Hasna Khumairoh
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN KOSMETIK WARDAH Aga Victoria Putra; Marsha Izzatul Qaeda; Muhammad Akmal Rasyid; Febrian Aidil Saputra; Hasna Khumairoh; Nike Fiola; Jihan Nur’aini Tarwadjan; Kurniawati Mulyanti
Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Vol. 6 No. 11 (2024): Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8734/musytari.v6i11.4739

Abstract

Berdasarkan perkembangan saat ini, berbisnis di bidang kecantikan saat ini mudah dan menjanjikan. Hal ini dikarenakan kebutuhan masyarakat akan penggunaan produk kecantikan semakin meningkat. Oleh karena itu, produk kecantikan kini tidak lagi dianggap sekadar kebutuhan sekunder. Namun kosmetik kini dianggap sebagai kebutuhan prioritas utama, terutama di kalangan wanita. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang. Untuk mengumpulkan data, peneliti menyebarkan survei melalui link Google Forms. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kualitas produk dan harga mempengaruhi keputusan pembelian konsumen kosmetik Wardah Untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel tersebut, peneliti melakukan analisis data melalui uji validitas dan reliabilitas, uji frekuensi, dan uji hipotesis. Peneliti menggunakan SPSS versi 25 untuk mengolah data. Hasil penelitian yang diperoleh setelah melakukan pengujian diatas menunjukkan bahwa kualitas produk dan harga mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian Wardah Cosmetics. Kata Kunci: kualitas produk; harga; keputusan pembelian
PENGARUH INFLASI TERHADAP PEREKONOMIAN INDONESIA Aprilliantoni Aprilliantoni; Hasna Khumairoh; Kharisma Fajarwati
Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Vol. 13 No. 3 (2025): Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8734/musytari.v13i3.9592

Abstract

ABSTRACT Studi ini menyelidiki pengaruh inflasi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2020–2023. Sementara inflasi adalah indikator penting yang menunjukkan stabilitas harga barang dan jasa, pertumbuhan ekonomi diukur dengan PDB. Data menunjukkan bahwa Indonesia mengalami inflasi yang tinggi selama periode ini. Ini akan mencapai puncaknya (5,51%) pada tahun 2022 karena gangguan rantai pasokan dan kenaikan harga energi di seluruh dunia. Pada saat yang sama, pandemi COVID-19 menyebabkan fluktuasi pertumbuhan ekonomi, mulai dari -0,7% pada tahun 2020 hingga kembali pulih sebesar 5,31% pada tahun 2022. Inflasi yang terlalu tinggi dapat menghambat pertumbuhan ekonomi, tetapi inflasi yang moderat akan mempengaruhi daya beli orang dan menghalangi mereka untuk mengurangi konsumsi dalam negeri, terutama dalam bidang energi dan pangan. Tingkat inflasi diperkirakan akan turun menjadi 2,61% pada tahun 2023 dan pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan sedikit melambat menjadi 5,05% sebagai akibat dari kebijakan pengetatan moneter Bank Indonesia yang bertujuan untuk menstabilkan harga. Studi ini menunjukkan betapa rumitnya hubungan antara inflasi dan pertumbuhan ekonomi, serta betapa pentingnya kebijakan ekonomi yang seimbang untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Kata Kunci Keywords: inflasi, pertumbuhan ekonomi, PDB ABSTRACT This study investigates the impact of inflation on Indonesia's economic growth in 2020–2023. While inflation is an important indicator that shows the stability of prices of goods and services, economic growth is measured by GDP. Data shows that Indonesia experienced high inflation during this period. It will peak (5.51%) in 2022 due to supply chain disruptions and rising energy prices worldwide. At the same time, the COVID-19 pandemic has caused fluctuations in economic growth, ranging from -0.7% in 2020 to recovering to 5.31% in 2022. Too high inflation can hamper economic growth, but moderate inflation will affect people's purchasing power and prevent them from reducing domestic consumption, especially in energy and food. The inflation rate is expected to decline to 2.61% in 2023 and economic growth is expected to slow down slightly to 5.05% as a result of Bank Indonesia's monetary tightening policy aimed at stabilizing prices. This study shows how complex the relationship between inflation and economic growth is, and how important a balanced economic policy is to maintaining economic stability and social welfare.is, and how important a balanced economic policy is to maintaining economic stability and social welfare. Keywords: inflation, economic growth, GDP