Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Teknik Membaca Syair sebagai Cara Memaknai Hidup Amri, Tio Zulfan; Rizkian, Muhammad Fahmi; Jayakandi
Darma Cendekia Vol. 2 No. 2 (2023): Darma Cendekia
Publisher : CV Buana Prisma Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60012/dc.v2i2.65

Abstract

Syair pada dasarnya merupakan salah satu jenis karya sastra yang cukup populer untuk berbagai kalangan. Tak jarang juga, beberapa orang membacakan syair untuk situasi tertentu, seperti pentas, hiburan, bahkan bisa juga digunakan untuk mengungkapkan perasaan kepada seseorang. Ada beberapa teknik yang perlu dipahami dan dikuasai agar seseorang mampu membacakan puisi sesuai keinginannya. Puisi diketahui merupakan jenis karya sastra yang memiliki irama, rima, penyusunan larik dan bait. Alhasil, teknik membaca puisi menjadi penting untuk memunculkan berbagai unsur tersebut menjadi sesuatu yang indah, dan pemahaman tentang nilai-nilai kehidupan yang tersembunyi dalam puisi. Budaya etnis dan budaya lokal yang dimiliki oleh kelompok-kelompok suku bangsa yang ada di Indonesia ini menjadi bagian penting dari kebudayaan bangsa yang telah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi penguatan jati diri dan pembentukan karakter bangsa serta ketahanan budaya bangsa.
KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL 24 JAM BERSAMA GASPAR KARYA SABDA ARMANDIO DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Rizkyawan, Arya Noer; Amri, Tio Zulfan
Alegori: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 4, No 2 (2024): Alegori : Jurnal Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/alegori.v4i2.12263

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini untuk mengetahui wujud penerimaan bacaan yang terkandung dalam Konflik Batin Tokoh Utama dalam Novel 24 Jam Bersama Gaspar Karya Sabda Armandio dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskripstif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wujud penerimaan bacaan yang terkandung dalam Konflik Batin Tokoh Utama dalam Novel 24 Jam Bersama Gaspar Karya Sabda Armandio terdiri dari konflik mendekat-mendekat sebanyak 21 temuan atau setara dengan 27%, konflik mendekat-menjauh sebanyak 30 temuan atau setara dengan 39%, konflik menjauh-menjauh sebanyak 26 temuan atau setara dengan 34%. Berdasarkan analisis penulis menemukan 77 temuan atau setara dengan 100%.Kata Kunci: Resepsi Konflik Batin,Tokoh Utama, Novel, Pembelajaran Bahasa Indonesia.
Menulis Pantun Berkait dengan Teknik Narasi Ekspositoris sebagai Pengenalan Budaya Betawi Amri, Tio Zulfan; Rizkian, Muhammad Fahmi; Jayakandi
Darma Cendekia Vol. 3 No. 2 (2024): Darma Cendekia
Publisher : CV Buana Prisma Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60012/dc.v3i2.122

Abstract

Pantun sebagai salah satu warisan budaya Indonesia, semakin lama terlupakan di setiap generasi. Pantun mempunyai peran penting dalam pembentukan kepribadian ataupun karakter identitas kearifan lokal. Kondisi tersebut mengkhawatirkan banyak pihak, kurangnya pemahaman terhadap budaya lokal disebabkan oleh perkembangan teknologi, pola pikir westernisasi, dan arus informasi tidak berimbang dengan kesadaran budaya lokal. Bertujuan menambah wawasan keilmuan tentang melestarikan warisan budaya. Untuk memasyarakatkan dan merevitalisasi kembali unsur budaya Betawi. Sekaligus memasyarakatkan pantun berkait sebagai kekayaan budaya Indonesia agar lebih akrab dan dipandang menarik Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah metode mendongeng, diskusi, tanya-jawab dan apresiasi terhadap karya. Dengan penggunaan metode ini diharapkan pengabdian masyarakat ini dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Hasil penelitian dapat disimpulkan, para anggota Yayasan El-Nama Indonesia dapat mengembangkan, membuat dan mengaplikasikan membacakan pantun berkait untuk mendapatkan pemaknaan luhur kehidupan dan membangkitkan nilai budaya Betawi dengan teknik menulis narasi ekspositoris. Dalam rangka memberikan pemahaman dan pengetahuan mengenai pentingnya menjaga warisan budaya jenis karya sastra agar lebih kreatif dalam menulis pantun berkait untuk mendapatkan pemaknaan luhur kehidupan dan membangkitkan nilai Betawi dalam ruang lingkup sosialisasi di lingkungan teater.
Eksistensi Tradisi Sastra Lisan Gambang Rancag dalam Masyarakat Betawi Jayakandi, Jayakandi; Amri, Tio Zulfan; Rizkian, Muhammad Fahmi
Nitisara: Jurnal Ilmu Bahasa Vol 2, No 2 (2024): Nitisara: Jurnal Ilmu Bahasa
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/ntsr.v2i2.3752

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis eksistensi tradisi sastra lisan gambang rancag dalam masyarakat Betawi. Metode penelitian yang digunakan untukĀ  menganalisis tradisi sastra lisan gambang rancag dalam masyarakat Betawi adalah menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara. Berdasarkan hasil penelitian dari 20 responden yang telah diwawancarai oleh peneliti, terdapat 15 responden yang tidak mengetahui tentang tradisi sastra lisan gambang rancag. Hal ini tanpa disadari bahwa tradisi sastra lisan gambang rancag perlahan mulai ditinggalkan atau dilupakan. Oleh karena itu, pihak instansi terkait dan masyarakat harus bekerjasama menjaga dan melestarikan tradisi sastra lisan gambang rancag.
Eksistensi Tradisi Sastra Lisan Gambang Rancag dalam Masyarakat Betawi Jayakandi, Jayakandi; Amri, Tio Zulfan; Rizkian, Muhammad Fahmi
Nitisara: Jurnal Ilmu Bahasa Vol 2, No 2 (2024): Nitisara: Jurnal Ilmu Bahasa
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/ntsr.v2i2.3752

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis eksistensi tradisi sastra lisan gambang rancag dalam masyarakat Betawi. Metode penelitian yang digunakan untukĀ  menganalisis tradisi sastra lisan gambang rancag dalam masyarakat Betawi adalah menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara. Berdasarkan hasil penelitian dari 20 responden yang telah diwawancarai oleh peneliti, terdapat 15 responden yang tidak mengetahui tentang tradisi sastra lisan gambang rancag. Hal ini tanpa disadari bahwa tradisi sastra lisan gambang rancag perlahan mulai ditinggalkan atau dilupakan. Oleh karena itu, pihak instansi terkait dan masyarakat harus bekerjasama menjaga dan melestarikan tradisi sastra lisan gambang rancag.