Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : MANUSKRIPTA

Misengi Élo’na Lopié: Menelaah Pesan Kutika dalam Budaya Bahari Bugis Widyaningrum, Rahmatia Ayu
Manuskripta Vol 12 No 2 (2022): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v12i2.151

Abstract

The Kutika Manuscripts in the Bugis language found in the Kalimantan Islands are a track record of the knowledge and existence of the Buginese in the area. This text can be associated with the culture of massompe' or migrating among the people of South Sulawesi. This study opens a space for discussion about the concept of maritime culture of the Bugis tribe based on the Kutika script. This article uses philological studies for textual analysis on the manuscript of Kutika Ugi 'Sakke Rupa (KUSR) which comes from the collection of the Mulawarman Museum in East Kalimantan. This study analyzes how the environmental awareness of the Bugis community is based on a small aspect in the process before sailing which is called misengi élo'na lopié as the etiquette of communicating with boats. The results of this study reveal that the boat is associated with a soul and will. This finding is related to the Merleau-Ponty concept of body ontology regarding body intentionality. Overall, this research contributes to the scientific realm by not only introducing local knowledge found in ancient texts, but also elaborating philosophical values related to the way Bugis people read nature and the sea. === Naskah Kutika berbahasa Bugis yang terdapat di Kepulauan Kalimantan merupakan rekam jejak pengetahuan dan keberadaan orang Bugis di daerah tersebut. Naskah ini dapat dikaitkan dengan budaya massompe’ atau merantau di kalangan masyarakat Sulawesi Selatan. Kajian ini membuka ruang diskusi tentang konsep budaya bahari suku Bugis berdasarkan naskah Kutika. Artikel ini menggunakan kajian filologi untuk analisis tekstual pada naskah Kutika Ugi 'Sakke Rupa (KUSR) yang berasal dari koleksi Museum Mulawarman di Kalimantan Timur. Penelitian ini menganalisis bagaimana kesadaran lingkungan masyarakat Bugis berdasarkan satu aspek kecil dalam proses sebelum berlayar yang disebut misengi élo'na lopié sebagai etika berkomunikasi dengan perahu. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa perahu diasosiasikan memiliki jiwa dan kehendak. Temuan ini dikaitkan dengan konsep ontologi tubuh Merleau-Ponty mengenai intensionalitas tubuh. Secara keseluruhan, penelitian ini berkontribusi dalam ranah ilmiah yang tidak sekadar memperkenalkan pengetahuan lokal yang terdapat di dalam naskah kuno, melainkan juga menguraikan nilai-nilai filosofis yang berhubungan dengan cara manusia Bugis membaca alam dan laut.
Dari Makkah ke Bantaeng: Potret Sosial Bantaeng Abad XX Berdasarkan Catatan Harian Haji Abdul Rahman Widyaningrum, Rahmatia Ayu
Manuskripta Vol 14 No 2 (2024): Manuskripta: Special Issue Dreamsea Student Research 2023
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v14i2.20

Abstract

This article describes and analyzes the Catatan Harian Haji Abdul Rahman (handwritten diary of Haji Abdul Rahman-CHAR), a collection belonging to the people of Bantaeng, South Sulawesi, and digitized by Dreamsea with the code DS 0052 00001. Composed based on the author's personal social experiences, the CHAR reveals a shift in the trend of diary writing in early 20th century South Sulawesi. Traditionally, handwritten diaries often recorded royal activities. However, the CHAR, written by a religious leader, focuses on the author's social interactions with the community. This study aims to unravel the information spread across the years 1912-1968, shedding light on the social conditions, educational advancements, and technological developments in early 20th century Bantaeng society. The CHAR manuscript serves as evidence that diary writing in South Sulawesi was not confined to royal circles but was prevalent among various societal strata.=== Artikel ini mendeskripsikan dan menguraikan teks naskah Catatan Harian Haji Abdul Rahman (CHAR) koleksi masyarakat Bantaeng, Sulawesi Selatan yang telah didigitalisasi oleh Dreamsea dengan kode DS 0052 00001. Teks ini disusun berdasarkan peristiwa-peristiwa sosial yang dialami langsung oleh penulis. Haji Abdul Rahman sebagai pemilik dan juga penulis CHAR menunjukkan bahwa pada awal abad ke-20 terjadi pergeseran tren catatan harian di Sulawesi Selatan. Pada umumnya, manuskrip catatan harian memuat informasi yang berkenaan dengan kegiatan raja. Namun, teks CHAR ditulis oleh seorang pemuka agama dan lebih menyoroti interaksi sosial antara sang penulis dengan masyarakat sekitarnya. Tulisan ini bertujuan untuk menguraikan sebaran informasi yang ditulis pada rentang tahun 1912 sampai 1968 M yang mengungkapkan kondisi sosial, kemajuan pendidikan, dan teknologi yang telah digunakan masyarakat Bantaeng pada awal abad ke-20. Manuskrip CHAR menjadi bukti bahwa tradisi penulisan catatan harian di Sulawesi Selatan tidak hanya terbatas pada ruang lingkup kerajaan, tetapi juga tersebar di seluruh lapisan masyarakat.