Pengetahuan dan keterampilan berpikir kreatif merupakan unsur penting dalam pembelajaran abad 21. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa pengetahuan dan keterampilan berpikir kreatif siswa masih tergolong rendah. Salah satu penyebabnya adalah penggunaan bahan ajar yang belum kontekstual dan belum mengaitkan konsep IPA dengan budaya lokal dan kehidupan sehari-hari. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan mengembangkan E-LKPD terintegrasi Etno-STEM sebagai bahan ajar inovatif yang memadukan unsur budaya lokal dengan pendekatan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menganalisis keabsahan E-LKPD terintegrasi Etno-STEM untuk memfasilitasi pengetahuan dan keterampilan berpikir kreatif siswa pada materi kalor. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model Hannafin & Peck yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, desain, pengembangan, dan implementasi. Validasi dilakukan oleh tiga orang dosen fisika Universitas Negeri Padang (UNP) dengan menggunakan instrumen yang meliputi delapan komponen utama yaitu, substansi materi, tampilan komunikasi visual, desain pembelajaran, pemanfaatan perangkat lunak, integrasi etno-stem, kemampuan pengetahuan, dan keterampilan berpikir kreatif. Hasil validasi menunjukkan bahwa semua aspek memperoleh skor validitas tinggi dengan nilai 0,87 yang mengklasifikasikan E-SWS ini dalam kategori "valid". E-SWS dirancang dengan Canva dan disajikan melalui Liveworksheet yang memberikan pengalaman belajar yang interaktif dan inovatif. Integrasi etno-STEM yang memadukan unsur budaya lokal dengan konsep sains, teknologi, rekayasa, dan matematika menciptakan pembelajaran kontekstual. Oleh karena itu, E-SWS yang dikembangkan dalam penelitian ini layak digunakan sebagai bahan ajar yang kreatif, inovatif, dan kontekstual sejalan dengan Kurikulum Merdeka dan pembelajaran abad 21.