Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENTINGNYA KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTAR TEMAN DI DALAM PERKULIAHAN UNTUK MENGURANGI RESIKO BUNUH DIRI PADA MAHASISWA YANG DIAKIBATKAN OLEH STRES YANG BERLEBIHAN Nabila Saviratus Zahirah; Qoni’ah Nur Wijayanti, S.Ikom., M.Ikom
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 1 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v2i1.45

Abstract

Pada masa sekarang ini, menjadi seorang mahasiswa bukanlah suatu hal yang mudah. Seorang mahasiswa diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang dapat memberikan suatu perubahan dalam hal positif di kehidupan masyarakat. Maka dari itu, mahasiwa memiliki banyak tanggung jawab yang harus dipikulnya. Tak heran banyak ditemukan sebuah berita yang memberitakan seorang mahasiwa yang mengalami sttres berat yang membuat mahasiswa tersebut memilih untuk mengakhiri hidupnya. Tetapi ternyata sebuah komunikasi interpersonal  terhadap teman sangat berpengaruh terhadap kehidupan seorang mahasiswa. Adanya seorang teman, dapat membuat seorang  menjadi kuat maupun lemah tergantung bagaimana teman tersebut berperilaku dan apakah komunikasi interpersonal dengan seorang teman tersebut berjalan dengan baik atau tidak. Maka berdasarkan dengan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah penting komunikasi interpersonal antar teman didalam perkuliahan untuk mengurangi resiko bunuh diri pada mahasiswa yang diakibatkan oleh stress yang berlebih. Analisis penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dengan teknik analisis melalui pengumpulan sebuah data melalui jurnal terdahulu, observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan narasumber yaitu seorang mahasiswa yang besangkutan. Berdasarkan dengan hasil penelitian yang peneliti temukan yaitu bahwa seorang teman sangatlah berpengaruh dalam perubahan perilaku mahasiwa di Universitas Trunojoyo Madura. Hal tersebut terjadi jika seorang mahasiswa memiliki seorang teman yang saling mendukung dan saling menguatkan maka mahasiswa tersebut dapat membagi cerita tantang masalah yang sedang dihadapinya  melalui interaksi komunikasi intrepersonal sehingga mahasiswa tersebut merasa lebih tentram dan dapat mengurangi sedikit bebannya daripada harus dipikirkan sendiri. Tetepi jika seorang mahasiswa tidak memiliki komunikasi interpersonal yang baik dengan teman didalam dunia perkuliahan hal tersebut dapat menyebabkan mahasiswa tersebut memendam segala masalah yang akan mengakibatkan stress yang dapat berdampak ke perilaku negatif yaitu bunuh diri
Konstruksi Peran Perempuan dalam Menyikapi Pernikahan pada Podcast Suara Berkelas Episode “Bedah Mindset Perempuan Berkelas #67 Ilza Catur Nikmatus; Nabila Saviratus Zahirah
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/sxh55r58

Abstract

This study aims to examine how women’s roles in navigating marriage are socially constructed through the dialogue presented in Episode 67 of the Suara Berkelas podcast. The research is motivated by the persistence of social expectations that position women as the primary bearers of domestic responsibilities, emotional labor, and pressure to marry at a certain age. The study seeks to identify how the speaker negotiates, challenges, and reconstructs these expectations through personal experiences and reflections on marital readiness, division of roles, and partner independence. Using a descriptive qualitative approach with content analysis, the study applies Berger and Luckmann’s social construction theory along with Simone de Beauvoir’s concept of gender construction. The findings show that the speaker actively articulates a new narrative that positions women as empowered, rational agents with full authority over major life decisions, including marriage. Ideas such as shared household responsibilities, emotional maturity, support for women’s careers, and marrying at a more mature age emerge as alternative constructions that contest patriarchal norms. The study concludes that the podcast serves as a medium for shaping alternative discourses that strengthen women’s position within marriage. This research recommends increased production of media content that centers women’s experiences and supports public education policies promoting gender equality within families and marital decision-making.