Sihotang, Modify Jeli
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Model Pembelajaran Problem-Base Lerning (PBL) Dalam Meningkatkan Kompetensi Peserta Didik Di Era Digital Sihotang, Modify Jeli
Basileus Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan Vol 3 No 1 (2024)
Publisher : Basilius Eirene Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63436/bejap.v3i1.59

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan peran model pembelajaran Problem-Base Lerning dalam meningkatkan kompetensi peserta didik di era digital. Metode yang digunakan yakni kualitatif dengan teknik studi literatur. Hasil temuan dari penelitian ini adalah bahwa metode ini sangat efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis, analitis, dan pemecahan masalah peserta didik. Pembelajaran berbasis masalah memungkinkan siswa untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran, mendorong mereka untuk mengeksplorasi dan menemukan solusi secara mandiri atau melalui kolaborasi kelompok.
Peran Guru Sekolah Minggu dalam Mengembangkan Talenta Anak Usia13-14 Tahun Melalui Tindakan Membangkitkan Semangat Sirait, Junio Richson; Jikwa, Jefri; Nugroho, Andre Setyo; Sihotang, Modify Jeli; Vazira, Citra Era
Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual Vol 3 No 1 (2024): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/mak.v3i1.251

Abstract

Bakat anak sering kali terabaikan oleh orang tua dan guru. Hal ini dikarenakan kesibukan pekerjaan dan kurangnya perhatian terhadap pertumbuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan peran guru Sekolah Minggu dalam mengembangkan talenta melalui membangkitkan semangat. Usia objek penelitian adalah 13-14 tahun. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa membangkitkan semangat anak sekolah minggu dapat dilakukan dengan tiga cara. Pertama, peran guru sekolah minggu yang maksimal. Kedua, memahami psikologi anak usia 13-14 tahun. Ketiga, memfokuskan anak pada talenta yang dimiliki dengan melibatkan mereka dalam pelayanan di gereja. Manfaat dari penelitian ini adalah mengefektifkan anak-anak sekolah minggu dalam melayani di gereja dengan mengembangkan talenta. Talenta akan berfungsi secara efektif jika semangat anak Sekolah Minggu dibangkitkan dalam kegiatan sehari-hari.