Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI KOMUNIKASI PASANGAN YANG USIANYA SELISIH 10 TAHUN DALAM MENJAGA KEHARMONISAN RUMAH TANGGA DI DESA PALUR Laras Kuntiyasari; Qoni’ah Nur Wijayanti, S.Ikom., M.Ikom
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 1 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v2i1.39

Abstract

Dasar dari semua hubungan manusia baik itu hubungan pribadi maupun sosial adalah komunikasi. Komunikasi efektif ini diperlukan dalam melakukan komunikasi apapun, salah satunya komunikasi dalam rumah tangga. Strategi komunikasi dalam rumah tangga bisa berubah seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu, penting untuk selalu memperbaiki dan menyesuaikan perubahan dalam hubungan dan kebutuhan pasangan. Strategi komunikasi yang baik dan efektif merupakan salah satu cara untuk membangun sebuah hubungan yang harmonis dan berkelanjutan. Menjaga keharmonisan rumah tangga merupakan sesuatu hal yang tidak mudah dilakukan. Apalagi dengan pasangan yang memiliki selisih umur 10 tahun. Pasangan yang memiliki usia selisih 10 tahun sering berasal dari generasi yang berbeda. Berdasarkan realita diperlukan strategi komunikasi untuk kehidupan rumah tangga yang usianya selisih 10 tahun agar mencapai keharmonisan. Hasil penelitian ini mereka menerapkan strategi komunikasi yaitu saling menerima perbedaan, jujur dan saling terbuka, mendorong kesetaraan gender, empati dan pengertian, keterlibatan dalam aktivitas bersama, memberikan dukungan emosional dan komitmen unrtuk tumbuh bersama.
Representasi Gender Pada Iklan Sajiku Seri Ibu Kuat Sajiku (2025) Afrilia Mustika Damayanti; Laras Kuntiyasari
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/chenjg98

Abstract

This study aims to uncover the representation of gender bias in the Sajiku Seasoning Flour Advertisement Series "Strong Mother" (2025) and examine how its visual and narrative construction reinforces women's domestic roles. This advertisement is interesting to study because, despite depicting a strong mother working in the public sphere, she remains the central figure in all household chores. To understand the message conveyed, this study uses a qualitative approach using Roland Barthes's semiotic analysis method, examining the denotative, connotative, and mythical meanings of each scene in the advertisement. The results show that the Sajiku Strong Mother Series advertisement contains several forms of gender bias, including: first, reinforcing the stereotype that housework is a woman's natural responsibility. Second, normalizing the double burden on women, who are portrayed as having to work and care for all family needs without complaint. Third, the absence of a male figure reinforces the notion that domestic matters are not a man's responsibility. Fourth, women's love and self-worth are reduced to their ability to cook and provide household services for their families. Through emotional symbols, narratives, and visuals, this advertisement subtly reproduces patriarchal values ​​and confines women's identities to domestic roles.