Tanaman obat sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia sejak zaman dahulu dan menjadi tambahan yang sangat penting untuk menunjang kelangsungan hidup manusia. Secara umum tanaman obat dapat ditanam di sawah maupun tegal, di dataran tinggi maupun rendah. Syarat yang diperlukan agar tanaman cabai dapat tumbuh dengan baik adalah ketinggian tanah, jenis tanah, air, suhu udara dan kelembaban. Kelembaban dapat berupa kelembaban pada udara maupun kelembaban tanah. Modifikasi iklim mikro di sekitar tanaman cabai merupakan suatu usaha agar tanaman yang dibudidayakan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Kelembaban udara dan tanah, suhu udara dan tanah merupakan komponen iklim mikro yang sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman, dan masing-masing berkaitan mewujudkan keadaan lingkungan optimal bagi tanaman. Kelembaban tanah dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman obat. Kelembaban tanah yang sesuai dengan karakteristiktanaman obat sekitar 69,2%, 69,6%, 70,3%, dan 70,8%. Suhu udara yang optimal pada tanaman obat 25-30°C. Semakin rendah kelembaban tanah dan udara maka pertumbuhan tanaman obat tidak akan maksimal, tanaman akan mengalami kekerdilan dan semakin tinggi kadar kelembaban tanah dan suhu udara yang tinggi maka tanaman obat akan layu. Dalam perancangan monitoring ini penulis menggunakan fuzzy logic sebagai pendukung akurasi pendeteksian dalam monitoring tanah dan udara pada budidaya tanaman obat, Fuzzy logic adalah suatu metode perhitungan yang menggunakan variabel linguistik atau kata-kata, sebagai alternatif dari perhitungan dengan menggunakan bilangan. Sedangkanpenelitian sebelumnya, peneliti tidak menggunakan sistem logika fuzzy sebagai pendukung akurasi pendeteksian dalam monitoring tanah dan udara pada budidaya tanaman obat.