Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS SPASIAL PENGGUNAAN LAHAN DAN KESESUAIAN TERHADAP RENCANA TATA RUANG WILAYAH DI KECAMATAN KEJAJAR, KABUPATEN WONOSOBO: (Spatial Analysis of Landuse Change and Its Conformity to the Regional Spatial Plan of Kejajar Sub District, Wonosobo Regency) Yunita Kartika Sari; Purnama Budi Santosa
Majalah Ilmiah Globe Vol. 24 No. 1 (2022): GLOBE VOL 24 NO 1 TAHUN 2022
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang tinggi di Indonesia berakibat pada kebutuhan ruang yang memicu terjadinya perubahan lahan untuk memenuhi kebutuhan lahan untuk berbagai macam peruntukan. Hal ini juga terjadi di Kabupaten Wonosobo, khususnya Kecamatan Kejajar, dimana perubahan penggunaan lahan diindikasikan terjadi untuk memenuhi kebutuhan lahan untuk perkebunan sayur. Perubahan lahan yang terjadi diindikasikan menyebabkan ketidaksesuaian penggunaan lahan terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Kesesuaian penggunaan lahan wilayah Kabupaten Wonosobo mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Wonosobo No. 2 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Wonosobo Tahun 2011-2031. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan penggunaan lahan tahun 2015 dan 2018 dan kesesuaian penggunaan lahan tahun 2018 terhadap RTRW di wilayah Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Klasifikasi penggunaan lahan dilakukan menggunakan pendekatan interpretasi visualpada data citra satelit SPOT-7 tahun 2015 dan SPOT-6 tahun 2018. Analisis spasial temporal berbasis SIG dilakukan untuk mengidentifikasi perubahan penggunaan lahan tahun 2015 dan 2018. Sedangkan spatial overlay analysis dilakukan untuk mengevaluasi kesesuaian penggunaan lahan tahun 2018 terhadap RTRW. Berdasarkan analisis perubahan penggunaan lahan secara keseluruhan, luas perubahan penggunaan lahan adalah 241,413 ha dengan persentase sebesar 3,27%. Setiap desa memiliki perubahan penggunaan lahan yang bervariasi dan tidak terlalu signifikan. Berdasarkan analisis kesesuaian penggunaan lahan tahun 2018 terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), lahan yang sesuai adalah 6.830,050 ha, dengan persentase kesesuaian sebesar 92,56%. Sedangkan penggunaan lahan seluas 549,007 ha tidak sesuai dengan RTRW, dengan persentase ketidaksesuaian sebesar 7,44%.
Flood Vulnerability Using Multi-Criteria Analysis in West Jakarta Muhamad Ikhsan; Purnama Budi Santosa
Journal of Applied Geospatial Information Vol. 9 No. 2 (2025): Journal of Applied Geospatial Information (JAGI)
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jagi.v9i2.11735

Abstract

The Special Capital Region of Jakarta, located on the north coast of Java Island, is a low-lying sedimentary area crossed by 13 rivers, making it highly vulnerable to flooding from river overflows and sea level rise intensified by climate change. Flooding has been a persistent issue since the Dutch colonial era, driven by rapid urban growth, inadequate development management, the emergence of slums, and poor water resource management. Major floods occurred in 2002 and 2007, and annual floods continued until 2020. Several key factors contribute to flooding, including slope, rainfall, and land cover, while in West Jakarta the problem is further exacerbated by land subsidence and sea level rise. To address this, a flood vulnerability analysis was carried out using a GIS-based multi-criteria analysis approach. Unlike the BNPB reference, which considers only slope, rainfall, and land cover, this study incorporated six parameters: land cover, rainfall, drainage density, slope, land subsidence, and sea level rise. Each parameter was weighted based on its contribution to flooding risk, and spatial data were processed through overlay and reclassification to produce a flood vulnerability map. The results categorize West Jakarta into four classes: Not Vulnerable, Slightly Vulnerable, Vulnerable, and Highly Vulnerable. The majority of the area falls into Not Vulnerable (39.62%) and Slightly Vulnerable (36.30%), while only Kembangan District is dominated by the Highly Vulnerable category. Validation was conducted by comparing the vulnerability map with historical flood data from 2016 to 2023. The comparison shows a strong positive correlation between mapped vulnerability levels and the frequency of actual flood events. This alignment confirms the validity of the method and highlights its value for improving flood risk management and mitigation planning in West Jakarta.