Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar peserta didik kelas III SDN 1 Landungsari pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila khususnya pada materi “Mengenal Pancasila”. Rendahnya hasil belajar tersebut dipengaruhi oleh proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru, kurangnya penggunaan media pembelajaran yang menarik, serta rendahnya partisipasi aktif peserta didik selama proses pembelajaran. Akibatnya, banyak peserta didik yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan yaitu 75. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media kincir angin. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek penelitian sebanyak 34 peserta didik. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning berbantuan media kincir angin dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Nilai rata-rata kelas meningkat dari 65,00 pada pra-siklus menjadi 72,27 pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 84,55 pada siklus II. Ketuntasan belajar juga meningkat dari 45,45% pada pra-siklus menjadi 63,64% pada siklus I dan mencapai 90,91% pada siklus II. Dengan demikian, penerapan model Problem Based Learning berbantuan media kincir angin terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar serta keaktifan peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Pancasila.