak ditemukan air. Jika ia pemudik temukan air maka ia pemudik berwudhu’ dan debu yang suci adalah debu yang berada dipermukaan tanah, seperti diatas tanah disekitar tanah seperti rerumputan, pepohonan dan lain sebagainnya.
PROBLEMATIKA PERNIKAHAN YANG TIDAK DICATATKAN DI KALIMANTAN UTARA Anto, Adrianto
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2024): alfikrah
Publisher : STAI Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v4i1.615

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pernikahan adat yang dilakukan tanpa sepengetahuan PPN dan KUA dan pernikahan siri yang dilakukan oleh kalangan masyarakat dan tidak dicatatkan oleh PPN dan KUA. Permasalahannya adalah perlindungan hukum terhadap warga Negara Indonesia yang hanya melakukan perkawinan adat atau pernikahan siri. Dan Akibat Hukum dari pernikahan yang tidak dicatatkan di PPN dan KUA serta kedudukan pencatatan pernikahan dalam upaya merealisasikan tujuan maslahah yang ada pada diri manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkawinan adat dan perkawinan siri tidak mendapatkan perlindungan hukum dan akibat hukum yang timbul adalah rentannya perkawinan, proses penyelesaian anak dan kewarisan yang tidak terselesaikan serta Kedudukan pencatatan pernikahan adalah sebagai syarat administratif dalam peraturan perundang-undangan.