Suliyana
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENINGKATKAN MINAT DAN KEMAMPUAN MEMBACA PUISI UNTUK KELAS V MIS AL - AZHAR BAR DIAGRAM MEMANFAATKAN MEDIA UMUM. Suliyana; Jupriaman; Yuliyani
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 7 No. 2 (2023): Vol VII. Edisi II
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58822/tbq.v7i2.167

Abstract

Kajian ini berencana untuk menentukan (1) tingkat minat membaca puisi dengan menggunakan media umum, (2) tingkat kemampuan membaca puisi siswa kelas 5 MIS Al-Azhar Bagan Sharp edge menggunakan media umum. Ujian ini dipimpin di MIS Al-Azhar Bagan Sharp edge pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Dalam ulasan ini, hanya terbatas pada masalah "Membaca puisi dengan lafal dan intonasi yang tepat". Ilmuwan memanfaatkan media umum untuk membangun keunggulan dan kemampuan siswa dalam memahami puisi. Spekulasi penelitian ini adalah: (1) pemanfaatan media umum dapat membangun keunggulan siswa dalam memahami puisi, pemanfaatan media umum dapat lebih mengembangkan kemampuan membaca siswa dalam memahami puisi. Nilai normal pada kondisi dasar sebelum penggunaan media umum dalam pembelajaran adalah 66 dan pada siklus utama terdapat peningkatan nilai normal siswa menjadi 72,5. Hal ini menunjukkan peningkatan kemampuan membaca puisi siswa dengan pemanfaatan media umum sebesar 6,5 tempat. Peningkatan kemampuan membaca syair diperoleh dari korelasi nilai normal siswa pada kondisi dasar dengan nilai normal pada siklus primer. Pada siklus kedua nilai normal kemampuan membaca puisi siswa meningkat menjadi 77,5, hal ini menunjukkan peningkatan 5 poin dari siklus utama. Dengan demikian, peningkatan yang terjadi tidak hanya pada kelebihan siswa dan kemampuan pemahaman puisi saja, tetapi jumlah siswa yang mencapai KKM 75 juga meningkat. Kondisi yang mendasarinya adalah tingkat siswa yang sampai di KKM ada 5 siswa yang sampai di KKM (20%) dan 5 siswa yang belum sampai di KKM (setengah). Pada siklus utama terdapat 5 siswa yang mencapai KKM (setengah) dan lebih dari 5 siswa yang belum mencapai KKM (setengah) peningkatannya adalah 20%. Pada siklus II terdapat 7 siswa yang mencapai KKM (70%) dan lebih dari 3 siswa yang belum mencapai KKM (30%), hal ini menunjukkan adanya peningkatan jumlah siswa yang mencapai KKM. sebesar 20%.
Bridging Indonesian Cultures Through Islam Wasatiyyah: International Students' Insights on Religious Moderation in an Islamic Higher Education Maulana, Muhamad; Suliyana; Muru’uah, Ulfia
Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama Vol. 5 No. 2 (2025): Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/moderatio.v5i02.11527

Abstract

Indonesia, as the world’s largest Muslim-majority country, has long promoted Wasatiyyah Islam as a fundamental principle for maintaining religious harmony. This study explores the perceptions and experiences of international students within Indonesian Islamic higher education institutions (IHEIs) regarding religious moderation. Using a qualitative phenomenological approach, semi-structured interviews were conducted with five international students from diverse cultural and religious backgrounds. The findings indicate that many students were unfamiliar with Wasatiyyah prior to studying in Indonesia; however, their immersion in academic and social life at IHEIs broadened their understanding of Islamic moderation beyond personal religiosity to include interfaith tolerance and intercultural dialogue. The study highlights the role of Wasatiyyah as a framework that integrates Islamic principles with local traditions to promote inclusivity and religious tolerance. Nevertheless, challenges such as cultural adaptation, language barriers, and varying degrees of institutional commitment to moderation persist. This research contributes to the global discourse on Islamic education by advocating for the integration of religious moderation principles in IHEIs to enhance interfaith and intercultural harmony at both local and international levels.