Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Penerapan Posisi Head Up 30 Derajat Terhadap Pencegahan TIK Pasien Cedera Kepala di Ruang IGD RSUD PROF. DR. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo Yunus, Pipin; Umar, Arifin; Monoarfa, Susanti; Dali, Rahmawaty
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i8.15140

Abstract

ABSTRACT Head injury is a traumatic disturbance of brain function accompanied or without interstitial bleeding which includes trauma to the scalp, skull and brain. Complications that occur in head injuries are increased intracranial pressure, namely the pressure that occurs in the cerebral space due to an increase in brain volume that exceeds the tolerance threshold in the cranial space. Head injury treatment can be done by controlling intracranial pressure. Surgical intervention by providing a 30 degree head position can be given to head injury patients. The aim of the research is to analyze the 30 degree head up position on the prevention of ICT. The research method used pre-experimental design with one group pre and post test. The sample in this study consisted of 10 respondents. The results of the research showed that the highest pre-intervention intracranial pressure was obtained by GCS, namely Mild Head Injury, 5 respondents, the highest blood pressure, namely Stage 1 Hypertension, 4 respondents, the highest pulse category, namely bradycardia, 5 respondents, and the highest pain scale, namely mild, 5 respondents. Meanwhile, post-intervention intracranial pressure experienced the most changes obtained for GCS, namely Mild Head Injury, 7 respondents, the highest blood pressure, namely Pre Hypertension, 5 respondents, the highest pulse category, namely normal pulse, 5 respondents, and the lightest pain scale, namely 6 respondents. Based on the results of parametric and non-parametric statistics, it was found that all components of intracranial pressure had an influence after intervention, namely GCS with a p-value of 0.003, blood pressure with a p-value of 0.000, pulse with a p-value of 0.001, headache with a p-value of 0.000 where < 0.05, which means it has a significant effect after being given the intervention. For this reason, applying a 30 degree head up position can increase blood supply to the brain thereby reducing the risk of increasing intracranial pressure due to thrombolytic stroke as well as clinical complications for the patient. Keywords: Head Injury, Head Up 30 Degrees, ICT  ABSTRAK Cedera kepala adalah gangguan traumatik dari fungsi otak yang disertai atau tanpa perdarahan intersisial yang meliputi trauma kulit kepala, tengkorak, dan otak. Komplikasi yang terjadi pada cedera kepala adalah peningkatan tekanan intrakranial, yaitu tekanan yang terjadi pada ruang serebral akibat bertambahnya volume otak melebihi ambang toleransi dalam ruang cranium. Perawatan cedera kepala dapat dilakukan dengan mengontrol tekanan intrakranial. Intervensi keperawatan dengan memberikan posisi kepala 30 derajat dapat diberikan pada pasien cedera kepala. Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis posisi head up 30 derajat terhadap pencegahan TIK. Metode penelitian menggunakan pre-experimental dengan desain one grup pre dan post test. Sampel pada penelitian ini berjumlah 10 respoden. Hasil penelitian menunjukkan tekanan intrakranial pre intervensi didapatkan untuk GCS terbanyak yaitu Cedera Kepala Ringan sebanyak 5 responden, tekanan darah terbanyak yaitu Hipertensi Tahap 1 sebanyak 4 responden, kategori nadi terbanyak yaitu nadi bradikardi sebanyak 5  responden, serta skala nyeri terbanyak yaitu ringan sebanyak 5 responden. Sedangkan tekanan intrakranial post intervensi mengalami perubahan didapatkan untuk GCS terbanyak yaitu Cedera Kepala Ringan sebanyak 7 responden, tekanan darah terbanyak yaitu Pre Hipertensi sebanyak 5 responden, kategori nadi terbanyak yaitu nadi normal sebanyak 5  responden, serta skala nyeri terbanyak yaitu ringan sebanyak 6 responden. Berdasarkan hasil statistik parametrik dan non parametrik didapatkan bahwa semua komponen tekanan intrakranial memiliki pengaruh setelah dilakukan intervensi yaitu GCS dengan p-value 0,003, tekanan darah dengan p-value 0,000, nadi dengan p-value 0,001, nyeri kepala dengan p-value 0,000 dimana < 0,05 yang artinya memiliki pengaruh secara signifikan setelah diberikan intervensi. Untuk itu pada penerapan posisi head up 30 derajat dapat meningkatkan suplay darah ke otak sehingga menurunkan resiko peningkatan tekanan intracranial akibat stroke trombolitik maupun komplikasi klinis pasien. Kata Kunci: Cedera Kepala, Head Up 30 Derajat, TIK
Pengaruh VAP Bundle Intervention Dalam Pencegahan VAP Pada Pasien Terpasang Ventilator Mekanik Di Ruangan ICU RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo Damasnyah, Haslinda; Yunus, Pipin; Monoarfa, Susanti; Taliki, Verawaty
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 9 No 3 (2024): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v9i3.22696

Abstract

Objective: Patients who are on a mechanical ventilator can increase the risk of nosocomial infections because this is a potential complication that can occur, including patients experiencing Ventilator Associated Pneumonia (VAP). The aim of this study was to analyze the effect of VAP bundle intervention in preventing VAP in patients on mechanical ventilators in the ICU Room at Prof. Hospital. Dr. H. Aloei Saboe Gorontalo City. Methods: The research method used is pre-experimental research with one group pre-post test design to carry out CPIS (Clinical Pulmonary Infection Score) measurements to diagnose VAP. Results: The results of this study were obtained before the VAP bundle intervention in patients on mechanical ventilators in the ICU, the average CPIS score was 4.75. After the VAP bundle intervention, the patient was placed on a mechanical ventilator in the ICU Room at Prof. Hospital. Dr. H. Aloei Saboe, Gorontalo City, the average CPIS score is 3.42. The results of the Wilcoxon statistical test obtained a p-value of 0.001 (<α 0.05), meaning that there is an influence of VAP bundle intervention in preventing VAP in patients on mechanical ventilators in the ICU room at the Regional Hospital Prof. Dr. H. Aloei Saboe Gorontalo City. Conclusion: From this research data, the implementation of VAP prevention measures and the patient's disease condition is supported by the provision of pharmacological therapy according to the dose.Elevation of the head 30-45° can reduce the occurrence of oropharyngeal and gastrointestinal aspiration and increase the patient's lung volume and lung ventilation. Oral hygiene with antiseptic chlorhexidine 0.02% as an inhibitor of dental plaque formation and gingivitis.
PENGETAHUAN DENGAN SIKAP PERAWAT DALAM PENANGANAN AWAL PASIEN KECELAKAAN LALU LINTAS DI UGD RSUD M. M. DUNDA LIMBOTO Monoarfa, Susanti; Damansyah, Haslinda; Djafar, Dian K
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v10i1.1802

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan momok mengerikan yang terjadi dibanyak negara. Terlebih untuk Negara-negara berkembang ketika masalah transportasi seperti benang kusut. Sebagai perawat IGD, perawat memegang peranan yang sangat penting dalam penanganganan kondisi kegawatdaruratan, seperti kecelakaan lalu lintas. Peranan perawat tersebut meliputi pengetahuan yang baik tentang definisi dan faktor risiko, pelaksanaan mekanisme umum cedera, bagaimana kecelakaan lalu lintas bisa terjadi, komplikasi dan manajemen darurat kecelakaan lalu lintas jalan, survei primer, dan penyebabnya, tes diagnostik dan penerapan survei sekunder, mekanisme dasar cedera gerak, komplikasi sindrom kompartemen dan penunjang hidup. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pengetahuan dengan sikap perawat dalam penanganan awal pasien kecelakaan lalu lintas di UGD RSUD M. M. Dunda Limboto. Jenis penelitian yang digunakan penelitian deskriptif. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu mengambil keseluruhan populasi sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan Gambaran pengetahuan dan sikap perawat dalam penanganan awal pasien kecelakaan lalu lintas di UGD RSUD M. M. Dunda Limboto, dimana semua responden berpengetahuan dan bersikap baik. Disarankan untuk peneliti selanjutnya agar meneliti lebih jauh tentang pengetahuan dan sikap perawat dalam penanganan awal kecelakaan lalu lintas serta melihat dari kedua faktor mana yang lebih berpengaruh dalam penanganan awal pasien kecelakaan lalu lintas
Hubungan Sikap Perawat Dengan Penerapan Standar Keselamatan Pasien di IGD Rumah Sakit Prof.Dr.H. Aloei Saboe Umar, Arifin; Monoarfa, Susanti; Lasangole, Sri Lismawati
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 11, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v11i2.2905

Abstract

Keselamatan pasien (patient safety) merupakan prinsip dasar dari pelayanan kesehatan yang memandang bahwa keselamatan merupakan hak bagi setiap pasien dalam menerima pelayanan kesehatan tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan sikap perawat dengan penerapan standar keselamatan pasien di IGD RS Prof.Dr.H.Aloei Saboe. penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Populasi 30 masyarakat di IGD RS Prof.Dr.H.Aloei Saboe, sampel penelitian ini yaitu perawat IGD yang berjumlah 30 orang, dengan jenis sample purposive sampling, Dan instrumen penelitian ini adalah kuisioner. di dapatkan hasil Sikap perawat pada kategori sikap baik, dengan jumlah sebanyak 17 orang (57%). Dan yang paling sedikit dengan kategori kurang terdapat 13 orang (43%), Penerapan standar keselematan pasien, perawat yang menerapkan standar keselamatan pasien terbanyak pada kategori yang baik, dengan jumlah sebanyak 22 orang (73%). Dan yang paling sedikit dengan kategori kurang terdapat 8 orang (27%). .Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat nilai p value sebesar 0,004, yang ternyata lebih rendah daripada tingkat signifikansi yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu 0,005. Hal ini menunjukan adanya hubungan sikap perawat dengan penerapan standar keselamatan pasien. kesimpulan terdapat hubungan sikap dengan penerapan standar keselamatan pasien di IGD RS Prof.Dr.H.Aloei Saboe.