Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EVALUASI PEMANTAUAN TERAPI OBAT PADA PASIEN APENDISITIS AKUT DAN PNEUMONIA DI RUMAH SAKIT “X” FAJRIANI, NUZUL
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/scpij.v8i2.6796

Abstract

Apendisitis adalah peradangan yang terjadi pada apendiks vermiformis dan merupakan penyebab akut abdomen paling sering. Gejala klasik apendisitis ialah nyeri samar-samar dan tumpul yang merupakan nyeri viseral di daerah epigastrium di sekitar umbilikus. Kadang tidak ada nyeri epigastrium tetapi terdapat konstipasi. Tindakan itu dianggap berbahaya karena bisa mempermudah terjadinya perforasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan analisa profil pengobatan pasien dengan metode Subject, Object, Assesment, and Plan (SOAP). Pasien Tn. Y Umur 78 tahun di diagnosa mengalami Apendisitis dengan keluhan nyeri pada bagian perut serta susah BAB, mengalami mual muntah, sesak saat bernafas. Pasien memiliki riwayat perokok aktif. Dari hasil analisa yang dilakukan terhadap Pemantauan Terapi Obat Pada Tn. Y, yang didiagnosa apendisitis akut maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa terapi pengobatan yang didapatkan Tn. Y masih terdapat beberapa obat yang tidak rasional.
Uji Disolusi Terbanding Tablet Pirazinamide Produk Generik Berlogo dan Produk Bermerek Fajriani, Nuzul; Asarini, Asarini
Archives Pharmacia Vol 7, No 1 (2025): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/ap.v7i1.9113

Abstract

Pirazinamide adalah obat suatu obat antibiotik yang digunakan untuk mengobati tuberkulosis. Sediaan Pirazinamide dalam bentuk tablet termasuk ke dalam Biopharmaceuticals Classification System (BCS) kelas III. Obat yang tergolong ke dalam BCS kelas III memiliki kelarutan tinggi, namun memiliki permeabilitas yang rendah. Disolusi merupakan proses dimana zat kimia atau obat, larut dalam suatu pelarut. Faktor yang mempengaruhi disolusi diantaranya adalah sifat fisikokimia zat aktif, formulasi sediaan, bentuk sediaan, alat disolusi, dan parameter uji. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ekivalensi in vitro dan perbandingan mutu dari tablet produk obat generik berlogo dan produk bermerek menggunakan media disolusi berupa larutan dapar fosfat pH 6,8 dengan metode paddle (dayung) dengan kecepatan pengadukan 100 rpm, pada suhu 370C ± 0,50C. Sampel cuplikan diambil pada menit ke 5, 10, 15, 20, 30 dan 45. Parameter uji yang diamati adalah kadar obat terlarut pada saat t=45 menit (C45) dengan parameter standar baku C45 menunjukkan hasil tidak boleh kurang dari 75% kadar obat. Hasil penelitian didapatkan bahwa disolusi tablet pirazinamide masing-masing produk baik obat generik berlogo maupun produk bermerek menunjukkan gambaran profil disolusi yang berbeda. Dari 7 sampel diperoleh 3 produk paten dan 2 produk generik semuanya menunjukkan hasil disolusi dengan nilai C45 yang memenuhi syarat (³75)
Formulasi Sediaan Krim dengan Kombinasi Minyak Esensial Lavender (Lavandula angustifolia) dan Tea Tree (Melaleuca alternifolia) Fajriani, Nuzul; Salsabillah, Salsabillah; Hurit, Hermanus Ehe
Archives Pharmacia Vol 7, No 2 (2025): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/ap.v7i2.10138

Abstract

Jerawat merupakan masalah kulit yang sering dijumpai pada remaja dan dewasa muda yang disebabkan oleh peradangan pada kelenjar sebaceous akibat infeksi bakteri Propionibacterium acnes. Salah satu pendekatan yang saat ini banyak dipilih adalah penggunaan bahan alami yang memiliki sifat antibakteri dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan dan mengembangkan sediaan krim topikal yang mengandung kombinasi minyak esensial lavender (Lavandula angustifolia) dan tea tree (Melaleuca alternifolia), yang dikenal memiliki aktivitas antibakteri, antiinflamasi, dan penyembuhan luka. Metode penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan, yaitu formulasi sediaan krim, uji stabilitas, serta uji aktivitas antibakteri. Formulasi krim dibuat dengan variasi konsentrasi minyak esensial lavender dan tea tree, menggunakan basis krim yang sesuai dengan standar formulasi sediaan topikal. Sediaan krim kemudian dievaluasi berdasarkan parameter fisik seperti pH, viskositas, homogenitas, dan kestabilan sediaan dalam berbagai kondisi penyimpanan (suhu tinggi, suhu rendah, dan suhu ruang). Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi krim dengan kombinasi minyak esensial lavender 3% dan tea tree 3% merupakan formula sediaan krim terbaik dengan nilai viskositas antara 8.983 – 11.430 cPs, daya sebar antara 4,3 - 6,9 cm, daya lekat antara 6,1 - 10,23 detik.