Erisa Yuniardiningsih
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Hubungan Antara IMT Dan Frekuensi Konsumsi Serat Dengan Kejadian Preeklampsia Erisa Yuniardiningsih
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 7 No. 2 (2022): Edisi Oktober
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v7i2.174

Abstract

Pendahuluan: Angka kematian ibu merupakan indikator kesehatan suatu Negara. Indonesia merupakan salah satu Negara dengan jumlah kematian ibu tertinggi. Preeclampsia merupakan faktor penyebab kemayian ibu baik secara international maupun nasional. Metode: Pendekatan pada penelitian menggunakan metode kuantitatif, dengan jenis observasional analitik serta menggunakan desain case control. Jumlah sampel sebanyak 33 orang, dengan teknik sampling multi stage random sampling. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil dan pembahasan: Hasil analisis menunjukkan ada hubungan antara IMT (p=0,08) dan frekuensi konsumsi serat (p=0,013). Sayur dan buah banyak mengandung vitamin C,E,A dan betakaroten. Kandungan vitamin dan betakaroten yang terdapat di dalam sayur dan buah dapat menyeimbangkan radikal bebas dan anti oksidan dapat menurunkan risiko terjadinya preeclampsia. Kesimpulan: Ada hubungan antara IMT dan frekuensi konsumsi serat dengan kejadian preeclampsia. Penelitian selanjutnya dapat mengkaji pola konsumsi melalui food recall mengenai asupan makanan yang mengandung Vitamin D merupakan salah satu menurunkan risiko preeclampsia.
Pengaruh Tingkat Pendidikan Dan Pengetahuan Terhadap Kejadian Preeklampsia Erisa Yuniardiningsih; Yuri Wardatul Hasanah
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 8 No. 1 (2023): Edisi Maret
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v8i1.237

Abstract

Pendahuluan: Tingginya masalah kesehatan terutama pada ibu hamil menjadi penyebab kematian ibu. Kematian ibu yang dilaporkan secara global hingga regional salah satunya disebabkan oleh preeclampsia. Metode: Pendekatan pada penelitian menggunakan metode kuantitatif, dengan jenis observasional analitik serta desain yang digunakan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 30 orang, dengan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil dan pembahasan: Hasil analisis menunjukkan ada pengaruh antara tingkat pendidikan dan pengetahuan terhadap kejadian preeclampsia. Pendidikan berbanding lurus dengan pengetahuan. Pengetahuan yang baik pada seseorang dilatarbelakangi oleh pendidikan yang tinggi. Pendidikan dan pengetahuan yang baik akan mempengaruhi perilaku kesehatan Kesimpulan: Ada pengaruh pada pendidikan terakhir dan pengetahuan terhadap kejadian preeclampsia. Penelitian selanjutnya dapat mengkaji parietas dan frekuensi kunjungan ANC merupakan salah satu menurunkan risiko preeclampsia.
Hubungan Terapi Herbal Dengan Lama Ruptur Perineum Pada Masa Nifas Erisa Yuniardiningsih; Putri Rizkiyah Salam
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 8 No. 2 (2023): Edisi Oktober
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v8i2.304

Abstract

Pendahuluan: Rupture perineum merupakan salah satu masalah yang terjadi pada masa nifas, Persalinan dengan proses spontan sebesar 75% mengalami rupture perineum. Metode: Pendekatan pada penelitian menggunakan metode kuantitatif, dengan jenis observasional analitik serta desain yang digunakan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 34 orang, dengan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil dan pembahasan: Mayoritas responden dengan usia antara 20-35 tahun, paritas mayoritas primipara, mayoritas responden pada masa nifas menggunakan terapi herbal dan lama ruptur perineum <7 hari. Hasil analisis usia (p=0,021) dan terapi herbal (p=0,000) signifikan. paritas (p=0,0298) tidak signifikan. Usia responden sebagian besar produktif sehingga mempengaruhi terhadap regenerasi jaringan pada ruptur perineum, dampaknya lama ruptur perineum mayoritas <7 hari. Paritas tidak mempengaruhi lama ruptur perineum, biasanya paritas mempengaruhi terhadap asupan gizi responden. penelitian ini tidak ada hubungan, sebab mayoritas responden dengan paritas primipara. Kesimpulan: Ada hubungan usia dan terapi herbal dengan lama ruptur perineum. Tidak ada hubungan paritas dengan lama ruptur perineum.
Tingkat Pengetahuan dan Penerimaan Terapi Komplementer Berbasis Kearifan Lokal pada Ibu Postpartum Putri Rizkiyah Salam; Erisa Yuniardiningsih; Merissa Pramudita
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 9 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v9i1.340

Abstract

Pendahuluan: Saat ini, layanan asuhan kebidanan menggabungkan layanan tambahan dan konvensional, yang merupakan komponen penting dari praktik kebidanan [1]. Pengobatan yang dapat dimanfaatkan selain pengobatan tradisional dikenal dengan terapi komplementer [2]. Indonesia adalah negara dengan populasi sosiokultural yang beragam dan sejarah panjang dalam mendukung kesehatan, khususnya bagi ibu baru. Selain menawarkan layanan kebidanan berbasis bukti, ibu pascapersalinan juga menggunakan pengobatan alternatif untuk mengatasi kekhawatiran mereka sendiri. Misalnya saja penggunaan obat herbal untuk mengurangi rasa tidak nyaman akibat luka perinatal atau untuk meningkatkan produksi ASI. Selain itu, ada beberapa teknik penggunaan tapel, pilis, parem, atau bengkung untuk mempercepat pemulihan kesehatan ibu nifas. Metode: Penelitian jenis ini menggunakan strategi purposive sampling dan bersifat kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Kuesioner digunakan dalam proses pengumpulan data. Hasil: 52,8% ibu pasca melahirkan memiliki sedikit atau bahkan tidak memiliki pemahaman tentang pengobatan alternatif. Masyarakat kerap menawarkan pilis, tapel, parem, terapi herbal uyup-uyup, bengkung, atau gurita sebagai pengobatan pelengkap. Parem memiliki tingkat penerimaan terendah terhadap terapi tambahan sebesar 1,9%, sedangkan obat herbal uyup uyup memiliki tingkat penerimaan terbesar sebesar 71,7%. Kesimpulan: Pengobatan komplementer memiliki banyak manfaat untuk dapat digunakan, namun pemanfaatannya di masyarakat belum optimal karena belum banyak masyarakat yang menyadari manfaatnya. Selain itu, terapi komplementer belum dapat diakses secara luas dalam bentuk yang lebih praktis.
Pengaruh Kombinasi Terapi Musik Klasik Dan Aromaterapi Lavender Terhadap Produksi Asi Pada Masa Nifas Erisa Yuniardiningsih; Putri Rizkiyah Salam
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 9 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v9i2.464

Abstract

Pendahuluan: Masa nifas ialah masa kritis yang berkaitan dengan proses menyusui, keberhasilan pemberian ASI eksklusif berkaitan dengan produksi ASI pada masa nifas. Metode: Pendekatan kuantitatif yang digunakan pada penelitian ini, jenis pre eksperimental serta desain yang digunakan one group pretets posttest design. Sampel penelitian sebanyak 32 orang. Teknik yang digunakan purposive sampling. Analisis data yang digunakan uji wilcoxon sign rank test. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh kombinasi pemberian terapi musik klasik dan aromaterapi lavender terhadap produksi ASI pada masa nifas (p=0,000). Peningkatan produksi ASI disebabkan efek kombinasi intervensi mampu memberikan ketenangan dan memberikan rasa rileks, sehingga dapat meningkatkan mood ibu dan membantu proses produksi ASI. Kesimpulan: Kombinasi pemberian terapi musik klasik dan aromaterapi lavender berpengaruh terhadap produksi ASI masa nifas.
Implementasi Terapi Pijat Oksitosin untuk Memperlancar Pengeluaran ASI pada Asuhan Kebidanan Ibu NIfas dengan Bendungan ASI Putri Rizkiyah Salam; Erisa Yuniardiningsih; Ma’alfaina
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 10 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v10i1.496

Abstract

Ibu berhak untuk menyusui bayi yang baru lahir. Namun, jika ibu tidak dapat menyusui pada masa nifas, maka dapat terjadi penyumbatan ASI. Penyumbatan ASI merupakan akibat dari obstruksi laktasi, yaitu ketika menyusui tidak dimulai atau ketika suplai ASI terhambat. Salah satu indikasi kondisi ini adalah pembengkakan payudara, yang ditandai dengan rasa tidak nyaman saat payudara diraba, kaku, bengkak, dan demam tinggi. Terapi pijat oksitosin merupakan salah satu metode untuk memperlancar produksi ASI. Tujuan dari penelitian ini adalah penerapan terapi pijat oksitosin pada Ibu P di wilayah kerja Puskesmas Arjasa tahun 2025. Dengan penekanan pada manajemen kebidanan, penulis studi ini menggunakan teknik studi kasus. Ibu P yang berusia 22 tahun menjadi subjek studi. Dokumentasi, observasi, dan anamnesis digunakan untuk mengumpulkan data. Bagian penting dari analisis data adalah membandingkan data yang dikumpulkan dengan kerangka teori yang telah ditetapkan. Menurut hasil, Ibu P mengalami pembengkakan ASI enam hari setelah melahirkan akibat produksi ASI yang tidak teratur. Untuk membantu aliran ASI, digunakan teknik pijat oksitosin, yang mengurangi pembengkakan dan membuat bayi tidak terlalu rewel. Teori dan praktik tidak dapat dipisahkan.
PENGARUH TERAPI HERBAL KUNYIT DAN KENCUR TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA MASA NIFAS Erisa Yuniardiningsih
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 10 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Masa nifas ialah masa kritis yang berkaitan dengan proses menyusui, keberhasilan pemberian ASI eksklusif berkaitan dengan produksi ASI pada masa nifas. Metode: Pendekatan kuantitatif yang digunakan pada penelitian ini, jenis pre eksperimental serta desain yang digunakan one group pretets posttest design. Sampel penelitian sebanyak 30 orang. Teknik yang digunakan purposive sampling. Analisis data yang digunakan uji wilcoxon sign rank test. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh terapi herbal kunyit dan kencur terhadap produksi ASI pada masa nifas (p=0,000). Senyawa aktif terkandung di dalam kunyit dan kencur berpotensi mendukung produksi ASI. Kombinasi kedua herbal ini bekerja secara sinergis untuk mengurangi nyeri atau sumbatan ringan pada payudara, memperbaiki kualitas nutrisi ibu, dan meningkatkan sekresi ASI secara alami. Kesimpulan: Kombinasi kandungan herbal kunyit dan kencur berpengaruh terhadap produksi ASI masa nifas.