Khomisah, Nuril Alfiatul
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYULUHAN GIZI TENTANG ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS NOGOSARI KABUPATEN BOYOLALI PROVINSI JAWA TENGAH Dadi, Maria Eugenia Hestina; Yuana, Nabila Amartyan; Kusumawati, Nadya Surya; Khomisah, Nuril Alfiatul; Javier, Azura Rex
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v6i2.481

Abstract

Anemia pada ibu hamil sangat berisiko di antaranya dapat mengakibatkan kelahiran bayi prematur, kematian ibu serta anak, dan juga dapat menyebabkan penyakit infeksi. Faktor lain yang dapat menyebabkan anemia pada ibu hamil adalah usia dan paritas, usia ideal pada seorang wanita adalah kisaran 20-35 tahun, jika kurang ataupun lebih pada rentang usia tersebut maka akan menjadi salah satu faktor kehamilan yang beresiko tinggi. Paritas menjadi salah satu faktor yang penting dalam terjadinya anemia pada ibu hamil, dikarenakan pada saat ibu hamil, wanita akan menggunakan cadangan zat besi dalam tubuhnya, sehingga apabila seorang wanita sedang mengandung atau hamil dan melahirkan, wanita tersebut akan semakin mengalami anemia dikarenakan mengalami kehilangan substansi. Selain itu, tingkat pengetahuan merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya anemia pada ibu hamil di sekitar wilayah kerja Puskesmas Nogosari Kabupaten Boyolali Jawa Tengah. Kurangnya pengetahuan akan mempengaruhi kadar Hb pada ibu hamil pada masa kehamilan dan akan berdampak ketika melahirkan. Metode yang digunakan untuk meningkatkan pengetahuan gizi terkait anemia yaitu dengan pemberian penyuluhan gizi mengenai anemia. Hasil pengabdian kepada masyarakat terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil sebelum diberi penyuluhan kategori baik 56% sesudahnya menjadi 84%. Rata-rata pengetahuan sebelum penyuluhan 6,8 (kategori kurang) sesudahnya menjadi 8,2 (kategori baik). Jadi dapat disimpulkan bawa penyuluhan atau edukasi dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang anemia.
Early Breastfeeding Practices, Energy and Protein Intake, Risk of Stunting in Coastal Areas of Sampang Regency, East Java Province: A Cross-Sectional Study Khomisah, Nuril Alfiatul; Hikmayani, Nur Hafidha; Probandari, Ari Natalia
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v4i3.550

Abstract

Stunting remains a significant public health issue in Indonesia, particularly in coastal areas with limited access to nutrition and healthcare services. This study aims to identify early risk factors for stunting in children aged 12–59 months in the coastal areas of Sampang Regency, East Java. The study design employed a cross-sectional approach with a sample size of 250 children, selected randomly in proportion to the population. Data were collected through anthropometric measurements, structured questionnaires, and 24-hour food recalls. Analysis was performed using the chi-square test and simple logistic regression. The results showed a prevalence of stunting of 25,2%. Not getting breast milk in the first two days postpartum (OR=2,447), not getting exclusive breastfeeding for <6 months (OR=2,766), insufficient energy intake (OR=27,695), and insufficient protein intake, which showed the highest risk (OR=192,85), were associated with stunting (p<0,05). In contrast, early initiation of breastfeeding and continued breastfeeding at 12–23 months of age were not significantly associated with stunting. These findings underscore the importance of early nutritional practices and adequate intake of macronutrients, particularly protein, in efforts to prevent stunting. Focused nutritional interventions during the first 1,000 days of life need to be prioritized, including improving maternal education and the quality of children’s food intake.