Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan peningkatan kompetensi pengelolaan laboratorium untuk guru-guru MAN 3 Muaro Jambi Hamidah, Afreni; Murni, Pinta; Hariyadi , Bambang
Jurnal JUPEMA Vol. 2 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : Laboratorium Pembelajaran FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jupema.v2i2.28635

Abstract

Pengelolaan laboratorium tidak dapat dipisahkan dari kegiatan laboratorium sehari-hari. Aspek pengelolaan laboratorium merupakan satu kesatuan yang utuh antara sumber daya manusia, bahan dan peralatan laboratorium, dan staf profesional yang terampil. Suatu peralatan yang canggih dan staf yang profesional belum tentu dapat berfungsidengan baik apabila tidak didukung dengan adanya pengelolaan laboratorium yang baik pula. Pada dasarnya pengelolaan laboratorium adalah tanggung jawab bersama baik pengelola maupun pengguna. Para pengelola laboratorium hendaknya memiliki pemahaman dan keterampilan kerja di laboratorium, bekerja sesuai tugas dan tanggung jawabnya, dan mengikuti peraturan. Permasalahan yang ditemukan di sekolah mitra antara lain: 1) Pengelolaan laboratorium belum terlaksana dengan baik, 2) Laboratorium tidak dimanfaatkan sama sekali untuk praktikum dalam 3 tahun terakhir, 3) pembelajaran berbasis praktikum di laboratorium tidak terlaksana karena peralatan, bahan, sarana/prasarana laboratorium kurang memadai 4) Kurangnya pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan guru dalam mengelola laboratorium, 5) kurang terampilnya guru-guru dalam menyajikan pembelajaran berbasis praktikum, 6) Minimnya pelatihan pengelolaan laboratorium bagi guru di sekolah mitra. Solusi yang ditawarkan adalah melalui: 1) pelatihan dan pendampingan tentang pengelolaan laboratorium baik bagi guru maupun kepala laboratorium, 2) menggalakkan kembali pemanfaatan laboratorium melalui praktikum dan pembenahan sarana prasarana di laboratorium, 3)Pemberian bantuan alat dan bahan serta pendampingan pelaksanaan beberapa materi praktikum bagi guru, 4) pelatihan dan pendampingan peningkatan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan bagi guru dalam mengelola laboratorium, 5) Meningkatkan kompetensi guru dalam melaksanakan praktikum melalui demonstrasi dan pendampingan manajemen pelaksanaan praktikum, penggunaan alat dan bahan yang diperlukan, 6) Menawarkan pelatihan yang berkelanjutan dan mengevaluasi pelatihan yang sudah dilaksanakan sehingga diketahui kekurangan serta kendala yang harus diatasi untuk segera dicari pemecahannya. Pelaksanaan pengabdian pada masyarakat dimulai dari survei lokasi, diskusi dengan Kepala MAN 3 M. Jambi dan guru untuk menemukan masalah dan mencari solusi dalam pemecahan masalah, melakukan sosialisasi, ceramah/penyuluhan, pendampingan dan pelatihan keterampilan terkait pengelolaan laboratorium, demontrasi praktikum kepada guru-guru yang secara kooperatifberpartisipasi aktif dalam kegiatan. Setelah kegiatan, guru menyampaikan laporan, tim melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan pelaksanaan pelatihan, pemberian sertifikat bagi guru-guru peserta pelatihan yang aktif dan kompeten, disertai dokumentasi foto dan video kegiatan PPM pada guru-guru di sekolah mitra.
Development of Problem-Based Learning Video Learning Media on Human Digestive System Material on Critical Thinking Skills Larasati, Riwanda Citha; Zurweni, Zurweni; Hariyadi , Bambang
EDUTEC : Journal of Education And Technology Vol 8 No 1 (2024): September 2024
Publisher : STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/edu.v8i1.970

Abstract

This developmental research aims to evaluate the feasibility and effectiveness of video-based learning media on the human digestive system material. The background of this study is based on the observation that students remain passive when solving problems, show low enthusiasm during learning processes, have underdeveloped critical thinking skills, experience difficulty in understanding the digestive system material, and the lack of existing video-based learning media for this topic. This developmental research follows the Lee & Owens development model. Data collection techniques include questionnaires and tests, with data analysis consisting of both qualitative and quantitative approaches. Based on validation results from media and design experts as well as content experts, the developed video-based learning media was deemed feasible and ready for testing. Teacher evaluations classified the media as highly feasible, while student responses in the individual trial phase yielded a very good category with a percentage of 92.77%. Similarly, in the small group trial, the student response was also very good, with a percentage of 93.14%. The analysis of pretest-posttest results of students' critical thinking skills using the n-gain test showed a score of 0.60, which falls into the moderate category. It can be concluded that video-based learning media, incorporating problem-based learning, is an effective educational tool to enhance students' critical thinking skills in the human digestive system material.
Penguatan Literasi Sains Melalui Field Trip Ekosistem Lahan Gambut: Perspektif Konseptual: (Strengthening Scientific Literacy Through Peatland Ecosystem Field Trips: a Conceptual Perspective) Patmawati , Kiki; Hariyadi , Bambang; Yusnaidar , Yusnaidar
BIODIK Vol. 12 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biodik.v12i1.51952

Abstract

Scientific literacy is an essential competency in 21st-century Natural Science (IPA) learning. However, science learning at the junior high school level is still dominated by a textual approach and minimal real-world environmental context, so that the development of students' scientific literacy is not optimal. This article aims to conceptually examine the strengthening of scientific literacy through field trip learning in peatland ecosystems in the science subject of grade VII of junior high school. The writing method used is a conceptual study (conceptual paper) with literature sources in the form of textbooks, accredited national journals, and reputable international journals. The literature was selected based on its relevance to scientific literacy, field trip learning, and peatland ecosystems. The analysis technique was carried out through synthesis and concept mapping. The results of the study indicate that field trip learning in peatland ecosystems has the potential to be a contextual learning approach that is able to integrate knowledge, scientific processes, and scientific attitudes, thereby strengthening the scientific literacy of junior high school students. This article is expected to serve as a theoretical basis for the development of environment-based science learning. Abstrak. Literasi sains merupakan kompetensi esensial dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) abad ke-21. Namun, pembelajaran IPA di tingkat SMP masih didominasi pendekatan tekstual dan minim konteks lingkungan nyata, sehingga pengembangan literasi sains siswa belum optimal. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual penguatan literasi sains melalui pembelajaran field trip pada ekosistem lahan gambut dalam mata pelajaran IPA kelas VII SMP. Metode penulisan yang digunakan adalah kajian konseptual (conceptual paper) dengan sumber literatur berupa buku teks, jurnal nasional terakreditasi, dan jurnal internasional bereputasi. Literatur dipilih berdasarkan relevansi dengan literasi sains, pembelajaran field trip, dan ekosistem lahan gambut. Teknik analisis dilakukan melalui sintesis dan pemetaan konsep. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran field trip ekosistem lahan gambut berpotensi menjadi pendekatan pembelajaran kontekstual yang mampu mengintegrasikan pengetahuan, proses sains, dan sikap ilmiah sehingga memperkuat literasi sains siswa SMP. Artikel ini diharapkan dapat menjadi landasan teoretis bagi pengembangan pembelajaran IPA berbasis lingkungan.