Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI KOMUNIKASI PERSUASIF ORANG TUA DALAM MEMBENTUK NILAI KEAGAMAAN PADA ANAK DI DESA KEDUNGLENGKONG Afrilia Mustika Damayanti; Qoni’ah Nur Wijayanti, S.Ikom., M.Ikom
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 1 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v2i1.46

Abstract

Masyarakat Desa Kedunglengkong, tepatnya yang terletak di Dusun Badung, sebagian besar beragama Islam dan terlibat dalam aktivitas keagamaan, seperti pengajian ibu-ibu dan anak-anak, serta bapak-bapak yang sholat lima waktu berjamaah di masjid. Tidak hanya orang tua saja, tetapi anak-anak juga telah dididik untuk beribadah sejak dini. Sangat penting bagi orang tua untuk memastikan anak-anak mereka konsisten dalam beribadah. Orang tua harus memilih cara yang tepat untuk mendidik anak mereka dalam membentuk nilai keagamaan, seperti melakukan sholat wajib lima waktu, membaca Al-Quran, puasa, dan lainnya. Salah satu cara yang tepat untuk mempengaruhi perilaku anak dalam hal ini adalah melalui komunikasi persuasif. Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui bagaimana komunikasi persuasif yang dilakukan orang tua untuk membangun nilai-nilai keagamaan pada anak. Dalam penelitian ini digunakan pemetode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan komunikasi persuasif orang tua untuk mempengaruhi anak dalam membina keagamaan adalah dilakukan melalui berbagai cara. Mulai dari mengajak sholat berjamaah, mengajak membaca Al-Quran, mengajak puasa sunnah bersama, mengajak menghadiri pengajian, serta memberikan contoh langsung kepada anak.  Penggunaan komunikasi persuasif ini berdampak baik pada anak. Hal ini menjadikan anak lebih memahami nilai-nilai agama Islam dan dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Representasi Gender Pada Iklan Sajiku Seri Ibu Kuat Sajiku (2025) Afrilia Mustika Damayanti; Laras Kuntiyasari
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/chenjg98

Abstract

This study aims to uncover the representation of gender bias in the Sajiku Seasoning Flour Advertisement Series "Strong Mother" (2025) and examine how its visual and narrative construction reinforces women's domestic roles. This advertisement is interesting to study because, despite depicting a strong mother working in the public sphere, she remains the central figure in all household chores. To understand the message conveyed, this study uses a qualitative approach using Roland Barthes's semiotic analysis method, examining the denotative, connotative, and mythical meanings of each scene in the advertisement. The results show that the Sajiku Strong Mother Series advertisement contains several forms of gender bias, including: first, reinforcing the stereotype that housework is a woman's natural responsibility. Second, normalizing the double burden on women, who are portrayed as having to work and care for all family needs without complaint. Third, the absence of a male figure reinforces the notion that domestic matters are not a man's responsibility. Fourth, women's love and self-worth are reduced to their ability to cook and provide household services for their families. Through emotional symbols, narratives, and visuals, this advertisement subtly reproduces patriarchal values ​​and confines women's identities to domestic roles.