Suprihatin, Suprihatin
Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ISOLASI ALFA-SELULOSA DARI SABUT KELAPA MUDA SEBAGAI ADSORBEN LOGAM BERAT Septiyafani, Ayu; Muliawan, Alvin Rizky; Suprihatin, Suprihatin
Jurnal Teknik Kimia Vol 18, No 2 (2024): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v18i2.4415

Abstract

Salah satu sumber daya alam di Indonesia yang jarang dimanfaatkan adalah sabut kelapa muda. Sabut kelapa muda mengandung 42,6% selulosa dan 22% lignin. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan isolasi sabut kelapa muda agar diperoleh α-selulosa dengan kemurnian yang tinggi. Hasil α-selulosa yang diperoleh dianalisa gugus fungsi dengan FT-IR, kemudian digunakan sebagai bioadsorben logam berat Cu2+ dan Ni2+ pada limbah industri elektroplating. Metode yang digunakan adalah isolasi secara kimia meliputi proses pretreatment, delignifikasi lignin, dan bleaching. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan variasi konsentrasi Na2SO3 dan suhu pada proses delignifikasi lignin. Hasil isolasi α-selulosa terbaik akan dilakukan proses absorbsi terhadap logam berat. Hasil kandungan α-selulosa terbaik adalah pada perlakuan suhu 100 ˚C dan konsentrasi larutan Na2SO3 sebesar 20,4% yaitu sebesar 91,7%. Proses absorbsi logam berat dengan α-selulosa hasil isolasi diperoleh penurunan kadar logam berat Nikel (Ni2+) dan Tembaga (Cu2+) sebanyak 59,6% dan 69,2%. DOI: https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v18i2.4415
PENGEMBANGAN BIODEGRADABLE FILM BERBASIS CAMPURAN PATI BIJI NANGKA DAN ALPUKAT DENGAN PENAMBAHAN PLASTICIZER SORBITOL Ramjani, Muhammad Rifki; Labib, Ahmad Nauval; Siswati, Nana Dyah; Suprihatin, Suprihatin
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.31952

Abstract

Biji nangka dan alpukat dianggap sebagai limbah, padahal biji tersebut mengandung kadar karbohidrat dan pati yang tinggi, yaitu sekitar 56 gram per 100 gram biji nangka dan sekitar 80% dari kadar biji alpukat. Kedua biji ini dapat digunakan sebagai jaringan pembentuk polimer dalam pembuatan biodegradable film. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan biodegradable film terbaik yang meliputi parameter kuat tarik, persen elongasi, ketebalan, dan persen biodegradasi yang mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Japanese Industrial Standards (JIS). Penelitian ini menggunakan rasio massa pati biji nangka dan biji alpukat sebesar 10:0, 7:3, 5:5, 3:7, dan 0:10 gram, dengan penambahan sorbitol sebesar 10, 11, 12, 13, dan 14 mL. Proses diawali dengan penepungan biji nangka dan alpukat, lalu dilanjutkan dengan pembuatan larutan biofilm yang kemudian dicetak dan dikeringkan. Hasil biofilm dianalisis menggunakan metode ASTM D638. Kondisi terbaik berdasarkan parameter kuat tarik, nilai elongasi, ketebalan, dan biodegradasi terdapat pada rasio pati biji nangka dan alpukat 10:0 gram dan penambahan sorbitol 14 mL yang menghasilkan nilai kuat tarik sebesar 36,45 MPa, persen elongasi sebesar 88,1%, ketebalan 0,15 mm, dan persen biodegradasi 86%.