Strategi pelayanan publik berperan penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan responsif. Tingginya angka kecelakaan pada usia produktif mendorong Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan untuk menghadirkan program transportasi umum gratis Si Mas Ganteng yang aman, nyaman, dan terintegrasi bagi pelajar dan masyarakat umum. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan strategi pelayanan publik pada layanan transportasi Si Mas Ganteng. Jenis penelitian ini adalah de skriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian menggunakan teori strategi pelayanan publik menurut Chiwawa dan Wissink yang terdiri dari lima indikator, yaitu clarity of goals (kejelasan tujuan dan sasaran), alignment of resources (penyelarasan sumber daya), performance measurement and reporting (pengukuran dan pelaporan kinerja), collaboration and stakeholder engagement (kolaborasi dan keterlibatan pemangku kepentingan), continuous improvement (peningkatan berkelanjutan). Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan perlu penyesuaian rute terutama di rute Tuban-Bojonegoro, antusias penumpang yang tinggi mengakibatkan keterbatasan armada, belum tersedianya halte sesuai standar, serta belum tersedianya tempat kritik dan saran bagi pengguna layanan. Adapun saran peningkatan pelayanan Si Mas Ganteng meliputi penambahan armada dan rute, penyediaan halte sesuai standar pelayanan, dan pengelolaan kritik dan saran.