Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal ATMOSPHERE

STUDY PUSTAKA PENURUNAN PARAMETER NOX DAN CO PADA EMISI GAS BUANG B30 SAPUTRO, ERWAN
jurnal ATMOSPHERE Vol. 2 No. 1 (2021): ATMOSPHERE
Publisher : Teknik Kimia ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/atmosphere.v2i1.3530

Abstract

Adanya PERMEN ESDM No.41 Tahun 2018 mengenai Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi dikarenakan ketersediaan bahan bakar yang berasal dari fosil yang semakin menurun sedangkan penggunaan bahan bakar minyak dalam proses industri kehidupan sehari-hari semakin meningkat. Disamping itu, penggunaan bahan bakar yang terus menerus dapat menimbulkan dampak negatif pada lingkungan yaitu pencemaran di udara akibat emisi gas dari hasil proses pembakaran bahan bakar fosil. Emisi tersebut dapat berupa partikulat (debu, timah hitam) dan gas (CO, NO, SO, H2S) dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan dan kerusakan lingkungan. Maka dilakukan usaha untuk melakukan perubahan menggaantikan ketersediaan bahan bakar dari fosil dengan energi alternatif agar terjadi keberlangsungan baik dalam proses industri maupun kehidupan sehari–hari. Energi terbarukan yang dapat menggantikan bahan bakar minyak dari fosil salah satunya dengan menggunakan biodiesel. Biodiesel sangat ramah lingkungan karena gas buang hasil pembakarannya yang dilepaskan ke atmosphir akan diserap kembali oleh tumbuhan untuk keperluan proses fotosintesis. Akan tetapi penggunaaan biodiesel tidak serta merta memberikan dampak positif. Adanya emisi gas buang yang terkadang masih cukup tinggi dan melebihi baku mutu. Oleh karena itu perlu di lakukan evaluasi untuk mengetahui kelayakan penggunaan biodiesel dari semula solar dex menjadi B30, maka dilakukanlah analisa penurunan kandungan gas buang. Dari hasil penelitian di dapatkan beberapa tahapan yang dapat di lakukan dalam menyelesaikan permasalahan menurukan kadar NOx dan CO pada emisi bahan bakar B-30 dengan melakukan pengecekan pada mesin, pengecekan pada proses pembuatan biodiesel, ataupun dengan menggunakan adsorben.
ANALISA TEKNIS DAN EKONOMIS PADA DESAIN ALAT REAKTOR LIKUIFIKASI PADA INDUSTRI GULA SAPUTRO, ERWAN
jurnal ATMOSPHERE Vol. 2 No. 1 (2021): ATMOSPHERE
Publisher : Teknik Kimia ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/atmosphere.v2i1.3532

Abstract

Pada setiap industri kimia, reaktor memegang peranan penting sebagai tempat terjadinya reaksi kimia. Salah satunya adalah reaktor likuifikasi pada industri pembuatan gula. Reaktor likuifikasi merupakan suatu tangki yang didalamnya terjadi suatu proses hidrolisis yang mengubah larutan pati atau karbohidrat untuk dijadikan molekul yang lebih sederhana, seperti golongan desktrin, glukosa dan maltosa menggunakan bantuan enzim α-amilase. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi harga reaktor likuifikasi di masa yang akan datang berdasarkan spesifikasi alat. Penelitian ini dilakukan dengan menentukan spesifikasi alat berdasarkan kapasitas dan menghitung penentuan harga alat menggunakan persamaan dalam literatur Peters & Timmerhauss, yang nantinya harga tersebut dibandingkan dengan harga di pasaran saat ini. Hasil dari perancangan menunjukkan bahwa semakin besar kapasitas, maka semakin besar dimensi dari reaktor likuifikasi yang diperlukan. Serta semakin besar kapasitas dan dimensi yang diperlukan maka harga alat akan semakin mahal. Berdasarkan perhitungan penentuan harga reaktor likuifikasi hasilnya sesuai dengan harga yang ada dipasaran saat ini. Sehingga metode perhitungan ini memadai untuk memprediksi harga reaktor likuifikasi.
REVIEW: TEKNOLOGI PEMBUATAN SORBITOL DARI TEPUNG TAPIOKA Defri, Ifwarisan; Irfansyah, Aditya; Sudarsono, Sukma; SAPUTRO, ERWAN
jurnal ATMOSPHERE Vol. 2 No. 2 (2021): ATMOSPHERE
Publisher : Teknik Kimia ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/atmosphere.v2i2.4314

Abstract

Sugar alcohol or sorbitol is a derivative product of carbohydrates, namely glucose through the hydrogenation process with hydrogen gas. The glucose used comes from flour, because the carbohydrate content in tapioca flour is considered the highest compared to other flour ingredients. Before the hydrogenation process is carried out, tapioca flour is enzymatically hydrolyzed so that the starch is broken down into glucose. The process of making sorbitol can be done in two ways, namely the electrolysis reduction process and the hydrogenation process with the help of a nickel catalyst. This literature study aims to determine the technology for making sorbitol and its advantages and disadvantages, both in terms of product and process, so that it can be used as a reference in selecting processes in sorbitol manufacturing plants. The catalytic hydrogenation process has advantages, namely the resulting yield is greater and the operating costs are relatively cheaper. The catalytic hydrogenation process also has several disadvantages, namely that it requires good safety handling because it requires high pressure in the process.