Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pemeriksaan Angka Lempeng Total Bakteri pada Susu Pasteurisasi Tanpa Merek di Kecamatan Cengkareng Kota Jakarta Barat Abna, Inherni Marti; Amir, Mellova; Puspitalena, Ayu; Hurit, Hermanus Ehe
Archives Pharmacia Vol 3, No 2 (2021): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Susu sapi diminati masyarakat luas karenasusu merupakan bahan pangan dengan nilai gizi yang tinggi. Susu mengandung protein, lemak, vitamin, mineral, laktosa dan enzim-enzim serta beberapa jenis mikroba yang bermanfaat bagi kesehatan sebagai probiotik. Susu dapat tercemar oleh bakteri patogen dari lingkungan, peralatan perah, atau berasal dari sapi itu sendiri. Susu pasteurisasi adalah susu yang aman untuk dikonsumsi tetapi tidak menutup kemungkinan adanya mikroba yang mencemari susu apabila lingkungan sekitarnya mendukung.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah total bakteri pada susu pasteurisasi yang terdapat di Kecamatan Cengkareng Kota Jakarta Barat dan untuk mengetahui apakah susu tersebut persyaratan sesuai peraturan BPOM. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan mengukur nilai Angka lempeng Total (ALT). Hasil pengujian menunjukkan  nilai ALT susu pasteurisasi adalah7,8  x 103  koloni/ml dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Peraturan BPOM Nomor HK.00.06.1.52.4011 untuk produk susu pasteurisasi yaitu tidak melebihi 5x104 koloni/ml.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Vaksinasi HPV Pada WUS Di Kelurahan Pela Mampang Tahun 2019 Hurit, Hermanus Ehe
Archives Pharmacia Vol 4, No 1 (2022): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Dari sepuluh jenis kanker yang paling banyak diderita di Indonesia adalah kanker leher rahim (serviks) menduduki angka tertinggi. Menurut data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS), jenis kanker tertinggi di rumah sakit seluruh Indonesia pasien rawat inap tahun 2008 adalah kanker payudara (18,4%), disusul kanker leher rahim atau serviks (10,3%). Kanker serviks disebabkan oleh virus Human Papiloma Virus (HPV). HPV dapat ditularkan melalui hubungn seksual.Tujuan: untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan vaksinasi HPV pada WUS (Wanita Usia Subur) di  Kelurahan Pela Mampang tahun 2019.Metode Penelitian: yang digunakan dalam penelitian ini adalah case control. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan. Pela Mampang, pada bulan  September-November 2019. Populasi penelitian ini wanita usia subur yang menggunakan vaksinasi di Kelurahan Pela Mampang, jumlah sampel 32 responden yaitu 16 penggguna vaksin sebagai kasus dan 16 bukan pengguna vaksin sebagai kontrol dengan perbandingan 1:1. Sampel diambil dengan teknik total sampling.Hasil penelitian:  Pengguna vaksinasi HPV sebanyak 16 orang (50.0%) dari 6 variabel yang diteliti, terdapat hubungan yang bermakna yaitu pendidikan WUS dengan nilai p-value= 0,003, pekerjaan WUS dengan nilai p-value= 0,001, penghasilan WUSdengan nilai p – value= 0,004, pengetahuan WUS dengan nilai p–value= 0,000, sumber informasi nilai p-value=0.002. Diharapkan seluruh tenaga kesehatan aktif memberikan penyuluhan serta informasi mengenai vaksinasi HPV untuk pencegahan kanker serviks.
EDUKASI UNTUK MENDORONG PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENERIMAAN VAKSIN COVID-19 SEBAGAI UPAYA MEMUTUSKAN MATA RANTAI PENYEBARAN COVID-19 (PASAR KEMIS TANGERANG) 2021 Hermanus Ehe Hurit; Muchammad Reza Ghozaly; Inherni Marti Abna; Abdul Karim Zailani; Adelia Eka Sutomo Putry; Ari Suko Pratiwi; Michelle; Anisa Aulia Pratiwi
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 9: Februari 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v1i9.1329

Abstract

Target pemerintah Indonesia untuk menuntaskan program vaksinasi Covid-19 selama 15 bulan di 34 propinsi dan mencapai total populasi 181,5 juta orang. Namun penolakan terhadap vaksinasi Covid-19 di beberapa wilayah di Indonesia termasuk di daerah Pasar Kemis Tangerang sangat tinggi. Hal ini disebabkan masyarakat pada umumnya lebih banyak terpapar berita yang tidak benar terkait vaksin Covid-19. Survei awal yang dilakukan terhadap warga usia lanjut didapat 85% responden menolak untuk divaksinasi karena kurangnya informasi yang mereka terima terkait manfaat, tujuan, keamanan dan kehalalan vaksin Covid-19. Metode yang digunakan adalah melakukan sosialisasi dan edukasi serta pendekatan secara langsung kepada masyarakat. Hasil yang didapatkan dari 56 warga usia lanjut, 100% peserta menyatakan mendapatkan manfaat dari edukasi yang diberikan oleh tenaga kesehatan tentang vaksin Covid-19. Sebanyak 94,6% responden menyatakan yakin dengan manfaat vaksin Covid-19 dan 5,4% menyatakan ragu-ragu, 100% responden menyatakan bersedia divaksinasi Covid-19 pada periode Maret hingga Juli 2021. Terdapat 94,6% responden menyatakan vaksin Covid-19 halal dan sebanyak 5,4% menyatakan masih ragu-ragu. Terkait efek samping 100% responden menyatakan memahami. Kegiatan ini sangat bermanfaat dan memberikan dampak yang baik dalam merubah pola pikir terhadap vaksin Covid-19
Antihypertensive and Antioxidant Activity of Herbal Medicine (Jamu) B on Rats Induced by 10% Fructose Eff, Aprilita Rina Yanti; Ayu Pertiwi, Reza; Ehe Hurit, Hermanus; Rahayu, Sri Teguh; Eden, Yonatan
Pharmaceutical Sciences and Research Vol. 9, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prolonged fructose intake can activate the renin-angiotensin-aldosterone system and enhance oxidative stress conditions, causing hypertension and hyperuricemia. This study aimed to determine the antihypertensive and antioxidant activity of Jamu B on the activity of superoxide dismutase (SOD), glutathione (GSH), and malondialdehyde (MDA) in the kidneys of Sprague Dawley rats induced by 10% fructose. Thirty rats were divided into six groups. Groups B1-B3 were Jamu groups at a dose of 0.12 g/kg BW (B1), 0.24 g/kg BW (B2), and 0.36 g/kg BW (B3); group C (positive control) was given captopril 0.1 g/kg BW, group D (negative control) was given only 10% fructose, and group E (normal control) was healthy rats. The 10% fructose was induced for eight weeks and the treatment was given at the week 9th and 10th. Jamu B reduced systolic and diastolic blood pressure at all doses, but not significantly different from the normal control group (p>0.05). The SOD activity in groups B1, B2, B3, and C was significantly different from the negative control group (pJamu B at dose of 0.12 g/kg BW; 0.24 g/kg BW; and 0.36 g/kg BW have antihypertensive and antioxidant activity in the kidneys of rats induced by 10% fructose. Nevertheless, Jamu B at a dose of 0.36 g/kg BW was the most effective as an antihypertensive and antioxidant.
PELATIHAN PEMBUATAN DAN PEMANFAATAN ECO-ENZYME DARI SAMPAH ORGANIK (BUAH DAN SAYURAN) DI RW. 12 KELURAHAN DURI KOSAMBI CENGKARENG JAKARTA BARAT Hermanus Ehe Hurit; Inherni Marti Abna; Ratih Dyah Pertiwi; Alvianto Gautama; Winda Amelia Sari; Dimas Inggar Pramudya; Alno Kaldicson; Miftahul Hassanahl
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 9: February 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i9.4785

Abstract

Penanganan sampah di kota-kota besar khususnya di DKI Jakarta selalu menjadi masalah utama dari segi kesehatan lingkungan, karena jumlah penduduk yang sangat padat yang berkontribusi besar dalam menghasilkan sampah terutama dari rumah tangga. DKI Jakarta setiap harinya memproduksi 7.000 ton sampah, tentunya memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan masyarakat jika tidak dikelola dengan baik. Dampaknya bisa menyebabkan polusi udara, tanah dan air, serta penularan penyakit dengan lalat sebagai vektornya. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tentunya menjadi penuh jika sebagian sampah tersebut tidak dikelola dan dimanfatkan secara maksimal. Dalam skala kecil khususnya rumah tangga, jika dibiasakan untuk memilah sampah dan mengolah serta memanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, tentunya akan berdampak langsung dalam mereduksi pembuangan sampah ke TPA dan memperbaiki kualitas dari udara, tanah dan air yang tentunya berdampak sangat bagi kesehatan manusia. Metode yang digunakan adalah melakukan sosialisasi dan edukasi serta pelatihan secara langsung kepada masyarakat terkait pemilahan sampah dan pengolahannya menjadi Eco-enzyme. Hasil yang didapatkan bahwa peningkatan perilaku dalam pemilahan sampah dari 0% menjadi 100%, pengetahuan tentang dampak sampah terhadap kesehatan dan lingkungan dari 76,92% menjadi 100%, kesediaan responden untuk mengikuti ceramah dan pelatihan terkait eco-enzyme dari 15,31% menjadi 100%, pengetahuan tentang eco-enzyme dari 38,36% menjadi 100%, dari 23,81% menjadi 100%, pengetahuan tentang bahan dasar pembuatan eco-enzyme dari 0% menjadi 100% dan kesediaan responden untuk mengikuti pelatihan pengolahan hasil eco-enzyme menjadi produk yang bermanfaat dari 15,31% menjadi 76,19%. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Program Studi Farmasi Universitas Esa Unggul sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam dalam meningkatan kualitas kesehatan dan lingkungan dan bermanfaat secara ekonomi.
KOLABORASI APOTEKER DENGAN MULTIDISIPLIN ILMU DALAM PENGGUNAAN OBAT DAN EDUKASI PHBS DI LOKASI PENGUNGSIAN GEMPA BUMI CIANJUR Hermanus Ehe Hurit; Syurya Muhammad Nur; Sri Teguh Rahayu; Tyas Putri Utami; Robby Rijal Sauri; Muhammat Khairun Nafa; Agung Setiawan; Miftahul Ilmy Setiawan; Muh Dewa Putra
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 6: Nopember 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v3i6.6763

Abstract

Earthquakes that often occur give rise to social problems such as property damage, loss of life, poverty, hunger, and people who are sick, both from illness and injuries due to collapses and stress due to prolonged trauma. The earthquake that occurred in Cianjur, West Java in November 2022 had a broad impact on the local community. A team of volunteers from Esa Unggul University consisting of multidisciplinary sciences who collaborated to be part of handling post-earthquake problems through basic health services and educating the public about Clean and Healthy Behavior (PHBS), to prevent diseases that will appear after the earthquake. This community service activity was carried out in the villages of Ciputri and Ciherang, Pacet District, Cianjur Regency, West Java, which is about 2 km from the epicenter of the earthquake. The method used was providing health services to earthquake victims at evacuation sites and educating them about Clean and Healthy Behavior (PHBS). The results obtained after providing PHBS health and education services were seen from the reduction in disease outbreaks that emerged after the earthquake and only three types of diseases, namely diarrhea 3%, acute respiratory infection 9.36% and allergic rhinitis 13.48% ten days after the earthquake. This community service activity can increase public awareness in preventing various diseases that arise after the earthquake
KOLABORASI APOTEKER DENGAN MULTIDISIPLIN ILMU DALAM PENGGUNAAN OBAT DAN EDUKASI PHBS DI LOKASI PENGUNGSIAN GEMPA BUMI CIANJUR Hurit, Hermanus Ehe; Nur, Syurya Muhammad; Muda, Cut Alia Keumala; Sauri, Robby Rijal; Nafa, Muhammat Khairun; Setiawan, Agung; Setiawan, Miftahul Ilmy; Putra, Muh Dewa
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 10, No 01 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v10i01.7159

Abstract

Gempa bumi yang sering kali terjadi memunculkan permasalahan sosial seperti kerusakan harta benda,memakan korban jiwa, kemiskinan, kelaparan, dan warga yang sakit, baik dari penyakit maupun luka akibat runtuhan serta stress akibat trauma berkepanjangan. Gempa bumi yang terjadi di Cianjur Jawa Barat pada bulan November 2022 berdampak luas pada masyarakat setempat. Tim relawan dari Universitas Esa Unggul yang terdiri dari multidisplin ilmu  yang berkolaborasi menjadi bagian dari penanganan masalah pasca gempa bumi tersebut melalui pelayanan kesehatan dasar dan mengedukasi masyarakat tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), untuk mencegah penyakit yang akan muncul  pasca  gempa.  Kegiatan  pengabdian  kepada  masyarakat  ini  dilakukan  di  desa  Ciputri  dan Ciherang Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur Jawa Barat yang berjarak sekitar 2 km dari pusat gempa. Metode yang digunakan adalah melakukan pelayanan kesehatan kepada korban gempa bumi di lokas pengungsian dan mengedukasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Hasil yang diapatkan setelah diberikan pelayanan kesehatan dan edukasi PHBS terlihat dari berkurangnya wabah penyakit yang muncul pasca gempa dan hanya tiga jenis penyakit yaitu diare 3%, ISPA 9,36% dan rhintis alergi 13,48% pada 10 hari pasca gempa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah berbagai penyakit yang muncul pascagempa.Kata kunci : gempa bumi, kolaborasi, PHBS
Optimasi Kombinasi Asam Stearat Dan Trietanolamin Terhadap Sifat Fisik Krim Ekstrak Etanol Daun Suruhan (Peperomia Pellucida L.) Dengan Metode Simplex Lattice Design Manuelim, Karin; Pertiwi, Ratih Dyah; Hurit, Hermanus Ehe
Archives Pharmacia Vol 6, No 1 (2024): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/ap.v6i1.7615

Abstract

Daun suruhan (Peperomia pellucida L.) mempunyai aktivitas sebagai antibakteri yang dapat dimanfaatkan dalam perawatan kulit. Untuk dapat memanfaatkan daun suruhan, maka dibutuhkan bentuk sediaan yang dapat diaplikasikan pada kulit. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari asam stearat dan trietanolamin terhadap sifat fisik krim dan untuk mengetahui formula optimum dalam krim ekstrak etanol daun suruhan. Optimasi asam stearat dan trietanolamin menggunakan metode Simplex Lattice Design. Uji stabilitas fisik yang digunakan untuk sediaan krim yaitu uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas dan uji tipe krim. Hasil dari pengujian pH, daya sebar dan daya lekat dianalisis menggunakan Design Expert version 12 dan diuji menggunakan one sample t-test menggunakan software SPSS. Setiap respon dari hasil eksperimen kemudian di uji ANOVA (Analysis of variance) untuk menentukan signifikansi analisis respon antar variabel dan dapat mengetahui model yang disarankan oleh Design Expert. Hasil formula optimum sediaan krim yang diperoleh dari metode Simplex Lattice Design dengan kombinasi asam stearat dan trietanolamin yaitu (90%:10%). Pengujian signifikansi menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan dengan nilai signifikansi >0,05.
Formulasi Pasta Gigi Herbal Ekstrak Etanol Daun Rosemary (Rosmarinus officinalis Linn.) Yanti Eff, Aprilita Rina; Ramadhani, Rizki Dwi; Hurit, Hermanus Ehe
Archives Pharmacia Vol 6, No 1 (2024): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/ap.v6i1.7462

Abstract

Kesehatan mulut dan gigi tidak kalah pentingnya dengan kesehatan bagian tubuh yang lainnya karena mulut dan gigi merupakan bagian penting dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Salah satu bahan alam yang ada di sekitar yang memiliki manfaat dalam bidang kesehatan mulut adalah daun rosemary (Rosmarinus officinalis Linn.). Rosmarinus officinalis Linn. merupakan salah satu spesies dari famili Lamiaceae yang kaya akan senyawa fenolik. Daun rosemary dapat digunakan untuk mengobati gangguan pada gigi seperti plak pada gigi. Penelitian ini bertujuan mendapatkan formulasi pasta gigi herbal ekstrak etanol daun rosemary yang sesuai dengan persyaratan sediaan pasta gigi. Penelitian ini menggunakan 3 formula ekstrak dengan variasi konsentrasi,  yaitu formula I, II dan III masing-masing dengan konsentarsi 15%, 20%, dan 25%. Selanjutnya dilakukan uji sifat fisik sediaan pasta gigi hasil formulasi. Hasil uji sifat fisik  menunjukkan bahwa ketiga formula tersebut memenuhi persyaratan dan sesuai standar sediaan pasta gigi berdasarkan parameter organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, stabilitas dipercepat, dan daya busa.  Berdasarkan hasil uji sifat fisik sediaan pasta gigi herbal, ekstrak etanol 15%, 20%, dan 25% dapat diformulasikan menjadi pasta gigi herbal yang memenuhi persyaratan sediaan pasta gigi. 
PENYULUHAN TENTANG PHBS, TOGA, DAN SWAMEDIKASI KEPADA MASYARAKAT RW. 006, KELURAHAN KETAPANG, KECAMATAN CIPONDOH, KOTA TANGERANG Hurit, Hermanus Ehe; Eden, Yonathan; Purnomo, Antonius Dewanto; Ayuni, Dewi Sartika; Limas, Ayu; Surjana, Vernant; Anantya, Catur; Salsabilla, Ersa; Azzuhra, Hanifah Nur; Atilah, Niken Tri Rachmah
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2: Mei-Agustus 2024
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v4i2.3498

Abstract

Ketapang is an urban village located in Cipondoh sub-district, Tangerang City, Banten, Indonesia. This urban village consists of 11 RW (Rukun Warga) and 70 RT (Rukun Tetangga). RW. 006 is located in Ketapang urban village and consists of 1029 family cards. The problems found in RW 006 includes the poor waste disposal system, the lack of understanding and application of hand washing according to the Hand Washing with Soap (CTPS) procedure, the poor processing of Family Medicinal Plants (TOGA) which have been widely planted in the RW. 006 environment, and the lack of interest of residents to see a doctor or other health facilities. The number of self- medication behaviors also makes DAGUSIBU (Get, Use, Store, and Dispose) of medicine an important thing to socialize. The method used is to conduct socialization and practical education directly to the community. The results obtained were changes in public awareness to dispose of waste according to its type (organic and non-organic). An increase in the percentage of CTPS socialization participants who can wash their hands according to CTPS from 20% to 100%; an increase in the percentage of socialization participants' knowledge related to TOGA processing from 52% of respondents to 99.33%; and an increase in the percentage of correct answers to DAGUSIBU socialization participants from 39% of respondents to 82.33% also showed that the PFS activities carried out succeeded in providing positive changes in community knowledge in the RW 006 environment. Socialization related to self-medication has the potential to change the mindset of the RW 006 community about the importance of seeing a doctor, but does not guarantee changes in the behavior patterns/habits of the community who are more likely to do self-care